
Keesokan paginya...
Kai bersiap untuk menuju bandara, Brenda menemaninya berberes.
"Apa kau akan benar benar kembali ?" tanya Brenda
"Tentu saja, aku sudah jauh lebih baik.. " ucap Kai
" Jika kau pergi, siapa yang akan mendengarkan curhatan ku ??" tanya Brenda
"Hahh... ~~ curhatan... kau sungguh sungguh memperlakukan ku seperti buku diary mu.. " ucap Kai
"apa kau kesal ?" tanya Brenda
"Hahaha... tidak, aku hanya berpikir.." ucap Kai.
"Apa ?" tanya Brenda
" Banyak hal hal kecil yang kau bagi dengan ku tapi akhir akhir ini mengapa kau jadi pendiam ?" tanya Kai
"Hm.. bahkan Kai menyadarinya.. " pikir Brenda
"Apa ada hal serius yang terjadi ?" tanya Kai
"Hahaha ( tertawa garing ) apa.. tidak, tidak ada yang terjadi.. " ucap Brenda
"Apa yang sebenarnya kau tertawakan... " ucap Kai
"Sudahlah jangan membahas itu, aku berharap kau tidak akan tahu.. " ucap Brenda
"Aah.. pasti masalah kewanitaan yaa.. hahhaha.. " ucap Kai
" Dasar tidak waras.. " ucap Brenda
" Baik baiklah dengan mas Frisya jangan terlalu memaksanya melakukan sesuatu.. " ucap Kai
"Ah, baiklah aku akan menjaga kakak mu dengan baik.. " ucap Brenda
"Ehm... ehm... apa sudah puas bicara tentang ku ?" ucap Frisya
"Mas... lihat adik mu mau pergi, aku jadi tidak tega.. " ucap Brenda
" Kai, masih terikat kontrak sayang... " ucap Frisya
"Apakah setelah itu kau akan kembali kemari lagi ?" tanya Brenda
"Aku pasti kembali, meskipun tidak kemari.. " ucap Kai
Brenda menatap Frisya.
"Sayang... Kai akan tinggal dirumah mendiang ayahnya.. " ucap Frisya
"Sekian lama kita bersama sama.. aku jadi merasa kehilangan saat kau harus pergi Kai.. " ucap Brenda
__ADS_1
"Haha, kita hanya bertiga.. tapi rasanya sangat hangat.. terimakasih atas cinta kalian untuk ku.. " ucap Kai
" Kau harus menjaga kesehatan mu disana.. " ucap Frisya
" Tentu kak, aku juga sudah meminta Brenda untuk menjaga kakak.. " ucap Kai
"Lantas aku, bagaimana ?" tanya Brenda
"Biar dia menjaga dirinya sendiri kak.. haaha " ucap Kai yang disambut tawa Frisya juga.
*******
Bandara...
"Aku pergi kak.. " ucap Kai sambil memeluk Frisya
"Kabari aku saat terjadi sesuatu" ucap Frisya.
Kai mengangguk.
"Hai.. mengapa kau menangis ? apa aku akan berangkat perang ?" tanya Kai
"Kabari aku saat kau sudah sampai.. " ucap Brenda sambil memeluk Kai.
"Haaahh ~~~ Bahkan rasanya masih tidak berubah... ini bukan pelukan seorang kakak pada adiknya, ini pelukan kekasih yang
hendak di tinggal pergi.. " ucap Kai dalam hati.
"Baiklah, aku akan terlambat... bye.. " ucap Kai sambil melambaikan tangannya..
*******
"Sayang... Aku harus berangkat karena ada meeting siang ini.. " ucap Frisya
" Berhati hatilah.. aku mencintaimu.. " ucap Brenda
" Aku juga mencintai mu.. " ucap Frisya
Sebuah kecupan dan Frisya berangkat bekerja.
*******
Siang harinya...
"Friss... setelah meeting jadwal mu ini, selanjutnya adalah menandatangani berkas berkas" ucap Rama.
"Baiklah kau bawa semua berkas ke ruangan ku, aku akan segera menyelesaikannya. " ucap Frisya
Beberapa saat kemudian...
Bruuaakkk.... !!!
Suara pintu di buka dengan keras.
__ADS_1
Frisya tidak bergeming dengan suara keras itu.
"Frisya !!! " teriak seorang wanita.
" itukah yang diajarkan ibu mu saat masuk kerumah orang " ucap Frisya masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Bagaimana kau bisa memperlakukan aku seperti ini !!! Bagaimana kau bisa menikah dengannya !!!" teriak seorang wanita yang bukan lain adalah Serllyta.
Frisya melirik tajam Serllyta.
"Pergilah, sebelum aku memperlakukan mu seperti pintu itu.. " ucap Frisya santai.
"Kau sungguh tidak punya hati Fris.. dia wanita yang menyebabkan kakak ku mengejar cintanya hingga akhir hayatnya.. " ucap Serllyta.
"Berhentilah, jangan paksa aku.. " ucap Frisya
" aku akan membuat mu dan wanita ****** itu menyesal !!!" teriak Serllyta.
Mendengar kata ******, Frisya langsung naik darah.
Dengan cepat Frisya berdiri di depan Serllyta.
" Beraninya kau mengatakan itu tentang wanita ku.. " ucap Frisya sambil mencengkeram kasar baju Serllyta.
"Haah ~~~ Kau bahkan begitu kasarnya.. " ucap Serllyta
"HAHAHAHA... Apa kau takut ? " Ucap Frisya sambil masih mencengkeram kuat baju Serllyta, mata Frisya mulai terlihat seperti singa yang hendak menerkam.
"Wanita seperti mu, hahaha... tidak akan pernah sebanding dengan wanita ku... " ucap Frisya.
"Fris.. kau membuat ku takut, bisa kau lepaskan aku ?" pinta Serllyta mulai menangis.
Frisya tersenyum menyeringai, menampakkan wajah seakan akan bahwa melihat Serllyta itu menjijikan.
Perlahan Frisya semakin mempererat tangannya dan menjatuhkan Serllyta di lantai.
"Aauuhh... " ucap Serllyta sambil menangis.
" Melihat mu aku jadi teringat dengan wanita kembaran mu.. hahaha wajahnya sama menyedihkannya seperti mu saat ini.. " ucap Frisya terkekeh.
"Maksudmu ?? Kakak ku kemari sebelum dia mati ?" tanya Serllyta.
"Aah... kau terlalu banyak bertanya... pergilah.. " ucap Frisya
" Bisa kau katakan apa yang dikatakan kakak ku sebelum dia meninggal ?" tanya Serllyta
"Hm... ( nafas panjang ) Pergilah.. sebelum aku melempar mu.. dari jendela ini.. " ucap Frisya dengan senyum manisnya, .
"Tapi Fris... " ucap Serllyta
" PERRRRRGGGIIIIIIIIIII KAU WANITA MENJIJIKAN !!!!!!!!! " Teriak Frisya
Serllyta langsung berlari ketakutan.
__ADS_1
*******