
Setelah itu Frisya segera kembali masuk tanpa menoleh lagi pada Brenda.
“Baiklah Mas Friss jika dulu kau yang berjuang, sekarang aku yang akan melakukannya.” Ucap Brenda sambil tersenyum menyeringai.
Brenda segera keluar dari lapas dan pergi ke Hoki Grup. 20 menit kemudian Brenda sampai di Hoki Grup, para pegwai yang melihat kehdiran Brenda segera berjejer untuk menyambutnya.
“Selamat pagi nona Brenda.” Ucap karyawan kantor.
Brenda hanya membalasnya dengan anggukan saja dan pergi ke ruangannya.
“Nona Brenda, anda datang ke kantor hari ini, semalam saya menghubungi bik Sari dan dia bilang anda sedang sakit.” Ucap Meta.
Brenda mulai membuka laptopnya dan mulai bekerja.
“Ya, semalam aku hanya demam… tapi aku rasa aku baik baik saja.” Ucap Brenda tanpa menoleh pada Meta.
“Nona tentang meeting dengan tuan Ashlan saya kemarin membatalkannya dan dia membuat jadwal baru hari ini.” Ucap Meta.
“Baiklah, siapkan saja semuanya.” Ucap Brenda.
“Apa anda mau saya bawakan teh nona ?” Ucap Meta.
“Tidak perlu, kembalilah ke tempatmu..” Ucap Brenda masih sibuk dengan pekerjaannya.
“Baik nona, saya permisi.” Pamit Meta.
Brenda tidak menjawab lagi ucapan Meta, saat Meta hendak keluar di pintu.
“Meta, tunggu sebentar !” Panggil Brenda.
Meta langsung kembali secepat kilat kembali ke hadapan Brenda.
“Ada apa nona Brenda ?” Tanya Meta.
“Tolong hubungi Rama dari perusahaan FreeFood, katakan dia aku ingin bertemu dan segera buat janji dengannya.” Perintah Brenda.
“Baik nona Brenda saya akan segera menghubunginya.” Sahut Meta.
“Apa ada hal lain lagi nona Brenda ?” Tanya Meta lagi.
“Katakan padanya untuk menemui ku bersama dengan Debora.” Perintah Brenda lagi.
“Baik nona.” Ucap Meta.
“Sudah itu saja, dan kembalilah.” Ucap Brenda.
“Baik nona, saya pamit.” Ucap Meta.
Saat makan siang.
“Nona, anda mau saya pesankan sesuatu ?” Tanya Meta.
Brenda mengangguk.
“Pesan sushi saja, aku ingin makan itu.” Ucap Brenda masih tidak bergeming menatap layar monitornya.
“Baik nona.” Ucap Meta sambil pergi beranjak keluar ruangan, Namun tiba tiba seseorang mengagetkan Meta.
“Tuan Ashlan, sedang apa anda disini ? Bukankah meeting masih setelah waktu makan siang ?” Tanya Meta.
__ADS_1
“Aku ingin menemuinya dan jangan pesan apapun, Brenda harus makan dengan baik.” Ucap Ashlan.
“Tapi bagaimana jika nona Brenda menolak ?” Ucap Meta.
“Jangan khawatir, aku akan membujuknya, kau pergilah terlebih dahulu.” Ucap Ashlan.
“Baik tuan, katakana jika anda membutuhkan sesuatu untuk nona Brenda.” Ucap Meta.
Ashlan hanya mengangguk dan tidak menjawabnya lagi. Kemudian Ashlan mulai mengetuk pintu ruangan Brenda.
“Masuklah…” Ucap Brenda.
“Apa yang sedang kau kerjakan, mengapa terlihat begitu serius ?” Tanya Ashlan.
Mendengar suara asing itu, Brenda segera menghentikan aktivitasnya dan melihat siapa yang datang.
“Siapa anda ? Bagaimana anda bisa masuk begitu saja kemari ?” Tanya Brenda.
“Kau tidak mengenaliku ? Ya, memang sudah cukup lama.” Ucap Ashlan.
“Aku bertanya bagaimana anda bisa masuk begitu saja kemari ?” Tanya Brenda merasa tidak nyaman.
“Terakhir kali aku dengar seseorang dari dalam ruanga ini memperbolehkan ku masuk.” Ucap Ashlan.
“Emh, maaf aku pikir tadi anda adalah Meta, katakan ada apa anda kemari ?” Tanya Brenda.
“Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diriku lagi padamunona Brenda.” Ucap Ashlan.
