Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Ayooo !!! Bangkittt !!!!


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah Brenda berkunjung ke Perusahaan GW, Brenda sering berdiam diri memandangi langit... melihat bintang terang yang pernah Gun Woo klaim sebagai dirinya..


"Jika kau memang bintang itu... Apakah kau melihat ku disini Gun Woo ??" tanya Brenda.


"Jika kau melihat ku sendiri disini mengapa kau tidak turun saja sebentar.." ucap Brenda.


Beberapa saat kemudian angin berhembus cukup kencang menerpa tubuh Brenda.


Langit mulai menutupi bintang bintang yang bertebaran..


" Sepertinya akan segera turun hujan...bye sayang... besok aku akan menemui Ayah mu.. dan mengucapkan kata terakhir mu untuk Ayah mu.." ucap Brenda.


Brenda tersenyum dan melakukan kiss bye pada bintang di langit.


*****Keesokan harinya, Brenda sudah menghubungi Ayah Gun Woo, mereka akan makan siang bersama.


Menjelang waktu makan siang Brenda sudah bersiap untuk menunggu ayah Gun Woo datang.


"Brenda ??" ucap Ayah Gun Woo


"Ayah?? silahkan duduk.. aku sudah memesan makanan kesukaan ayah." ucap Brenda


"Wah.. ternyata masih hafal yaa makanan kesukan ku.." ucap ayah Gun Woo.


"Tentu saja.. Gun Woo selalu mengingatkan ku akan apa yang disukai ayah." ucap Brenda.


"Terimakasih nak..." ucap Ayah Gun Woo.


"Ayah.. sebenarnya... ada yang ingin Brenda sampaikan.." ucap Brenda.


"Katakanlah.. Apakah kau butuh bantuan ayah ??" tanya Ayah Gun Woo


"Tidak.. bukan itu.. ini tentang Gun Woo.." ucap Brenda


"Ada apa ??"


"Ayah... sebenarnya, sebelum Gun Woo meninggal,Gun Woo mengucapkan sesuatu untuk Ayah.." ucap Brenda


"Untuk ku ??" tanya Ayah


"Iya... Gun Woo bilang dia sangat Bangga memiliki ayah seperti anda.." ucap Brenda.


Ayah Gun Woo yang semula makan dengan lahapnya, langsung terhenti, membuang muka dan mengusap matanya.


"Apakah ayah sedih ??" tanya Brenda


"Ah tidak... haaahh... ( menghela nafas ) Anak itu.. dia memang anak yang sangat manis sejak kecil.." ucap Ayah Gun Woo


"Anda sangat beruntung memiliki putra seperti Gun Woo.." ucap Brenda


" Nak... boleh Ayah bertanya ??" tanya Ayah Gun Woo


"Apa yah ??" tanya Brenda


"Apakah kamu sudah memikirkan bagaimana kamu melanjutkan hidup mu ??" tanya Ayah Gun Woo


Brenda menghela nafas panjang...


" Mungkin butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka ini.. tapi Brenda akan mencoba melanjutkan hidup Brenda." ucap Brenda .


"Bagus... kau harus memiliki tujuan hidup nak...."


"Benar ayah... " ucap Brenda


"Baiklah nak.. maaf ayah sedikit terburu buru, ayah harus segera kembali meeting.." ucap Ayah Gun Woo


"Baiklah .. ayah hati hati di jalan... selalu sehat dan bahagialah.." ucap Brenda.


"Kau juga.. dan terimakasih sudah menyampaikan hal itu.. aku sangat senang..." ucap Ayah Gun Woo


Ayah Gun Woo berlalu, tak lama kemudian Brenda juga Bergegas pergi kembali ke Perusahaan Hoki Grup.

__ADS_1


****


Hari ini adalah tepat 1 tahun kepergian Gun Woo... Brenda sudah nampak seperti biasa saja bahkan dia sangat ceria, tanpa seorang pun menyadari jika diam diam dalam gelap malam Brenda selalu menangis tersedu sedu di dalam lemari, dengan membenamkan wajahnya di bantal, sehingga tidak ada seorang pun yang tahu akan kesedihannya.


