
Sepanjang perjalanan menuju panti asuhan, kenangan kenangan Brenda seperti nyata di hadapannya, membuatnya terlena.
Brenda merasa sedang bermain dengan seorang anak perempuan dan mereka berjanji akan menjadi sahabat selamanya..
Tiba tiba Brenda melihat seorang anak laki laki berdiri di seberang mereka, menatap mereka dengan tatapan menyeramkan.
"Siapa dia.. aku seperti mengenalinya.." ucap Brenda sambil melihat kearah anak lelaki itu.
"Nak... " ucap seseorang.
Deng !!
seketika menghilang mereka semuanya..
"Ah, anda mengagetkan saya.." ucap Brenda
"Kamu sedang berbicara dengan siapa ?" tanya seorang wanita itu.
"Hm... itu.. " Brenda kebingungan hendak menjawab apa.
"Ayo masuklah dulu.. Kamu siapa ? dan darimana akan pergi kemana ?" tanya Ibu itu.
"Saya ingin berkunjung ke panti asuhan ini bu.." Ucap sambil memperhatikan wajah ibu itu.
"Loh.. Ibu panti ya.. " ucap Brenda baru menyadari.
"Iya, kamu siapa nak ?" tanya Ibu panti asuhan
"Ibu lupa ? ayo tebak siapa saya.." ucap Brenda
"Kamu... Kamu... pasti kamu.. ( mikir keras ) kamu.. aahhh... ibu ingat sekarang.." ucap Ibu panti membuat Brenda bersemangat.
"Kamu.. artis yaa... " ucap ibu panti.
Diennggh !!!
"Kok artis sih bukk..." ucap Brenda geregetan.
"Lah siapa nak, ibu gak pernah lihat kamu kemari.. " ucap Ibu panti
"Ah, benar juga, pasti ibu panti juga lupa pada ku kan aku sudah dewasa sekarang." ucap Brenda sambil menggaruk kepalanya.
"Ini Brenda Ibuu... " ucap Brenda sambil tersenyum manis.
" Astaga... Brenda, kamu sudah besar nak " ucap Ibu panti sambil memeluk Brenda.
__ADS_1
"Mengapa tidak pernah datang lagi.." ucap Ibu panti.
"Setelah kami pindah Mami benar benar membuat Brenda sibuk Bu, bahkan untuk bermain dengan teman sebaya saya saja tidak sempat " keluh Brenda.
"Ibu senang kamu sehat dan bahagia seperti ini.. " ucap Ibu panti
"Brenda, lihat ini ( menunjukan sebuah album foto ) Kamu masih ingat, dulu kamu pernah merayakan ulang tahun kamu disini.." Ucap Ibu panti.
"Ulang tahun ?" tanya Brenda
"Kapan aku pernah merayakannya ?" tanya Brenda
"Kamu lupa ? baiklah coba kamu lihat ini banyak foto kamu bersama teman teman kamu, coba kamu sebutkan satu persatu nama mereka." ucap Ibu panti.
Didalam foto itu ada 20 anak dimana ada 17 anak perempuan dan 3 anak laki laki.
Sayangnya Brenda tidak bisa menyebutkan satu persatu nama mereka, Brenda hanya mengingat 3 nama.
"Maaf bu, Brenda lupa.. tapi Brenda yakin.. Ini adalah Mas Rakhman, ini Rama dan ini Bella yang nakal itu.. dimana sekarang dia berada.." tanya Brenda.
Ibu panti membelalakan matanya
" Brenda benar benar mengalami trauma.." Ibu panti dalam hati.
"Kamu ingat ini ? " tanya Ibu panti.
"Apa ini ?? kapan foto ini diambil ? bagaimana bisa Brenda terlihat sangat akrab dengan Bella ? bukankah Bella dulu sangat nakal pada Brenda ya bu ??" tanya Brenda
"Nak... sebenarnya ibu tidak ingin membuka luka lama, tapi Ibu tidak ingin kamu hidup dengan kesalahpahaman, karena mungkin ini bisa berakibat pada kamu suatu hari nanti.." ucap Ibu panti
Brenda terdiam tidak mengerti dengan ucapan Ibu panti.
"Ibu... Brenda sudah dewasa, ibu bisa mengatakan apapun jika itu tentang suatu kebenaran.." ucap Brenda
"Ini tentang Bella, Rakhman dan Rama.." ucap Ibu panti, datanglah besok.. Ibu akan mengatakannya besok.." ucap Ibu panti.
"Mengapa tidak sekarang ? " tanya Brenda
"Ibu takut kamu belum siap, nanti malam tidurlah dengan nyenyak, dan siapkan hati mu..." ucap Ibu panti.
Setelah itu Brenda pun pulang berbagai pertanyaan berkecamuk di kepalannya.
"Apa seberat itu... entahlah.." ucap Brenda saat hendak tidur malam ini.
*******
__ADS_1
Keesokan harinya...
"Brenda... ayo sarapan dulu nak.." ucap Mami.
"Hm... enak banget mii.. makasih makanannya.." ucap Brenda
"Sama sama, makan yang banyak.. Oh iya Brenda, bagaimana kemarin saat bertemu Ibu panti ? Apa katanya ?" tanya Mami
"Mami, Ibu panti aneh deh.. " ucap Brenda
" Aneh kenapa ??" tanya Mami
"Dia bilang ( "ibu tidak ingin membuka luka lama, tapi Ibu tidak ingin kamu hidup dengan kesalahpahaman, karena mungkin ini bisa berakibat pada kamu suatu hari nanti. " ) Brenda jadi takut " ucap Brenda.
"Benarkah ?? Ah iya beberapa waktu lalu juga mami sebenarnya bertemu dengan Ibu panti, tapi anehnya mami seperti tidak pernah mengenalnya dan tidak nyambung saat diajak bicara.." ucap mami
"Ibu panti bilang ini soal Rakhman, Rama dan Bela yang nakal itu.." ucap Brenda
"Ah mami penasaran... ya udah ntar kita kesana barengan aja gimana ? " tanya Mami
"Boleh mi...jadi mami juga gak penasaran kok kita jadi gak ngerti apa apa ya.." ucap Brenda
******
Siang harinya.
"Mi, ayah di tinggalin sendirian gak papa nih ?" tanya Brenda
"Iya, ayah mu sudah lebih baik, gimana ? udah ada kabar dari Frisya ?" tanya Mami.
"Belum, kayaknya agak berat masalahnya deh mi... " ucap Brenda
"Ya, semoga cepat selesai ya Bren.." ucap mami.
"Ya mi, semoga aja. " ucap Brenda
Brenda dan maminya sampai didepan panti asuhan.
Brenda memberi salam dan Ibu panti segera menyambut mereka berdua.
"Nyonya datang juga.. mari masuk.." ucap ibu panti.
"Iya, sepertinya ada yang kami lupakan disini, saya rasa ini tidak benar.." ucap mami.
*******
__ADS_1