“Namaku Ashlan, dan kita pernah bertemu saat kencan buta yang kau lakukan saat ulang tahunmu yang ke 29.” Ucap Ashlan yakin Brenda masih mengingatnya.
Brenda tersenyum malu malu saat mengingat apa yang Ashlan katakan.
“Tuan Ashlan silahkan duduk, bagaimana kabarmu ? Maaf aku tidak mengenalimu.” Ucap Brenda.
“Bukan masalah besar bahkan sekalipun anda melupakan ku.” Ucap Ashlan.
“Hai, apa yang anda katakan ? Aku tidak sengaja melakukannya.” Ucap Brenda.
“Apa kamu sudah makan siang ? Emh, apa tidak masalah jika aku bersikap tidak formal ?” Tanya Ashlan.
Brenda tersenyum…
“Apa itu, apakah kamu tersenyum ?” Ucap Ashlan.
“Apa kau tidak pernah melihat seorang wanita tersenyum ?” Sahut Brenda.
“Aku rasa senyumanmu yang terbaik.” Ucap Ashlan.
“Hahaha… sudah berhentilah, katakan apa yang membawamu kemari ?” Tanya Brenda.
“Makan sianglah bersama ku sebelum jam makan siang habis.” Ucap Ashlan
Brenda berdiri dari duduknya.
“Baiklah, ayo pergi..” Ucap Brenda.
Beberapa saat kemudian Ashlan dan Brenda pergi untuk makan siang bersama.
^Kafe Angela
__ADS_1
“Kamu mau makan apa Brenda ?” Tanya Ashlan.
“Aku ingin makan sushi.” Ucap Brenda.
“Permisi mbak, kami pesan sushi dan salmon steam dan dua lemon teass” Ucap Ashlan.
“Baik tuan.” Ucap pelayan kafe.
“Bagaimana kabarmu Brenda ?” Tanya Ashlan.
“Hai, kamu sudah melihatku tapi masih bertanya hal seperti itu.” Ucap Brenda.
“Hai, aku tidak bertanya tentang bagaimana tubuhmu, tapi hatimu..” Ucap Ashlan.
“Hahh… itu ternyata maksudmu.” Ucap Brenda.
“Aku merasa baik baik saja, bahkan sepeninggal Gun Woo hari hari sulit itu sudah ku lewati dengan baik.” Ucap Brenda.
“Lalu bagaimana dengan Frisya ?” Tanya Ashlan lagi.
“ Aku masih berharap kami masih bisa kembali .” Ucap Brenda terang terangan.
“Dengan pria seperti itu ?” Tanya Ashlan.
“Ya, aku pikir kami baru memulai segalanya tapi tiba tiba semuanya berakhir begitu saja.” Ucap Brenda.
“Tapi kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari Frisya.” Ucap Ashlan.
Brenda melirik Ashlan.
“Apakah kau sedang mengajukan dirimu sendiri padaku Ashlan ?” Ucap Brenda terang terangan.
“Jika kau memberikan ku kesempatan, aku tidak akan menyianyiakannya.” Ucap Ashlan sambil menatap Brenda yang tengah asyik dengan susshinya.
“Maaf Ashlan jika maksudmu sebenarnya adalah ini, maaf aku tidak bisa.” Ucap Brenda.
“Mengapa kau tidak memberikan ku kesempatan ?” Tanya Ashlan.
“Aku tidak ingin memberikan harapan palsu pada siapapun Ashlan, sedang hatiku masih milik pria lain.” Jelas Brenda.
“Bagaimana dengan menjadi temanmu ?” Tanya Ashlan.
Brenda tersenyum.
“Aku berpikir itu adalah yang terbaik dari semua hubungan.” Ucap Brenda.
“Berjanjilah untuk menjadi temanku ,mulai hari ini.” Ucap Ashlan.
Ashlan mengulurkan jari kelingkingnya, Brenda pun menyambutnya . Ashlan terlihat begitu senang dengan Brenda yang terbuka padanya.
“Baiklah kita hampir kehabisan waktu, segera habiskan ,makan siangmu dan kita akan segera melakukan meeting.” Ucap Brenda.
“Aku sudah selesai.” Ucap Ashland dan kemudian berdiri dan mengeluarkan dompetnya.
“Kau mentraktirku “ Tanya Brenda.
“Tentu saja, aku yang mengajakmu jadi sudah seharusnya aku yang membayar ini.” Ucap Ashlan.
“Baiklah terimakasih, lain kali aku yang akan mentraktirmu.” Ucap Brenda.
__ADS_1