
Keesokan harinya...
Mellyta pergi ke rumah Gun Woo menunggunya hingga keluar.
2 jam kemudian... Gun Woo keluar rumah mengendarai mobilnya menuju Gedung Pondok bunga Matahari .
Mellyta yang melihat Gun Woo langsung menghadang mobil Gun Woo dengan berdiri di depan mobil Gun Woo, Gun Woo yang malas menanggapinya tidak mau keluar dari mobilnya dan hanya mengklakson Mellyta berkali kali.. namun sayangnya Mellyta tidak bergeming sebelum Gun Woo keluar dan mau bicara padanya.
Akhirnya Gun Woo memilih untuk keluar dan berbicara dengan Mellyta.
"Ehmm.. Gun Woo... hanya kau yang mengerti aku.. ku mohon jangan menikah dengannya... dia bahkan bisa menikah dengan siapapun, namun aku tidak..." ucap Mellyta memohon.
"Apa yang kau katakan Mell... aku tidak pernah mencintai mu.." ucap Gun Woo
"Aku berjanji akan membuat mu mencintai ku.. ku mohon berikan aku kesempatan.." ucap Mellyta.
"Kesempatan untuk apa ??? Untuk menyakiti wanita yang ku cintai maksud mu ??" tanya Gun woo.
"Kau sudah lama mengenal ku.. bahkan saat seluruh dunia menyalahkan ku, kau bahkan tahu, siapa dalang yang membuat ku seperti ini.." ucap Mellyta.
"Maaf Mell.. aku tidak mencintai mu, dan aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada mu.. maafkan aku.." ucap Gun Woo
Mellyta yang menyedihkan itu masih terus berharap dan memohon pada Gun woo. Setelah lama berbicara.
Gun Woo beranjak pergi meninggalkan Mellyta yang masih menangis tersedu sedu.
"Gun Woo... tolong.. jangan pergi.. tidak bisakah kau merasa iba pada nasib ku yang teramat buruk ini.. kau tahu.. aku sudah berkali kali dijual oleh ayah ku.. " ucap Mellyta
Gun Woo merasa percakapan ini tidak akan pernah berhasil, jadi Gun Woo memilih untuk pergi meninggalkan Mellyta.
"Tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku Gun Woo.. !!!" teriak Mellyta.
Mellyta mulai mengambil senjata yang dia dapatkan dari seseorang yang tidak lain adalah Frisya.
Mellyta mulai menembakkan tembakan pertamanya namun gagal..
Tidak menyerah, Mellyta kembali menembakkan tembakan ke duanya pada mobil Gun Woo.
Hal itu membuat Gun Woo terhenti dan kembali berbicara dengan Mellyta.
Mellyta senang, karena berpikir bahwa Gun Woo akan merubah pemikirannya. Namun salah, ternyata Gun Woo menjadi marah dan kasar.
Apa yang kau lakukan !!!! "-ucap Gun Woo sambil menyentuh pundak Mellyta keras.
__ADS_1
Kecewa dengan sikap Gun Woo tapi tidak mau menyerah.
"Kau tahu siapa aku, bagaimana gilanya aku... jika kita tidak bisa bersama, maka tidak ada siapa pun di dunia ini yang boleh bersama mu selain Aku..." ucap Mellyta keras.
"Kau sangat egois Mell kau bahkan tidak sungguh sungguh mencintai seseorang..." ucap Gun Woo
"Kumohon Gun Woo... aku memang egois dan gila... tapi aku mencintaimu.. tolong mengertilah..." ucap Mellyta kembali memohon.
Gun Woo semakin muak dengan percakapan ini, baginya tidak ada gunanya berbicara dengan Mellyta, Gun Woo kembali meninggalkannya.
****
Rumah Frisya...
"Friss.. ini hari terakhir, besok sudah hari pernikahan Brenda.. apa kau akan diam saja dan terus menikmati teh mu ?" tanya Rama.
"Ya begitulah " ucap Frisya dengan senyum manisnya.
"Apa kau tidak menggunakan gadis itu ?" tanya Rama.
"Sudahlah... kau diam saja, kuharap semua berjalan sesuai keinginan ku.. " ucap Frisya.
