
****
******
Mentari pagi bersinar dengan Cerahnya, cahayanya masuk melalui sela sela kaca jendela, memberikan efek dramatis untuk hari Bahagia ku ini.
Namaku Brenda Edelweis, hari ini aku akan melangsungkan pernikahan ku dengan seorang Pria baik idamanku, Frisya Frans. Pria matang yang mampu meluluhkan Hatiku, tidak hanya dengan parasnya yang begitu tampan. tapi juga kesabaran dan kerja keras, yang kurasakan selama Bertahun tahun dan juga masa kami bertunangan.
Aku sudah bersiap Dengan Perias Pengantin kepercayaan ku untuk memoles wajahku, agar nampak semakin cantik di hari Bahagiaku ini.
"Kau, sungguh gadis paling yang paling cantik yang mempercayakan riasannya pada kami, Nona Brenda" Ucap Pemilik Mua, memuji sampai matanya berkaca kaca.
"Terimakasih, tapi itu berlebihan" ucapku dengan senyum puas. kurasa Calon suamiku pun, akan terpanah melihat ku.
******
*****
Kai seseorang yang mungkin bisa dikatakan sebagai seseorang yang mengangumi ku, duduk sambil menatap ku dari kejauhan.
*****
****
"Apa aku terlihat begitu cantiknya sampai mata mu tidak sanggup berkedip " ucap Brenda
"Haha, aku tidak pernah menemui wanita seyakin dirimu.. " ucap Kai sambil mendekat.
"Bagaimana kabar mu hari ini Kai ?" tanya Brenda
"Tidak begitu baik.. " ucap Kai.
"Apa kau sakit ?" tanya Brenda
"Ah, tidak... Aku hanya berpikir bagaimana bisa aku membiarkan hati ku dilukai dengan cara seperti ini.. " ucap Kai
"Hai, ini hari pernikahan ku, bagaimana kau bisa mengatakan tentang hatimu.. " ucap Brenda kesal.
"Hm... Bren, coba kau pikir lagi.. apa kau benar benar tidak menyukai ku ? " tanya Kai.
" Aku menyukai mu Kai, kamu adalah adik dari calon suami ku, tapi sayangnya tidak lebih besar dari rasa suka ku pada kakak mu.. " ucap Brenda tegas.
__ADS_1
Kai terlihat sedih...
"Kai, kau tahu saat saat seperti ini terkadang aku berpikir andai aku dilahirkan kembar, pasti kau akan bersamanya sekarang.. " ucap Brenda
"Sekalipun kau kembar, aku masih tetap ingin bersama mu, biar dia dengan Frisya.. " ucap Kai
Brenda menggelengkan kepalanya.
"Pergilah dengan ku, ini kesempatan terakhir mu, sebelum kau jadi milik orang lain seutuhnya.. " ucap Kai
"Maaf Kai... tidak bisa, aku bukan orang seperti itu.. " ucap Brenda.
Percakapan yang berat antara aku dan Kai, sebenarnya aku tidak tega melihat kesedihan di wajahnya, namun di dunia ini bukankah kita tidak harus menjadikan segalanya menjadi milik kita, apalagi tentang pasangan.
Waktu menunjukkan pukul 09.00.
Waktu Pernikahan pun saatnya dilaksanakan.
Di tengah Halaman rumah, Ayahku sudah duduk berhadapan dengan Frisya untuk melaksanakan Akad Nikah. sedang aku, di dalam masih menunggu. dari dalam ruangan terdengar jelas...
"Saya terima Nikah dan Kawinnya, Brenda Edelweis dengan Mas Kawin, Seperangkat alat sholat, emas 1,996 gram serta uang sejumlah Satu miliar sembilan ratus sembilan puluh enam juta rupiah dibayar kontan." ucapnya dengan lancar dan tegas.
tak lama kemudian Ayah berucap.
"Bagaimana saksi ?? sahhh.... sahh ???"
"Saaahh, Saah, Saaahh...." sambut para saksi dan para undangan menyambut ucapan Ayahku.
