Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kencan buta lagi..


__ADS_3

Keesokan paginya, aku sudah berada di bandara bersama Gun Woo. Kami sudah stay disini sejak 2 jam yang lalu.


"Hari gadis... sudah 2 jam lamanya kau bersandar di pundak ku, gak malu di lihatin orang dari tadi ??"


Gun Woo menyapa ku yang sejak tadi bersandar padanya.


"Hem, perasaan apa ini...


ini menyakitkan, haruskah aku melepas mu pergi sendiri." keluh ku.


"Kau gadis dewasa yang hebat Brenda... setialah menunggu ku disini, aku yakin 1 tahun hanyalah waktu yang sebentar."


"Yah, baiklah tak ada alasan ku yang mampu menahan mu." ucap ku sambil cemberut.


Gun woo menyilakan rambut ku kebelakang, lalu dia tersenyum. Entah apa yang ada di pikirannya.


"Sudah saatnya... Baiklah Brenda ku sayang yang paling kucintai, baik baiklah disini kabari aku jika kau merindukan ku."


Gun woo men mengecup bibir ku dengan lembut, aku hendak melingkar kan tangan ku, dia segera menghindar.


"Hadeuh Brenda ini Bandara, sudah dulu bye sayang."


Aku menatapnya dengan mata sendu.


Tiba tiba handphone Gun Woo bergetar. sebuah pesan masuk.


"Seung Gun Woo, aku merindukan mu..." Brenda dengan emoji menangis.


Gun woo hanya tersenyum melihat pesan itu.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk kita Brendaa, aku sungguh mencintai mu." Gun woo dengan sebuah cinta.


Aku masih menatap dengan sendu ke arah Gun Woo pergi. air mata ku menetes perlahan.


"Ah, apa ini... apakah aku menangis, sudahlah Brenda dia akan segera kembali, sudah tenang ya.. " ucap ku seraya menepuk nepuk dadaku yang mulai terasa sesak.


"Sampai kapan kau akan berada di sini Brenda ??" Suara dari belakang membuyarkan lamunan ku.


Aku menoleh perlahan.


"Tuan Siapa ya ?? apa aku mengenal tuan ?" tanya ku melihat seorang Pria.


"Hahhhhhh.. ( menghela nafas panjang ) kau lupa dengan ku ?? Baiklah mungkin kita akan bertemu lain kali." ucap nya dengan ketus, namun kekecewaan tergambar jelas di wajahnya.


Dia langsung pergi begitu saja...


"Nih cowok bilang dulu kek dia siapa gitu, mana aku tahu dia siapa, emang dia artis apa?" ucap ku sebal.


Setelah dari Bandara aku langsung pergi menuju Hoki Grup. Saat baru sampai lift seseorang berlarian padaku.


"Nona Brenda.. darimana saja ?? apakah anda tidak mengecek email yang saya kirimkan ??"


Ucap Debora dengan ngos ngosan.


"Ada apa memangnya ?? aku sedang tidak ingin melakukan apapun." ucap ku ogah ogahan.

__ADS_1


Aku masuk dalam lift menuju ruangan ku.


"Nona, hari ini anda ada jadwal bertemu kencan dengan tuan Ashlan yang tempo hari kemari dengan para pengawalnya." jelasnya.


"Jam berapa memang ??" ucap ku malas.


"Jika Nona Brenda memang sedang malas melakukan pekerjaan kantor hari ini, bagaimana jika Nona Brenda bertemu sekarang saja ???"


"Hmm, boleh juga.. kabari dia aku akan bersiap siap."


"Baik Nona Brenda."


Debora sibuk mengabari Ashlan, sedang aku sedang berganti pakaian.


45 menit kemudian Debora menghampiri ku.


"Nona, anda sudah di tunggu di Angela's Cafe oleh tuan Ashlan."


"Baiklah.. aku sudah siap, aku berangkat."


"Hati hati Nona Brenda semoga berhasil." teriak Debora.


"Astaga, apa apaan dia" ucap ku sambil tertawa.


10 menit kemudian aku sampai di Angela's Cafe. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Ashlan. Aku diantar seorang pelayan menuju suatu ruangan.


Saat aku masuk, aku melihat seorang Pria yang tidak lain adalah Ashlan. Aku langsung membuka kaca mata ku.


" Hai, apa kabar ?? Apakah sudah lama menunggu ??" sapa ku.


