Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kami akan segera bertunangan.


__ADS_3

Kau semakin menawan Gun Woo..bolehkah aku memanggil mu dengan panggilan sayang Abang ??"


"Hahaha, itu terdengar asing bagi ku... namun jika kau menyukai itu, aku siap.." ucap gun woo sambil menggenggam tangan ku.


"Abang... apakah kamu akan makan malam disini dengan ku.. ???"


"Bagaimana jika kita pergi makan malam di luar?"


"Baiklah, bukankah kita juga harus merayakan kepulangan mu bang.."


"tentu... aku sudah memesan suatu tempat yang romantis untuk makan malam kita.. apa kau senang Brenda.."


"Tentu... asal dengan mu.. itu cukup membuat ku semakin bahagia.."


"Sudah mulai malam Sayang.. Ayo kita berangkat dinner.." ucap gun woo.


"Berangkat gimana... aku kan belum mandi sore ini...apa mau dinner bauk asem ??"


"Sayangnya tubuh mu teramat wangi hingga bau asem takut buat nempel. " haha ucap gun woo.


"Iih, apaan.. gombal kok gitu.." sahut ku dengan tersenyum.


"Udah, cepet mandi.. biar cepet cepet bisa berangkat dinner nya.."


"Ya dah aku mandi dulu.."


Beberapa saat kemudian..


"Bang...sini "


"Apaan sih sayang... udah cepet mandi... " ucap Gun Woo yang masih ada di balkon kamar.


"Masuk sini dong.... emang kamu gak dingin apa di luar ??"


Gun Woo beranjak masuk ke dalam kamar ku, dia melihat ku memakai kimono mandi dan berada di atas ranjang. tatapan mata ku menggoda gun woo.


"Sayang... ku mohon jangan lakukan ini.. aku sudah cukup lama tidak mendapatkan sentuhan mu.." ucap Gun Woo saat melihat Brenda, darahnya seperti mendidih, nafasnya terengah engah.


Apalagi saat Brenda menguletkan tubuhnya, hingga bagian bawah Brenda nampak jelas meskipun sedikit samar.


Gun Woo mendekati Brenda..


"Sayang... bahkan aku tidak ingi mengambil mahkota mu secepat ini... " ucap Gun Woo.


"Tidak.. aku hanya ingin sedikit sentuhan darimu Bang.. " ucap ku sambil mulai mengecup bibir Gun Woo.


Gun Woo hanya membalas ciuman Brenda yang amat di nantinya setahun ini. Nafas Gun Woo mendesah desah.. dia mulai naik di atas Brenda..


Sambil membuka kimono Mandi Brenda dia terus menjajaki tubuh brenda dari atas.


"Emm... mas.. emhh.." ucap ku tidak sengaja menyebut sebutan "mas".


Gun Woo yang mulai menciumi perut Brenda, berhenti sejenak. Setelah itu melanjutkan menciumi bagian bawah Brenda.


"Mas.. hentikann.. emmm... emmm.. euum.. ehh... " sesuatu keluar dari ku.

__ADS_1


Gun Woo membersihkannya...


"Kau bahkan masih menjaga mahkota mu sayang... " ucap Gun Woo sambil menindih ku dan menciumi kening ku.


"Tentu saja.. ini milik mu Mas ...


(emmh.. salah ucap lagi aku.. ya Tuhan... Bagaimana ini ??) "


Gun Woo masih meneruskan kegiatannya meciumi wajah ku, ku harap dia tidak mendengar ucapan ku yang salah panggil itu.


Mengapa di saat saat yang intim seperti ini sebutan Mas yang akan berlanjut dengan Nama Frisya harus muncul.


Aku merasakan bagian bawah Gun Woo menegang..


"emmh aku akan memuaskan mu, kali ini Sayang.." ucap ku pada Gun Woo


"Benarkah ?? bagaimana bisa ??" tanya Gun woo.


Aku sedikit berpose seksi sambil membuka celana Gun Woo, hingga Gun Woo junior yang bersembunyi sejak awal nampak sangat gagah dan menggoda ku.


"Auuh Brenda.. jangann.. hentikann.. geliii..." racau Gun Woo saat pertama aku menyentuh dan memasukkannya dalam mulut ku.


Aku memulainya dengan lidah ku dan segera mengocoknya perlahan.


"Uuuhh.. uhhh.. uuhhh Brendaa..."


Aku cukup lihai melakukan ini, karena beberapa kali dengan mas Frisya. Bahkan mas Frisya akan menggila saat aku semakin cepat dan lembut mengocoknya.


