
Harry menelan ludahnya dengan sulit. Harinya tergetar...
"Jadi, maksud mu.... " Ucap Harry dengan suara bergetar.
"Jadi, apa menurutmu sekarang kita sudah bisa bicara... " ucap Serllyta..
"Tunggu sebentar... " ucap Harry pada Serllyta.
"Permisi tuan... " ucap Harry memasuki ruang tuan Seung.
"Apa ada berkas lain lagi ?" tanya tuan Seung.
"Tidak tuan.. tapi... " ucap Harry ragu ragu..
"Hai kau, katakan saja... aku sudah tua jadi agak sulit untuk bermain tebak tebakan dengan anak muda seperti mu.. " ucap tuan Seung.
"aah, maaf.. saya tidak bermaksud seperti itu tuan, hanya saja ini.. " Harry kembali tidak melanjutkan ucapannya.
"Pekerjaan ku cukup banyak, kau bisa kembali mengatakannya saat kau sudah siap.. " ucap tuan Seung.
"Tuan... Sebenarnya ada yang ingin menemui anda.. " ucap Harry sambil menunduk.
"Apa kau sedang menangis ? mengapa kau terus menunduk ?" tanya tuan Seung melihat tingkah aneh mantan assisten anaknya yang dia pekerjakan sebagai asistennya.
"Siapa yang ingin menemui ku itu, hingga kau harus menangis ?" tanya tuan Seung penasaran .
"Saya akan membawanya masuk.. " ucap Harry sambil membersihkan matanya dari air mata.
"Nona Serllyta, anda bisa masuk untuk menemui tuan Seung sekarang. " ucap Harry.
"Terimakasih... kau sungguh baik tuan.. " ucap Serllyta.
Harry tidak menggubris ucapan Serllyta. Tuan Seung sudah menunggu di ruangannya.
"Permisi... " ucap Serllyta.
__ADS_1
"Masuklah nona... " ucap Tuan Seung.
" Tuan Seung, pertama tama saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. " ucap Serllyta
Tuan Seung mengangguk.
"Perkenalkan saya Serllyta, adik kandung dari Mellyta, wanita yang meninggal bersama dengan anak tuan... " ucap Serllyta.
Tuan Seung membelalakan matanya.
"Ada apa kau kemari ?" tanya tuan Seung penasaran.
"Tuan, aku tidak mengerti banyak tentang kematian kakak ku... " ucap Serllyta
"Kau pikir kami tahu sesuatu ? Kakak mu melakukannya tanpa kami tahu apapun, yang kami tahu dia adalah seorang teman anak ku Gun Woo, hanya itu.. " ucap tuan Seung.
"Apa polisi tidak menemukan apapun ?" tanya Serllyta.
"Tentu saja tidak ada, kakak mu melakukan hal itu karena keinginannya sendiri. " ucap tuan Seung dengan nada tinggi.
"Mungkin kata maaf ku tidak akan mengembalikan tuan Gun Woo anak mu tuan, tapi... bagaimana menurut mu dengan ini ?" ucap Serllyta sambil memberikan sebuah perekam suara.
Harry mendekat sambil memberikan tuan Seung obat darah tingginya dan segelas air.
"Hai, aku baik baik saja nak.. aku tidak membutuhkan ini.. " ucap tuan Seung.
" Demi apapun, tolong minum ini dulu tuan.. Saya mengkhawatirkan anda.. " ucap Harry.
"Kau berlebihan... baiklah, bawa kemari.. " ucap tuan Seung yang kemudian meminum obatnya.
Tuan Seung menarik nafas panjang.
"Apa kau sudah puas ?" ucap tuan Seung pada Harry.
Harry hanya menunduk .
__ADS_1
"Hari ini kau sungguh aneh.. " ucap tuan Seung.
Perlahan tuan Seung mendengarkan rekaman suara yang Serllyta bawa.
Pertama tama, tuan Seung merasa biasa saja, Kemudian...
" Frisya ?? Frisya siapa yang dimaksud ? " tanya tuan Seung dalam hati.
Lebih lama lagi, tuan Seung mendengar nama Brenda. Tuan seung mulai kesulitan untuk menelan ludahnya.
Semakin lama, semakin jelas menjurus kemana percakapan antara Wanita di rekaman itu dan si Frisya, hingga akhirnya rekaman pun usai.
Tuan Seung berusaha mengatur ritme nafasnya.
"Benarkah ini percakapan mu dengan Frisya FreeFood ?" tanya tuan Seung
Serllyta mengangguk.
"Jadi, kau ingin mengatakan jika Frisya adalah dalang sebenarnya dari kematian anak ku Gun Woo ?" ucap tuan Seung sambil menahan tangis.
"Aku tidak percaya ini... kami bahkan sudah sangat dekat akhir akhir ini.. " ucap tuan Seung.
"Apa kau yakin... " ucap tuan Seung sambil menitihkan air mata, masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku datang sebenarnya untuk membalas kematian kakak ku, aku menyalahkan Brenda atas apa yang menimpa kakak ku, aku bermaksud menggunakan Frisya sebagai umpan balas dendam ku, tapi kenyataan yang aku dapatkan sangat memilukan, ternyata dialah dalang dari semuanya, dan senjata tajam itu.. aku merasa mungkin kakak ku, mendapatkan itu darinya. " ucap Serllyta sambil menitihkan air mata.
" Brenda... Brenda pasti sangat terpukul jika dia tahu kenyataan ini.. " ucap tuan Seung sambil memegangi dadanya.
"Setelah kehilangan Gun Woo, Brenda benar benar menjalani hidup dengan sangat sulit, hingga akhirnya dia kembali bertemu dengan Frisya, pasti sangat menyakitkan ketika seseorang yang dianggapnya sebagai malaikat ternyata dia adalah Iblis yang harus bertanggung jawab atas semua ini. " ucap tuan Seung.
"Bukankah kita tidak bisa diam saja tuan ?" tanya Serllyta.
" Tentu saja... aku akan membuat keadilan atas apa yang sudah menimpa anak ku..." ucap tuan Seung
Harry menitihkan air mata.
__ADS_1
" Bagaimana dengan nona Brenda, dia bahkan baru saja beberapa tahun ini bisa bangkit.. " ucap Harry.
*******