"Sayang... aku lelah... luka ini seperti semakin dalam saat aku menangis sendiri disini.." ucap Brenda


"Aku bahkan kehilangan warna dunia ku.." ucap Brenda


Kemudian Brenda keluar dari dalam lemari dan duduk di pojokan kamar dengab sebuah lampu tidur menemaninya, dia memutar musik, yang dianggapnya pas dengan suasana hatinya...


🎶


Yakinkah ku berdiri


Di hampa tanpa tepi


Bolehkah aku


Mendengarmu


🎶


Terkubur dalam emosi


Tak bisa bersembunyi


Aku dan nafasku


Merindukanmu


🎶


Terpuruk ku di sini


Teraniyaya sepi


Dan ku tahu pasti


🎶


Dalam hidupku


Kesendirianku


🎶


Teringat ku teringat


Pada janjimu ku terikat


Hanya sekejap ku berdiri


Kulakukan sepenuh hati


Peduli ku peduli


🎶


Siang dan malam yang berganti


Sedihku ini tak ada arti


Jika kaulah sandaran hati


Kaulah sandaran hati


🎶


Inikah yang kau mau


Benarkah ini jalanmu

__ADS_1


Hanyalah engkau yang ku tuju


Pegang erat tanganku


Bimbing langkah kakiku


Aku hilang arah


Tanpa hadirmu… ( Letto, Sandaran Hati ) 🎶


******


Keesokan harinya...


"Mami... " ucap Brenda saat sarapan pagi.


"Iya Bren??" tanya Mami


"Boleh tanya sesuatu.." ucap Brenda


"Boleh .." ucap Mami singkat.


" Dimana Gun Woo disemayamkan ??" tanya Brenda


"Hah ??? Ke kenapa bren ?? tumben kamu tanya gitu.." ucap Mami.


"Iya... Brenda belum pernah datang kesana... Brenda ingin pergi kesana.." ucap Brenda.


"Tapi kamu baik baik saja kan ??" tanya Mami


"Tentu.. aku sangat baik baik saja.." ucap Brenda.


"Baiklah, Gun Woo disemayamkan di TPU Pondok Cinta " ucap mami.


"Baiklah.. Brenda akan segera pergi kesana..." ucap Brenda.


"Hati hati ya nak.. " ucap Ayah..


"Pasti ayah... bye mami.. bye ayah.." ucap Brenda


Brenda segera melajukan mobilnya menuju TPU Pondok Cinta.


45 menit kemudian Brenda sampai.


Dia segera mencari tempat Gun Woo disemayamkan...


10 menit kemudian Brenda menemukannya, dengan Foto Brenda menempel di makamnya.


"Gun Woo.... ( Hendak menangis ) Hai sayang... maaf aku baru sampai disini... melihat mu disini.." ucap Brenda.


"Bagaimana kabar mu di dalam sana.. baik kan ??" tanya Brenda lagi.


"Awalnya kurasa aku tidak akan bisa sanggup datang kemari.."


"Namun.. aku sudah lelah dengan keadaan ini.. sangat kelam dan hitam.."ucap Brenda sambil menitihkan air mata


"Aku tidak akan pernah bisa melupakan mu... tapi aku harus kembali melanjutkan hidup ku.."


"Aku akan sering datang kemari... aku akan bahagia seperti yang kau inginkan.." ucap Brenda


Kemudian, Brenda berdoa berlama lama disana... dan segera kembali ke mobilnya dan pergi.


Brenda Pulang ke rumahnya dan segera membersihkan seluruh kenangan Gun Woo, dengan memberikannya kepada orang orang yang membutuhkan... dia merasa hanya dengan ini dia bisa mengikhlaskan Gun Woo.


"Nak.. kamu yakin.." ucap Ayah


"Yakin yah.. hidup Brenda akan segera Brenda mulai kembali..." ucap Brenda


Ayah Brenda tersenyum melihat perubahan dari putrinya itu.


*********

__ADS_1


__ADS_2