"Hari ini kau sangat menawan. "


"Benarkah ?? terimakasih tuan Ashlan, kau juga sangat tampan."


Kami pun menyantap makanan yang sudah dipesan oleh Ashlan, entah darimana dia tahu aku suka Sushi.


Kami berbicara panjang lebar, Bercanda selayaknya seperti sepasang kekasih.


"Brenda, aku senang bertemu denganmu hari ini, aku ingin hari hari ku, ku habiskan hanya untuk berbahagia dengan mu. " seraya menyerahkan kotak berisi cincin dengan berlian besar diatasnya.


Astaga...ini berlian yang indah, kelak aku akan meminta Gun Woo membelikan ku banyak berlian. lamun ku.


"Bagaimana Brenda ??"


"Maaf tuan Ashlan kurasa aku harus menyelesaikan kencan ini, baru aku bisa mengambil keputusan."


"Baiklah cantik, ku harap kencan kita kali ini berkesan di hati mu, seperti hati ku saat ini."


Seraya dia mendekatkan wajahnya dan menyilakan rambut ku. aku hanya meliriknya, berusaha waspada takut dia mencium ku.


Mendadak aku melihat matanya melotot merah seperti sedang marah.


"Loh... lohhh..lohh... ini kamu kenapa ??"


"Siapa yang melakukan ini padamu Brenda." ucap Ashlan .

__ADS_1


"Apa ?? apa yang aku lakukan ??? ada apa.??"


"Apakah kau sudah memiliki kekasih ?"


Diieenngg...


"Duhh, dia tahu darimana... ??" ucap ku dalam hati.


"A ap pa maksud mu Ashlan ??"


"Kiss mark ini, siapa yang melakukan nya ?"


Otak ku seperti berputar mengingat apa yang di maksud Ashlan.


"Astaga, bagaimana bisa aku tidak menyadari kecupan ini." ucap ku dalam hati.



Aku yakin, Gun Woo.... dia sengaja memberikan kecupan agar para pria tahu jika aku sudah memiliki kekasih. jadi ?? untuk apa lagi aku mengelak ??.


"Maaf tuan Ashlan, aku tidak ingin berbohong kepada mu, aku memang sudah memiliki kekasih, tapi bagaimana lagi, aku masih harus terus berkencan karena ini menyangkut perusahaan ku." tegas ku percuma saja kurasa jika aku berbohong.


"Mengapa kau tidak mengatakannya... Maaf Brenda aku tidak bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah memiliki kekasih. Kurasa sudah cukup pertemuan kita hari ini, aku harus segera pergi."


"Ashlan apakah kau marah ?? "


"Tidak, tapi kurasa tidak baik jika aku terus disini, karena aku akan semakin menyukai mu, sedang kau kekasih orang lain. Maaf aku harus pergi."


Aku hanya mengedipkan mata ku, tak mengerti apa yang terjadi pada nya.


"Hm.. kurasa ini adalah taktik yang bisa ku gunakan agar pria pria itu kabur tanpa aku susah payah menjelaskan pada mereka." aku tersenyum jahat.


Aku menelfon Debora. agar hari ini aku bisa bertemu dengan beberapa pria sekaligus.


Benar saja, aku bertemu dengan 5 orang berbeda, dengan gaya ku yang memang sengaja memamerkan kiss mark di leher ku berhasil membuat mereka berlari.


Aku merasa lega, setelah selesai ku lihat waktu sudah menjelang larut, aku pun segera pulang.


Keesokan paginya, saat hendak memakai riasan, aku melihat kiss mark yang sudah memudar, sedikit kecewa namun ini sudah cukup membantu ku.


Hari ini aku ada meeting dengan Perusahaan Hong&Food. Aku datang tepat waktu, entah mengapa semua orang di ruang meeting menatap ku aneh.


"Selamat pagi Tuan dan Nona, apakah ada yang salah dengan ku hari ini ?" tanya ku pada seisi ruangan.


Mereka hanya tersenyum dan seperti tidak ada yang terjadi. Tiba tiba seorang Pria masuk.


"Mari tuan Frisya meeting akan segera dimulai." Suara Debora.


Pria itu menatapku, tanpa menyapa dia langsung duduk dan mengangkat 1 kakinya.


"Astaga sopan sekali tuan ini"


*******


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2