
Keesokan harinya, seperti biasa Brenda bangun pagi dan segera bersiap datang ke perusahaan Hoki Grup .
"Mami, aku berangkat bekerja dulu... " ucap Brenda.
"Iya, hati hati ya nak... " ucap Mami.
"Tiba tiba mobil seseorang menghentikan langkah Brenda untuk berangkat.
"Selamat pagi gadis ku ??" ucap Frisya dengan setangkai bunga mawar.
"Idih, pagi pagi.. " ucap Brenda sambil tersenyum.
"Bunga yang cantik untuk gadis paling cantik.. " ucap Frisya
"Kamu bisa aja mas Frisya.." ucap Brenda malu.
Tiba tiba dari dalam rumah...
"Frisya... anak ganteng.. !!!" teriak mami.
"Astaga... sepertinya aku akan terlambat hari ini.." ucap Brenda
"Mami... Frisya kangen.." ucap Frisya.
"Duh, kamu kesini palingan cuman mau ketemu sama Brenda yaa.." ucap mami cemberut.
"Gimana mau ketemu Brenda jika seperti ini, sedang mami lebih cantik dari Brenda.." ucap Frisya gombal.
"Idih... klop amat sama calon mantu.." ucap Brenda melirik mereka berdua yang sangat akrab.
"Mantu ?"tanya mami Brenda.
"Iya mami... akhirnya..." ucap Frisya
"Akhirnya apa nak ??" tanya Mami sedikit tidak percaya.
"Akhirnya Brenda menerima cinta Frisya, bahkan meminta untuk segera menikahinya.." ucap Frisya
"Kamu serius Brenda ??" tanya Mami.
"Iya domg mii, aku kan udah janji, bakalan segera menikah.. " ucap Brenda
"Wah... selamat ya Frisya ku.. jadi kapan kalian akan bertunangan ?? atau langsung menikah saja ?" tanya mami.
__ADS_1
"Ya bertunangan dulu lah mii, nanti kami malah di gosip kan yang nggak nggak karena menikah dengan terburu buru.." ucap Brenda
"Ah, baiklah terserah kalian, yang pasti mami sekarang lagi seneng banget, ayo masuk.. kalian gak boleh bekerja hari ini.." ucap mami.
"Hah ~~ mi.. aku harus pergi... " ucap Brenda
"Kau seorang bosnya Brenda... kau bisa meminta asisten mu menggantikan kamu seperti biasanya "ucap Frisya
"Ayo mami, kita masuk dan berbincang tentang banyak hal.." ucap Frisya
"Hah~ belum apa apa bahkan aku sudah kalah.. " celetuk Brenda
Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang dan minum teh bersama hingga tengah hari, terlihat Frisya amat sangat bahagia, hanya senyum dan tawanya saja yang menghiasi bibirnya.
Mereka menutup percakapan mereka dengan makan siang, setelah makan siang mami berpamitan untuk pergi arisan dengan ibu ibu kompleks.
"Bye mi... hati hati.." ucap Frisya, sedang Brenda hanya melambaikan tangannya.
"Mas Frisya, keatas yuk... aku pengen istirahat di balkon kamar.." ucap Brenda
"Apa kau butuh sesuatu dek ?" tanya Frisya
"Tidak, aku hanya butuh istirahat.." ucap Brenda sambil menaiki anak tangga.
"Kamar mu sangat harum ?" ucap Frisya
"Iya, harum dan rapi.." ucap Brenda
"Nanti saat kita sudah menikah, mas akan beli sebuah mansion, dan kita akan memiliki 6 pasang anak kembar, bagaimana ?" ucap Frisya
Brenda membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"6 pasang ? Apa mas kira aku ini mesin pembuat anak " tanya Brenda
"Aku ingin anak yang banyak darimu, mereka akan cantik dan tampan seperti Daddy dan Mommynya." ucap Frisya
"Kau sungguh menakuti ku saja mas.." ucap Brenda
"Pemandangan dari sini terlihat sangat asri, pantas kamu seneng banget disini.." ucap Frisya
" Iya mas, disini tempat favorit ku.." ucap Brenda sambil bersantai di sofa santai.
Brenda meregangkan kakinya yang mulai pegal, tubuhnya sedikit dia regangkan juga membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas.
__ADS_1
Frisya yang melihat itu seperti kepanasan.
"Tahan Fris, tahan... kau harus bersabar agar dia tidak menjauh lagi darimu.. " ucap Frisya dalam hati.
"Mas, duduklah disini.. kaki ku sangat pegal ." ucap Brenda
"Baiklah mas akan memijatnya untuk mu.." ucap Frisya
Frisya mulai memijat kaki Brenda dengan lembut.
"Duh enaknya.. " ucap Brenda sambil memejamkan mata.
"Kau bahkan masih sangat cantik seperti saat kita pertama kita bertemu lagi, seperti mimpi bisa bersama mu dan mendapatkan hati mu lagi Bren.." ucap Frisya
"Aku berharap, semoga kita berjodoh sampai akhir mas... aku cinta kamu.. " ucap Brenda sambil mencium kening Frisya.
Mata Frisya terbelalak kaget, dia benar benar merasa dibawa terbang oleh Brenda..
"Brenda... boleh aku mencium mu ?" tanya Frisya
"Lakukanlah.. " ucap Brenda sambil memejamkan mata.
"Oouhh " teriak hati Frisya mendapatkan lampu hijau.
Frisya langsung menciumi Brenda tanpa ampun seluruh wajahnya, Beberapa kali Brenda sampai kehabisan nafas.
Bukan Frisya namanya jika hanya berhenti dengan ciuman bibir. ciumannya yang awalnya terasa lembut dan manis yang membuat Brenda ikut menggila kini menjadi ciuman kasar yang terus mencoba menjelajah bagian tubuhnya.
"Hentikan mas Frisya... " teriak Brenda
"Uuhh.. " ucap Brenda kelepasan berucap.
"Sedikit lagi sayang..." ucap Frisya .
"Bagaimana cara menghentikannya, tolong.. " pekik Brenda dalam hati.
"Jika kamu menolak untuk melanjutkannya kamu boleh pergi, kalau kamu ingin melanjutkannya katakan, kali ini mas gak akan memaksa." ucap Frisya
"Kita lanjutkan nanti setelah pernikahan saja ya sayang... kumohon.." ucap Brenda
Frisya seperti kecewa dengan jawaban Brenda, dan segera menyingkir dari tubuh Brenda.
Brenda segera berlari, dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
******