Rama mengangguk ria.
*****
"Jedduaarrrr!!!!!!" Suara tembakan ke 3 dari arah belakang mengarahkan langsung ke kaca belakang mobil Gun Woo dan menembus jok depan, dan pas berhenti mengenai bahu Gun Woo sebelah kanan.
"Aaaaaaaaaahh..!!!!" Pekik Nyaring Gun Woo merasakan sebuah peluru menancap di bahu nya.
Mellyta yang belum puas, hendak kembali menembak dengan membabi buta, namun sayangnya setelah tembakan ke 3 pelurunya habis.
"Siaallll !!!! Sial, sial, sial...!!! tidak berguna !!!" Mellyta mengamuk karena pelurunya habis.
Mellyta menelpon Frisya..
"Haii bodoh !!! mengapa hanya ada 3 peluru.. !!!!" ucap Mellyta.
"Hahahaha... Hai, jangan marah.. aku memang sengaja hanya memberi mu 3 peluru, aku tahu kau itu gila jadi aku hanya memberikan mu 3x kesempatan saja agar tidak banyak jatuh korban karena kegilaan mu itu.." ucap Frisya Terkekeh lega karena sudah mempermainkan Mellyta.
"Kauu.. hiks.. hikss.. hikss.. sungguh.. " mellyta tidak melanjutkan ucapnya dan mematikan teleponnya.
"Owwh, apa yang terjadi selanjutnya ?? Haha " ucap Frisya sambil menari kegirangan.
__ADS_1
Segalanya berlanjut, Mellyta menabrak nabrakakan mobilnya pada mobil Gun Woo hingga akhirnya terbalik dan mobil Gun Woo terseret, sedangkan mobil Mellyta juga terikut terbalik dan meninggal di tempat.
Sedang Gun Woo ...
"Ya.. tuhann.. Gun Woo.... aaaaaa... siapapun.. tolong.... hiks.. jika..hiks.."
Setelah beberapa saat kemudian Brenda berhasil mengeluarkan Gun Woo dari dalam mobil.
Brenda tidak berhenti memeluk erat Gun Woo sambil menangis. Sayangnya Gun Woo sudah tidak bergerak sedikit pun, hanya tangannya yang sempat memegang tangan Brenda sebelum akhirnya terlepas.
"Gun Woo....... jangan lakukan ini pada ku... tolonggggggggggggggg.." Brenda meraung raung sekuat sekuatnya.
******
"Friss.. aku mendapatkan kabar jika ada hal buruk yang terjadi pada Gun woo, apa tidak sebaiknya kau datang pada Brenda ?" tanya Rama.
"Baiklah, aku akan pergi kesana... " ucap Frisya
***
Frisya berangkat ke rumah Brenda, saat hendak melangkah masuk, langkah Frisya terhenti karena suara tangisan dan kesedihan terdengar dari dalam rumah, terdengar sangat menyayat hati.
"Gun Woo.. mami... mami... Bagaimana bisa mami..." ucap Brenda sambil sesegukan tubuhnya teramat sangat lemah.
"Ini kenyataannya sayang... Gun Woo pergi dalam damainya... kuatkan hati mu.. Jika kamu sanggup melihatnya, mari berangkat, jika kamu tidak mampu, sudah tinggallah saja." ucap Mami.
"Biar aku disini, aku tidak mampu melihatnya.." ucap Brenda masih terus menangis berharap ini hanya mimpi .
"Brenda benar benar mencintainya, percuma aku disini... dia tidak membutuhkan ku.. lebih baik aku pergi jauh.. " ucap Frisya tanpa rasa bersalah, sambil kembali masuk ke dalam mobilnya dan pulang.
****
Rumah Frisya...
"Friss... Bagaimana apa yang terjadi pada Brenda.. " ucap Rama.
"Jangan cerewet, sudah siapkan segalanya kita akan pergi ke Rio malam ini.. " ucap Frisya
"Malam ini ?" tanya Rama.
"Apa kau ingin mendengar aku mengulang ucapan ku ?" ucap Frisya sinis.
"Ti.. tidak... " ucap Rama terbata.
__ADS_1
*******