Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Aku yang Mudah Jatuh Cinta.


__ADS_3

Keesokan paginya...


Aku seperti bangun dengan Semangat baru, seperti ada hal menyenangkan yang akan terjadi hari ini.


"Hari ini anda nampak lebih segar dan berseri seri Nona Brenda." Sapa bik Sora menyapa ku di meja makan.


"Ya, hari ini aku merasa sangat sehat dan sangat bahagia." hihi jawabku sambil tersenyum sendiri.


"Wahh, sepertinya pengobatan dari Dokter Sadid benar benar mujarab yaa, padahal kemarin anda nampak begitu sakit, lebih sakit dari orang sakit. namun hari ini, segar bugar tanpa beban. saya turut senang Nona." bik Sora sambil menitihkan air mata.


"Ah, bibik berlebihan dehh, aku kan cuman panas dikit doang." sambil menikmati sarapan ku.


"Sakit badan mudah di obati Nona, tapi jika yang sakit itu hati, bahkan dunia yang indah akan hampa dan muram." dia mulai berpuitis hihihi.


"Alah yang penting hari ini aku akan pergi ke kantor dan memeriksa segalanya seperti kebiasaan ku." aku berkata dengan Semangat baru.

__ADS_1


"Tetaplah berbahagia selalu Nona." dai menitihkan air mata lagi.


"Yaya, aku berangkat dulu bik Sora."


"Baik Nona ini, kunci mobil Nona."


Aku langsung berangkat, sampai disana aku langsung masuk ke ruangan ku. ternyata disana sudah ada Richard. Saat pertama kali melihatnya hari ini, aku kaget dengan perasaan ku. Aku bahkan tidak marah, sedih ataupun kecewa pada Richard, yang ada hanyalah perasaan biasa, seperti pada teman dan pegawai ku yang lain.


"Hai Richard, ada apa kau kemari ? ada masalah kah dengan kerjasama nya ?" Aku malah menyapanya dengan wajah biasa saja, seperti tak pernah ada masalah diantara kami.


"Brenda, malam ini aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan mu aku merasa sangat bersalah padamu, aku berjanji aku akan mengubah sifat ku, dan kita akan segera menikah." Richard mulai kembali meminta maaf dari ku.


"Bagaimana bisa semudah itu kau melupakan ku, aku masih mencintai mu, kau bahkan tertawa untuk perasaan ku." Richard mulai berkaca kaca.


"Astaga kau ini Richard, laki laki macam apa, mengapa kau mudah sekali menangis. apakah kau serapuh itu ??" ucapku kesal karena beberapa kali melihatnya menangis.

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak menangis jika wanita yang kucintai menertawakan cinta ku"


"Astaga, bukan aku yang menertawakan dirimu, tapi ketidak setiaan mu yang sesungguhnya menertawakan mu. Sudahlah semua sudah berakhir, kita tetap menjadi teman dan kolega dalam bisnis, bukan dalam hal percintaan. aku mulai muak membahas ini berkali kali." ucapku tegas


Dia kemudian bergegas pergi dengan tangan yang menggenggam.


Lalu kemudian ada panggilan masuk. ternyata dari dokter Sadid.


"Halo"


"Hai Nona Brenda bagaimana keadaan mu hari ini ? aku bermaksud mengajak mu makan siang."


"Kabar ku hari ini sangat segar bugar, baiklah mari kita makan siang bersama di restaurant Bold siang ini."


"wah mood mu baik sekali hari ini, baiklah sampai bertemu nanti, see u.."

__ADS_1


"see u dokter Sadid."


Aku lekas menyelesaikan pekerjaan yang sempat terbengkalai karena kemarin. setelah selesai aku segera pergi menuju gerai gerai emas ku seperti biasanya. mereka menyambut ku dengan antusias demi kemajuan bisnis ki tentunya. Bersambung........


__ADS_2