Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Akhir kisah Cinta


__ADS_3

Mami Brenda berjalan mencari cari Brenda ingin bertanya dimana dia meletakkan gaun pengantinnya.


"Hallo.. mbak.. mas ??? ada yang lihat pengantin wanita nya gak ??" tanya Mami.


"Haloo.." ucap Mami.


Suara Musik terlalu keras membuat semua orang hanya berfokus pada pekerjaan mereka dan tidak mendengar.


Karena tak kunjung bertemu dengan Brenda, Mami pun akhirnya mematikan lagu yang diputar.


Semua orang langsung melihat siapa yang mematikan musiknya.


"Ah.. begini semuanya yaa.. saya mau tanya.. ada yang melihat pengantin wanita nya ??" tanya Mami.


"Tadi kayaknya kesana deh nyonya.." ucap Seseorang.


"Kayaknya ada di depan deh tadi.." ucap Seseorang lagi.


Tiba tiba bik Sari mendekat..


"Nyonya.. tadi saya lihat Nona Brenda keluar dari gedung.. apa Perlu saya panggil ??" tanya Bik Sari


"Ah, tidak.. biar saya sendiri ya bik, makasih." ucap Mami.


Mami berjalan menuju pintu keluar..


"Brenda... Brend.. nakk... Brenda.." ucap Mami sambil mendengar suara seseorang meronta ronta, suaranya tidak begitu jelas ..


"Aaaahhh... huhuhu Gun Woo tidakk... jangann..." Entah suara sayu terdengar sangat menyayat hati


"Gun Woo ??" tanya Mami...


"Apa itu suara Brenda ??" tanya Mami.


Perlahan mami berjalan keluar halaman gedung. Alangkah terperanjat nya mami, ketika dilihatnya Sebuah mobil ringsek terbalik dengan posisi Brenda di samping mobil itu dengan memeluk seseorang.


"Gun Woo.... tolong.. siapapun...Huaahaahuaaa... " Brenda terus meronta ronta.


Mami mendekat...


"Apa .... apa yang terjadi ???" tanya Mami dengan mata berkaca kaca.


"Mamii... lihat mii... huaaaaaahuhuhuhu Gun Woo mii..." ucap Brenda.

__ADS_1


Mami Brenda masih syok terduduk di samping Brenda tidak berdaya .


Beberapa saat kemudian...


Datang beberapa orang dan sebuah ambulance dari kejauhan.


"Astaga... itu.. iya.. itu.. jauh sekali terseret nya.." ucap Mereka saling bersahutan.


"Maaf mbak.. Kami harus membawanya ke rumah sakit, bisa anda lepaskan tuan ini.." ucap Seorang perawat.


Brenda melepaskan pelukannya, berharap Gun Woo masih tertolong..


"Bagaimana ?? apakah masih ada denyut nadi nya ??" tanya Seorang perawat yang sedang mencoba memberikan pertolongan pertama.


" Sudah tidak ada.." ucap Dokter itu.


"GUN WOO...... !!!!! Haaaaaaaa.. tidakk !!!! jangan tinggalkan aku Gun Woo...!!!!" Teriak Brenda histeris.


"Maaf Nona, sepertinya tuan ini meninggal karena kehabisan banyak darah dari bahunya dan juga lemparan yang keras membuat nya terluka parah, sehingga tidak bisa diselamatkan lagi, perkiraan tuan ini meninggal dunia 30 menit yang lalu" ucap Dokter itu


Brenda mendengar itu langsung tidak sadarkan diri, dan dibawa kembali ke gedung pernikahan, sedang Gun Woo di bawa ke Rumah sakit.


"Apa... apa yang terjadi ???" tanya Ayah.


"Gun Woo Anak ku yang malang.." ucap Ayah sambil menangis.


1 jam kemudian Brenda tersadar, mengingat kejadian tadi dan kembali tidak sadarkan diri kembali, hal ini terjadi berkali kali.


Bagaimana pun Gun Woo harus segera di kebumikan dengan ataupun tanpa kehadiran Brenda.


" Nak... Brenda sayang... Gun Woo akan segera di kebumikan, kuatkanlah hatimu.. ini saat terakhir kali kamu bisa melihat Gun Woo.. jika kamu tidak mampu katakan saja... yang ikhlas biarkan Gun Woo pergi dengan tenang.." ucap Mami mencoba kuat agar anaknya bisa tegar menghadapi kenyataan.


