Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kehidupan Baru Brenda


__ADS_3

Hari ini semua orang sedang sibuk mempersiapkan makan malam perayaan untuk Brenda, Hingga akhirnya pukul 7 Malam Semuanya sudah siap begitu pula dengan Hakim dan Juve yang sedang bercengkrama hangat dengan Brenda.


Ayah melihat mereka sudah seperti 3 bersaudara.


"Anak anak.. Ayah.. ayo kita mulai makan malamnya.." ucap Mami.


"Bren, ayo makan malam dengan ku.." ucap Hakim sambil mengulurkan tangannya pada Brenda.


"Aiss, makan malam dengan ku bagaimana, makan malam bareng bareng lebih tepatnya.." ucap Juve.


"Eh, Juv, crewet amat sihh kayak mak mak.." ucap Hakim cekikikan.


"Lu tuh.." ucap Juve.


Mereka pun akhirnya makan malam dengan hangat, mereka sangat menikmati kebersamaan mereka.


Setelah makan malam, Juve dan Hakim duduk bersama di halaman rumah.


"Kim, Lo suka sama Brenda ??" tanya Juve.


"Iya, gue suka sama Brenda bro... tapi..." ucap Hakim.


"Paan ??" tanya Juve.


"Gue ngerasain, kebersamaan kita selama setahun ini, jauh lebih dalam dari rasa suka gue sama Brenda, Gue ngerasain kalo gue nyaman banget berada di deket kalian berdua, kalian... lo sama Brenda.. udah seperti saudara gue sendiri." ucap Hakim


Juve yang mendengar ucapan Hakim langsung terngiang kebersamaan mereka bertiga.


"Hakim benar... mungkin awalnya aku masih berharap Aku dan Brenda bisa kembali bersama sebagai sepasang kekasih, namun setahun ini benar benar mengajari kami, jika ada hal yang lebih indah dari hubungan kekasih." pikir Juve.


"Kim, lo mau gak jadi saudara gue.. gue rasa lo bener banget... kedekatan antara kita bertiga lebih indah dari sekedar hubungan sepasang kekasih." ucap Juve


" Astaga beruntung banget lo punya saudara ganteng kayak gue, hahah" ucap Hakim cekikikan.


"Dasar gila..!! " balas Juve.


Ayah yang mendengar percakapan mereka, menepuk bahu mereka berdua.


"Ah, paman.. " ucap Hakim dan Juve bersamaan.


"Terimakasih, kalian sudah mau jadi saudara bagi Brenda.. " Ucap ayah .


*****


Keesokan harinya, Hakim dan juve sudah stay dirumah Brenda.

__ADS_1


"Hmm.. aku ingin liburan..." ucap Brenda.


"Wah, sayang sekali... Aku sudah memiliki janji hingga 1 tahun mendatang." Ucap Juve.


"Aku baru saja di promosikan jadi 2 tahun ini masa masa karir ku.." ucap Hakim.


"Memangnya apa Brenda masih belum bisa pergi sendiri nak Juve ??" tanya Mami.


"Bisa, asal dia tetap membawa obat, untuk berjaga jaga." Ucap Juve.


"Kamu sudah terlalu lama tidak jalan jalan nak.. pergilah tapi tetap kabari kami disini." Ucap Ayah.


"Baiklah..." ucap Brenda.


"Memang kamu mau pergi kemana ?? " tanya Hakim.


"Brazil, Rio de janeiro hehe disana aku ingin lihat carnival " ucap Brenda


"Baiklah berjanjilah untuk selalu menjaga diri disana." ucap Juve.


"Tentu... Aku sayang kalian..." Ucap Brenda.


"Kapan kamu mau berangkat Bren..." tanya Juve.


"Lusa... " ucap Brenda.


*****


Bandara, Hari keberangkatan Brenda ke Brazil...


"Astaga... bagaimana bisa kalian muram seperti ini di pagi hari ??" tanya Brenda


"Apakah Nina ku ini Kesayangan ku ini benar benar akan pergi sendiri.." ucap Hakim.


"Berhati hatilah ya nak.. " ucap Ayah..


"Jangan lupa video call mami ya sayang.." ucap Mami.


"Jangan lupa obat mu, saat kau merasa tidak nyaman." ucap Juve.


"Kalian semua... aku mencintai kalian, aku berjanji akan menjaga diriku sendiri dengan baik disana." ucap Brenda.


"Bye Mami, Bye Ayah, Bye Sayang ku Kak Hakim, Bye cinta ku Juve " ucap Brenda sambil memeluk mereka satu persatu.


perlahan Brenda menghilang dari pandangan mereka.

__ADS_1


Brenda menghabiskan kurang lebih 23 jam perjalanannya menuju Rio, Setelah sampai dia langsung pergi ke hotel yang sudah dia pesan di Barra Hotels.


"Nyaman sekali disini... " ucap Brenda sambil berguling guling di atas ranjang.


Malam ini Brenda benar benar ingin beristirahat sejenak sebelum besok dia akan mulai berkeliling.


**** Keesokan harinya...


"Eumm... Selamat pagi dunia yang Indah, Selamat pagi Brenda Terimakasih Tuhan atas segala kebaikan mu hari ini.." ucap Brenda memulai hari.


"Hari ini aku akan berkeliling, tapi sebelum itu aku akan mengirimkan pesan pada Mami, Hakim dan Juve dulu.." Ucap Brenda sambil mengirim pesan.


" Hallo semuanya, aku sudah sampai dan kabar ku sangat baik... tolong jangan terlalu mencemaskan aku, aku baik baik saja.."



****


Brenda mulai berjalan jalan menuju pantai, di Rio orangnya sangat baik dan ramah membuat Brenda nyaman berada di Rio.


Hingga Seminggu berlalu masa traveling Brenda di Rio, Brenda sedang asik berjemur di bawah panas sinar matahari yang terik, tiba tiba ada seseorang yang memperhatikan dia dari kejauhan.


"Brenda.... " ucap seseorang yang menatap brenda dari kejauhan.


Seseorang mendatangi Brenda dan memastikan bahwa dia benar benar Brenda.


"Bren da.... !!!!" ucap Seseorang itu


Brenda yang merasa tidak mengenal siapapun di Rio kaget saat seseorang menyapa dengan memanggil namannya.


"Rama ????? Kamu Rama ???" tanya Brenda.


"Haaah... apa yang kamu lakukan disini.." tanya Rama.


"Aku sedang berlibur, bagaimana kabar mu ? Mas Frisya dan Debora ?? apa mereka berdua baik baik saja ??" tanya Brenda


"Mereka baik baik saja.." ucap Rama.


"Syukurlah... Ram, mengapa selama ini kamu tidak pernah datang menemui ku lagi.." tanya Brenda.


"Kau tahu benar seperti apa keadaan ku, aku tidak berdaya melawan Fris.." ucap Rama.


"Memangnya apa yang terjadi pada mas Frisya ??" tanya Brenda


"Kau tahulah seperti apa Frisya tanpa m...." Rama tidak melanjutkan ucapan nya.

__ADS_1


"Apa ?? tanpa apa ??" tanya Brenda.


******


__ADS_2