
Setelah Serllyta pergi, Brenda datang mendekati Frisya yang sedang duduk masih dengan wajah kesalnya.
"Mas... Mas Frisya... " ucap Brenda sambil mencolek bahu Frisya.
Tiba tiba...
"PERGI KATAKU !! " ucap Frisya sambil berteriak.
Brenda kaget setengah mati, jus ditangannya pun terjatuh. Frisya langsung terperanjat kaget saat melihat ternyata yang baru saja di bentaknya adalah Brenda.
"Dek... Bren... " ucap Frisya
Brenda mematung, air matanya menetes, Brenda berlari pulang secepat yang dia bisa.
"Ah sial !!!" gerutu Frisya sambil mengejar Brenda.
"Brenda berhenti... Dek... " ucap Frisya dari arah belakang.
Tiba tiba tanpa sengaja kaki Frisya menginjak botol dan terjatuh.
"Aah... Aduuh..." Frisya kesakitan..
Brenda mendengarnya dan berbalik.
Rasanya tubuhnya ingin tetap pergi berlari, namun hatinya tidak sanggup untuk meninggalkan Frisya sendiri.
Terpaksa Brenda kembali, kemudian membantu Frisya berdiri, dan pulang membopong Frisya.
"Maafkan mas... " ucap Frisya
Brenda terdiam, hatinya sungguh kesal.
Sampai dirumah....
Frisya duduk di ruang tamu. Brenda mengambil kompres untuk kaki Frisya..
"Apa kamu marah ?" tanya Frisya
"Diamlah... aku rasa sudah hobi mu meneriaki orang lain.. " ucap Brenda ketus.
"Mas pikir kamu tadi Serllyta.. " ucap Frisya
"Sudahlah lupakan... sepertinya aku akan hidup dengan sedikit bentakan bentakan keras dari mu.. " ucap Brenda
"Kamu benar benar marah ?" tanya Frisya
Brenda masih terdiam...
__ADS_1
Frisya memegang kedua tangan Brenda.
"Tatap mas.. " ucap Frisya
Brenda menatap Frisya tanpa ragu ragu.
"Mas tidak sengaja melakukannya... bisakah kamu mengerti ?" tanya Frisya
Brenda masih terdiam dan melanjutkan mengompres kaki Frisya.
"Gadis ini, sungguh sungguh mencoba kesabaran ku.. " ucap Frisya sambil menarik tangan Brenda dan membuatnya duduk di pangkuan Frisya.
Frisya mulai ******* kasar bibir Brenda.
"Apa yang dia lakukan... Kasar dann... emmmmhh... aku menikmatinya.. " ucap Brenda dalam hati sambil sedikit tersenyum.
Frisya menyadari senyum istrinya itu.
"Kau menyukainya ?" tanya Frisya
Brenda mengangguk malu malu.
"Gadis nakal... " ucap Frisya sambil melanjutkan cumbuan kasarnya pada Brenda.
"Sungguh... ini baru yang disebut kenikmatan... ahh.. mas Frisya kau membuat ku melayang.. " ucap Brenda dalam hati sambil menikmati cumbuan suaminya.
*****
Frisya berjalan dengan sedikit kesulitan mendatangi Brenda yang duduk terdiam sambil minum teh Hijau favoritnya.
"Masih marah ?" tanya Frisya dari belakang.
"Kau tahu... hati ku rasanya sangat rapuh.. mengapa kamu sering membentak ku ?" tanya Brenda
"Maaf sayang, mas sedang kesal.. lain kali mas berjanji tidak akan pernah membentak kamu lagi.. " ucap Frisya
" Berjanjilah... " ucap Brenda
" Iya.. janji kelingking yaa.. " ucap Frisya
Brenda tersenyum...
"Wah, sepertinya kaki mas sudah sembuh... " ucap Frisya
" Benarkah ?" tanya Brenda
"Benar, baru saja kamu obati barusan... " ucap Frisya
__ADS_1
" Oh, kompres tadi ? kamu benar, itu memang mengurangi peradangan" ucap Brenda
"Bukan, bukan itu... " ucap Frisya
"Lalu ?" tanya Brenda
" Senyum manis mu itu Bren, obat paling mujarab untuk mas.. " ucap Frisya
"Halah... gombal terooss.. haha " ucap Brenda sambil tertawa melihat hal garing yang dilakukan suaminya.
"Mas tadi melihat beberapa pasangan suami istri, mereka bermain dengan bahagianya bersama anak anak mereka, sekarang mas mengerti mengapa kamu ingin segera memiliki momongan... " ucap Frisya
Brenda menyentuh pipi suaminya..
"Maka dari itu, segeralah sembuh... kita buat rumah ini menjadi sangat ramai dengan Frisya junior, aku mendambakan melahirkan banyak anak dari kamu mas.. " ucap Brenda
"Baiklah, mas akan segera sembuh, tunggu sebentar lagi... kita akan membuat hingga rumah ini serasa terasa sesak dan bising.. " ucap Frisya
"Bising ? haha seperti bengkel motor yak.. haha.. " ucap Brenda
" Yaa, kamu tahu... Mas akan menjadi Ayah Hot dan Ayah paling bahagia.. " ucap Frisya
"Benarkah ?" tanya Brenda
"Benar... coba bayangkan, saat rumah ini dipenuhi dengan Frisya junior, saat mas pulang bekerja, tiba tiba mereka saling berbutan menyambut mas, ada yang meminta gendong, cium, peluk, dan malam harinya setelah menidurkan mereka, mas habiskan malam yang panjang untuk kamu sampai pagi hahaha, bukankah itu impian yang sangat indah... " ucap Frisya sambil tertawa bahagia membuat gambaran tentang masa depan nya.
"Hahaha, mas Frisya kamu sangat lucu... " ucap Brenda
"Mana mungkin kamu bisa bertahan dengan hidup seperti itu.. " ucap Brenda cekikikan.
"Ah, itukan menurut kamu dek... " ucap Frisya tidak mau kalah.
" Baiklah terserah mas saja.. " ucap Brenda masih tertawa geli melihat tingkah suaminya.
"Tapi... bagaimana tadi dengan pemanasan yang mas lakukan ? " goda Frisya.
"Idih.. apaan coba pemanasan apa ?" ucap Brenda sambil tersenyum malu malu.
" Haha.. kamu menyukainya yaa.. mau lagi ??" ucap Frisya masih menggoda Brenda.
"Ih, mas Frisya bikin aku malu..." Ucap Brenda.
" Mas sangat bahagia bisa hidup berdampingan dengan mu seperti ini, hiduplah bahagia bersama mas selamanya " ucap Frisya
"Aku memiliki harapan yang sama dengan kamu mas.. " ucap Brenda sambil memeluk suaminya dengan hangat.
******
__ADS_1