"Gun Woo.. mami... mami... Bagaimana bisa mami..." ucap Brenda sambil sesegukan tubuhnya teramat sangat lemah.


"Ini kenyataannya sayang... Gun Woo pergi dalam damainya... kuatkan hati mu.. Jika kamu sanggup melihatnya, mari berangkat, jika kamu tidak mampu, sudah tinggallah saja." ucap Mami.


"Biar aku disini, aku tidak mampu melihatnya.." ucap Brenda masih terus menangis berharap ini hanya mimpi atau bahkan hanya prank semata.


Mami segera mengabari ayah, jika Brenda tidak mampu hadir disana, agar tidak menunggu terlalu lama.


Setelah Gun Woo di kebumikan...


Brenda tidak sadarkan diri selama seminggu, dia dirawat intensif karena menurut dokter Sadid yang kala itu merawat Brenda menyatakan jika sepertinya Brenda tidak memiliki keinginan untuk bangun, otaknya menolak untuk bangun sekalipun sudah di berikan rangsangan agar Brenda bisa segera tersadar.

__ADS_1


"Astaga gadis kecil ku... mengapa seperti ini jadinya ??" ucap mami dari depan pintu, menatap Brenda dengan penuh harap.


"Bagaimana ?? Apakah kamu sudah puas sekarang mii.." ucap Ayah karena merasa sangat putus asa dan stress.


"Apa maksudmu yah ??" tanya Mami.


"Dulu kamu kan sering bilang jika Gun Woo dan Brenda tidak berjodoh..Bagaimana... terjadi kan sekarang.." ucap Ayah.


Mami terngiang akan ucapannya yang berkali kali dia katakan pada Brenda dan Gun Woo dulu, jika mereka berdua tidak berjodoh.


"Yaa Tuhann!!! hukum aku Tuhan..!!! ini kesalahan ku.. Tidak seharusnya aku mengucapkan hal itu.." ucap Mami menangis mengingat ucapan dan kesalahannya di masa lalu.


"Sudahlah jangan menangis.. lihat saja hasil dari ucapan mu.. bukankah kau sudah ku peringatkan berkali kali.." ucap Ayah


"Maafkan mami yah.. mami memang ibu yang bodoh.." ucap mami.


"jangan minta maaf pada ku, minta maaflah pada Brenda, dia yang paling menderita dalam hal ini." ucap Ayah.


Ayah Gun Woo datang berkunjung..


"Bagaimana keadaan Brenda nyonya ??" tanya Ayah Gun Woo.


"Masih sama, dokter bilang... Brenda seakan akan menolak untuk bangun.." ucap Mami Brenda.


"Tidak bisa dibiarkan seperti ini... bisakah aku berbicara dengan Brenda Nyonya ???" tanya Ayah Gun Woo


"Bisa.. Kemarilah tuan..." mempersilahkan ayah Gun Woo masuk.


Ayah Gun Woo duduk di samping Brenda yang tidak berdaya, 15 menit dia terdiam bersama dengan Brenda...


Ayah Gun woo menghela nafas panjang..


"Hai nak... Brenda Gadis kecil ku... ini aku ayahnya Gun Woo.. Bangunlah nak.. jangan patah semangat dan jadi seperti ini... masih panjang kehidupan yang akan kau jalani. Gun Woo pasti juga tidak akan bahagia jika melihat mu seperti ini.." ucap Ayah Gun Woo.


"Saat pertama kali aku melihat Gun Woo tak bernyawa, hati ku hancur lebur... aku rasanya ingin ikut dengannya... tapi kau tahu apa yang membuat ku tegar seperti sekarang ?? aku mendengar cerita bagaimana dia kecelakaan hingga terseret dan bertemu denganmu.. aku yakin dia bahagia disana.. karena saat terakhir hidupnya adalah berada dalam dekapan mu, dia tersenyum nak... sangat manis.. dia seperti tidak pergi.. dia ada bersama kita.. jadi bangunlah... dan lanjutkan hidup mu dengan bahagia.." ucap Ayah Gun Woo.


Brenda meneteskan air mata dalam lelapnya.


Dokter memeriksa apa yang terjadi...


"Luar biasa... Apa yang anda katakan hingga Brenda merespon ucapan anda tuan.." ucap Dokter Sadid.


************

__ADS_1


__ADS_2