"Ahhh... again baby.. oohh my.... ooh...." racau Gun Woo menggila seperti dugaan ku jika dia sama dengan mas Frisya.


Tiba tiba aku tersadar, jika sejak tadi aku melakukan ini dengan Gun Woo namun yang terbayang mengapa mas Frisya ???


Aku segera mempercepat kocokan ku, beberapa saat kemudian Gun Woo keluar..


"Iihh.. uuhh.. ahhh.. ahh.. aaaaaaahh... " Sesuatu menyembur dalam mulut ku.


Dulu saat aku melakukannya dengan mas Frisya aku sangat lahap menelan cairan putih hangat itu, tapi saat milik gun woo, aku langsung muntah muntah.


"Kau baik baik saja Brenda ???" tanya Gun woo


"Iya.. aku baik saja.. aku mandi dulu.." ucap ku sambil berlari ke kamar mandi.


Aku mengguyur tubuh ku...


Ini sungguh menyebalkan... aku seperti tidak bisa melupakan apa yang sudah ku lakukan dengan mas Frisya.


Setelah mandi ku selesai, Aku memilih pakaian dengan punggung terbuka. Gun Woo yang melihatnya langsung memeluk ku sambil meraba raba bagian depan ku.


"Katanya mau dinner.. ayoo.. mandi dulu gih.." ucap ku seraya melepaskan pelukannya.


"Iya. aku akan mandi dulu.. Kau amat cantik Brenda.. aku mencintaimu.." ucap gun woo sambil mencium dan meremas payudara ku.


"Iihh.. mesumm.. cepetan.."


Gun Woo hendak beranjak ke kamar mandi berhenti saat mendengar kata Mesum.

__ADS_1


"Apa ?? mesin ??? " ucap gun woo.


"Mesum pak.. mesum... " ucap ku.


"Haha... ayo ku perlihatkan semua kemesuman ku pada mu Brenda.." ucap nya sambil hendak mengangkat rok mini ku.


"Ahh.. jangann... aku masih belum makan.. aku mau dinner sama kekasih ku.. tolong.." ucap ku sambil berlari kecil menghindari Gun Woo.


Gun Woo pun tersenyum melihat tingkah ku.


Dia langsung pergi mandi, setelah 10 menit kemudian dia sudah selesai dan segera mengajak pergi..


15 menit kemudian kami sampai..


Ternyata Gun Woo mengajakku dinner romantis di restaurant favorit ku, yaitu restaurant kak Vilgar.


"Astaga... apa nanti kata kak Vilgar saat melihat ku yaa.." ucap ku dalam hati.


"Kau baik baik saja Brenda ??" tanya Gun woo


"Tentu.. aku hanya mulai merasa lemas karena lapar hehe.." ucap ku.


Gun Woo menggenggam tangan ku menggandeng masuk ke dalam restaurant.


"Brenda... bagaimana kabar mu ??" Sambut Vilgar sambil memeluk ku.


"Kaak... aku baik baik saja... " ucap ku sambil melepaskan pelukan kak Vilgar .


"Ada apa ?? mengapa kau melepaskan pelukan ku ?? tidak seperti biasanya.." Degg degg..degg..." hadeuhh.. Bagaimana ini..." ucap ku kebingungan melihat kak Vilgar.


"Kak" ucap ku sambil melirik Gun Woo yang nampak terdiam menatap Vilgar yang memeluk Brenda tanpa memperdulikan tangan ku yang di gandengnya.


"Iya... ada apa.. katakan ..." ucap Kak Vilgar.


"Kenalkan ini kekasih ku Seung Gun Woo.." ucap ku pada Kak Vilgar.


"A ap pa ?? " ucap nya dengan terbata bata dan mata terbelalak.


Dengan gentle man Kak Vilgar menatap Gun Woo.


"Kenalkan, aku Vilgar... aku teman lama Brenda " ucap nya.


"Aku Gun Woo, senang bertemu denganmu.. kami sudah memesan tempat disini.."


"Ya, baiklah silahkan..."


Saat kami masuk, ternyata disana ada banyak lampu yang mengelilingi tempat itu dengan meja yang dihiasi lilin dan sebuah cincin yang berada di tengahnya.


"Abang... " ucap ku sambil menatap Gun Woo...


"Maukah kamu bertunangan dengan ku ??" tanya Gun Woo .


"Ya ampun... apa ini... kau membuat ku malu.."


"Bagaimana..."

__ADS_1


"Yess " aku menangis terharu.


********


__ADS_2