
"Kai... Apa yang terjadi padamu ?" tanya Brenda pada Kai yang masih terbujur lemah tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, Kai tersadar..
"Astaga... Bagaimana ini ?? apa yang harus aku katakan padanya.. " ucap Brenda melihat Kai mulai merintih kesakitan di lengannya.
"Apa terasa sangat sakit Kai ?" tanya Brenda
"Kau disini ?" tanya Kai.
"Iya, aku menunggu mu sejak tadi.. " ucap Brenda
" Bukankah ini malam pertama kalian ?" tanya Kai.
"Sudah, jangan membahas tentang ku... Coba katakan, bagaimana bisa sampai seperti ini ?" tanya Brenda
"Aku... Aku merasa hati ku seperti kehilangan sesuatu, jadi aku pulang dengan berjalan kaki, eh ternyata di jalan aku malah bertemu dengan preman dan, entahlah sepertinya mereka memukul ku.. " ucap Kai.
"Lalu ? bagaimana perasaan mu sekarang ?" tanya Brenda
"Cukup baik berkat mu.. " ucap Kai.
"Aku bersungguh sungguh Kai.. " ucap Brenda
" Sungguh, ini hanya luka kecil.. " ucap Kai.
" Baiklah jika begitu, aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat mu kaget.. " ucap Brenda bingung bagaimana cara memberitahukan tentang ayahnya yang tiada.
Kai mencoba berdiri sambil memegangi luka pada lengannya.
"Apa yang kau lakukan Kai ?" tanya Brenda
"Aku melihat mu melamun, pasti kau khawatir... padahal aku baik baik saja.. " ucap Kai.
"Tidak.. bukan itu... " ucap Brenda
"Lalu ? Apa ada hal lain ?" tanya Kai.
"Hm... itu, tentang ayah mu... " ucap Brenda
" Mengapa ? ada ap dengan ayah ? " tanya Kai kaget.
Brenda memeluk Kai dengan hangat menenangkan.
"Ada apa Bren ?" tanya Kai mulai panik dengan sikap Brenda.
__ADS_1
"Maafkan aku Kai, tapi kau harus tahu... " ucap Brenda sambil mengelus punggung Kai.
"Ayah mu sudah tiada, dia terkena serangan jantung. " ucap Brenda lirih.
Deg !!
Deg !!
Kai langsung tidak sadarkan diri.
"Kai... Kai... " teriak Brenda
Beberapa perawat datang dan langsung memeriksa keadaan Kai.
Beberapa saat kemudian...
"Apa yang terjadi pada Kai sus ?" tanya Brenda
" Sepertinya tuan mengalami shock berat nona Brenda. " ucap Seorang perawat.
Beberapa saat kemudian Kai tersadar..
"Kai kau baik baik saja ?" tanya Brenda
Brenda mengangguk, Kai memejamkan matanya hatinya hancur.
"Bisa kau antar aku kesana ?" tanya Kai
"Apa kau mampu Kai ?" tanya Brenda dengan mata berkaca kaca merasakan kesedihan Kai.
"Aku harus pergi kesana... " ucap Kai sambil berjalan tertatih dengan di bopong Brenda.
******
Rumah Duka.
"Tuan, aku ikut sedih atas kematian tuan Kim.. " ucap seorang pelayat.
"Terimakasih, tolong maafkan segala kesalahan nya.. " ucap Frisya
Setelah semua pelayat duduk, Frisya masih memandangi peti mati milik tuan Kim.
" Pergilah dengan tenang, jangan terlalu memikirkan Kai, aku akan mengurusnya dengan baik. " Ucap Frisya.
" Kau tahu... keberuntungan selalu di pihak ku, Brenda menjadi milik ku, Kai juga menjadi milik ku, dan Boom&Food juga tetap milik ku... seharusnya kau tidak perlu mengungkit masa lalu, agar kau bisa hidup lebih lama.. " ucap Frisya
__ADS_1
Tiba tiba....
"Aaaaayyyaaaahhhhhhhhhh !!!!!!!!! " teriak Kai melihat ayahnya terbujur kaku.
"Tabahlah Kai, paman sudah tenang.. " ucap Frisya
"Bagaimana ayah bisa pergi secepat ini... Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup ku ayah.. !!!" teriak Kai tidak percaya dengan kepergian sang ayah.
Brenda tidak sanggup melihat ini semua, dia teringat Gun Woo.
" Mungkin jika saat itu aku hadir pada pemakaman nya, aku pasti akan menjadi seperti Kai.. " ucap Brenda dalam hati sambil menangis sesegukan.
"Sudahlah Kai, kuasai dirimu... kau masih memiliki kakak.. " ucap Frisya
"Oh Astaga... apa yang harus aku lakukan tanpa ayah.. " tangis Kai.
Bagi Kai, Ayah adalah segalanya...
Kai sangat dekat dengan sang Ayah, Kai adalah anak kebanggaannya, Banyak kenangan kenangan indah Kai dengan sang Ayah, sejak kecil Kai sudah menyukai seni tari dan Vocal. Ayahnya sangat mendukung semua yang dilakukan Kai. hal ini membuatnya sangat terpukul .
Kai menangis cukup lama di depan ayahnya membuat siapapun yang melihatnya terikut merasakan kesedihannya.
Brenda yang sedari tadi menunggui Kai yang sedang menangis, melihat Kai mulai berhenti berair mata, Brenda mulai mendekat.
Brenda memeluk Kai dengan hangat, pelukan semangat dari seorang sahabat bagi Brenda, sedang bagi Kai ini adalah pelukan hangat dari seorang yang dia cintai.
"Tabahkan hatimu, aku tahu bagaimana perasaan mu karena aku pernah ada di posisi ini, sangat sulit menerima keadaan tapi ini benar benar hidup yang kejam.. " ucap Brenda sambil memeluk dengan erat Kai.
"Terimakasih... Hati ku rasanya hancur, ayah pergi terlalu cepat.. " ucap Kai.
"Kau harus segera bangkit, jangan terlalu lama bersedih, itu akan melukai jiwa mu.. " ucap Brenda sambil melepaskan pelukannya.
Brenda kembali duduk di sebelah Frisya.
"Dek... " ucap Frisya
"Iya mas Frisya.. " ucap Brenda
"Nanti saat pulang, peluk aku lebih lama dan lebih erat dari kamu memeluk Kai ya.. " ucap Frisya
" Aku akan memeluk mu, selama kau jadi milik ku.. " ucap Brenda
Frisya mencium kening Brenda dengan lembut.
********
__ADS_1