Aku duduk, dan dengan malu malu menatap wajah suamiku. tidak terasa air mata bahagia menetes di kedua mataku. Pancaran Kebahagiaan yang terpancar dari wajah Frisya suamiku, yang di bersamaan dengan tawa, dan sorak Bahagia dari semua tamu undangan, seakan memberikan semua restu mereka pada kami. semakin membuat Pernikahan ini terasa sangat khidmat.
Hari ini, Frisya terlihat begitu tampan aura kebahagiaan, senyum merekah terlihat sempurna, seakan akan membuatnya tampak gemerlap di mata ku.
******
******
"Asalamu'alaikum suamiku.." Ucapku sambil menarik tangan Frisya dan menciumnya. diapun menyambut tanganku dan mencium keningku. seraya berkata.
"Waalaikumsalam Istriku.... Kamu, Cantik Sekali sayangku..." Pujinya padaku, semakin membuat sempurna segalanya.
Tak lama kemudian kami, saling bertukar Cincin pernikahan yang sengaja aku pilih sendiri. tak lupa kami juga meminta restu dari Mami dan Ayah, juga Kai sebagai satu satunya keluarga dari Frisya. Mami menangis sejadi jadinya dalam pelukan Ayah.
"Friss... aku sangat bangga pada mu, kau memang terbaik dalam segala hal, bahkan kegigihan mu mampu membuat Brenda luluh.. " ucap Rama
"Kau tahu aku tidak pernah main main, jadi tentu aku mendapatkan hasil yang terbaik.. " ucap Frisya
"Selamat Friss.. semoga kalian berdua bisa selalu bersama.. " ucap Rama terharu.
__ADS_1
"Terimakasih Ram... kami juga sangat berterimakasih, kau sudah banyak membantu.. " ucap Brenda
"Sama sama Bren... " ucap Rama.
"Makanlah dulu sebelum pergi.. " ucap Brenda
Rama mengangguk ria.
"Kakak... " ucap Kai sambil merangkul kakaknya.
"Kai hahaha... kau tadi tampak serasi dengan Brenda... " ucap Frisya sambil tertawa.
Aku dan Kai langsung terdiam sambil saling bertatapan, tidak mengerti maksud ucapannya.
Melihat kami kebingungan Frisya langsung berhenti tertawa.
"Maksud ku, kalian serasi seperti kakak beradik.. " ucap Frisya
Aku lega mendengarnya.
"Kami memang serasi Friss... seharusnya kau yang ada di posisi ku.. " ucap Kai dalam hati
"Kak... selamat, aku ikut bahagia dengan pernikahan kalian.. " ucap Kai.
"Terimakasih, kau juga... segeralah menikah... susul kakak mu ini.. " ucap Frisya
" Baiklah... tenang saja.. " ucap Kai.
"Brenda... segeralah hamil, aku ingin segera memiliki keponakan yang lucu lucu seperti kau, jangan seperti kakak.. hahah " ucap Kai cekikikan.
"Memang mengapa dengan aku ?" tanya Frisya
"Kau terlalu menakutkan kak.. " ucap Kai...
Frisya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah aku pergi dulu, selamat untuk kalian.. " ucap Kai.
"Makanlah sesuatu sebelum pergi.. " ucap Brenda
Kai mengangguk sambil melambaikan tangannya.
Setelah itu disusul oleh, para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada kami. yang semula acaranya kami mulai pukul 09.00 dan akan berakhir pukul, 12.00 namun harus kami lanjutkan sampai pukul 18.00 karena tanpa kami sadari, mereka yang datang ke pernikahan kami bukan hanya orang orang yang kami undang, tapi juga teman teman lama kami, yang tidak mau ketinggalan untuk memberikan selamat. pada pernikahan kami.
Pernikahan kami memang kami adakan di sebuah taman bunga, dan kami memang tidak mengharuskan tamu yang datang membawa undangan.
Pukul 18.00.
Hari Pernikahan pun telah usai.
__ADS_1
*****