Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Seperti Luka Menganga di Dadanya.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah Brenda berbaikan dengan dirinya sendiri, dia mencoba untuk mencari tahu apa yang seharusnya dia ketahui tentang kecelakaan yang terjadi pada Gun woo.


Pukul 10.00 pagi, Brenda Berangkat menuju perusahaan Gun Woo, untuk menemui asisten nya.


Saat Brenda baru sampai, para pegawai GW menatap Brenda dengan tatapan kasihan, ada beberapa yang menggosip tentang Brenda sepeninggal Gun Woo.


Brenda masuk ke dalam kantor, dan disambut oleh Harry, asisten Gun Woo sebelum dia meninggal.


"Miss Brenda ??" tanya Harry.


"Yaa... apa kau Harry ?" tanya Brenda balik.


"Yes Miss... ada yang bisa saya bantu ?? silahkan duduk.." ucap Harry.


"Aku... Aku ingin mencari tahu soal Gun Woo.. ehm.. mungkin ini terlambat tapi tolong bantu aku.." ucap Brenda


"Akan saya bantu semampu saya Miss.." ucap Harry.


Harry mengambil beberapa berkas dan sebuah Flashdisk.


"Apa ini ??" tanya Brenda.


"Sebenarnya ini adalah kenangan kelam untuk di abadikan, saya mendengar Miss Brenda kesulitan dalam menerima segalanya... tapi saya yakin Miss Brenda suatu hari akan membutuhkan ini, jadi saya menyimpannya." ucap Harry.


"Bolehkah aku membuka segalanya secara langsung ??" tanya Brenda


"Jangan Nona... !! Letakkan kembali berkas itu, karena akan lebih baik jika Nona Brenda melihat Video yang sudah saya rangkai dari semua cctv dan kotak rekaman mobil tuan Gun Woo, dari tempat tinggal tuan Gun Woo hingga saat Nona Brenda menemukannya.." ucap Harry.


"Baiklah... ambilkan aku laptop mu.." ucap Brenda


Harry menyerahkan laptop agar Brenda bisa melihat isi dari Flashdisk itu.


Awal video, Brenda melihat Gun Woo di hadang seorang wanita, tidak jelas siapa wanita di dalam video itu, namun setelah di perjelas oleh Harry.. baru Brenda mengenali siapa wanita itu.


"Mellyta ?? Apa yang dia lakukan pagi itu disana" ucap Brenda


"Apakah anda mengenalnya Nona ??" tanya Harry.


"Yaa.. dulu aku sempat lari dari Gun Woo karena Wanita ini." ucap Brenda.


"Astaga.. iyaa.. itu, pasti saat tuan Gun Woo menginap di rumah saya.. dia sangat kelihatan Frustasi saat itu nona..." ucap Harry.


"Benarkah ??" ucap Brenda sambil terus memperhatikan video yang ada di hadapannya.


"Sayangnya tidak terdengar jelas apa yang mereka ucapkan... tapi dari video itu, saya menyimpulkan bahwa Tuan Gun Woo pasti menolak si wanita itu... buktinya Tuan mendorongnya saat dia mencoba untuk mencium Tuan Gun Woo.


"Kau Benar... bahkan dia masih terus mengejar Gun Woo yang melajukan mobilnya.." ucap Brenda.


"Tidak hanya itu Nona.. wanita itu juga memakai senjata api.." ucap Harry.


Mendengar kata senjata api Brenda kaget, dan mengingat sesuatu..

__ADS_1


Flashback On..


"Jeduuuarrrrrrr...!!!!!!!" Suara tembakan, namun sayangnya meleset


"Abang... itu suara apa ??" tanya Brenda dari seberang telepon.


"Ah.. itu.. ban mobil orang meletus sepertinya." ucap Gun Woo menutupi.


Flashback Off..


"Jadi... saat itu... suara tembakan dari Mellyta.." ucap Brenda


"Yaa.. anda benar Nona Brenda, tapi meleset dan hanya terkena kaca pintu samping mobilnya saja.." ucap Harry


Berlanjut hingga tembakan ke dua dan ketiga, yang mengakibatkan bahu sebelah kanan tuan Gun Woo terluka parah, mungkin Tuan Gun Woomulai kehilangan banyak darah, sehingga membuatnya kehilangan kendali mobilnya.


"Astaga Abang.." ucap Brenda sambil menutup mulutnya hendak menangis.


Hingga sampailah di saat saat ketika Mellyta mulai menabrak nabrakan mobilnya pada mobil Gun Woo.


Brenda sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya, Brenda menangis tersedu sedu, dadanya seperti sesak, tidak menyangka Mellyta akan melakukan hal sekejam itu.


Hingga akhirnya video itu memperlihatkan pada Brenda saat saat mobil Gun Woo yang sudah kehilangan kendali ditabrak hingga terbalik dan terseret jauh dan Brenda menemukannya. Melihat hal itu Brenda langsung menjerit sejadi jadinya... seakan akan kejadian itu baru saja berlangsung di hadapannya.


"Aaahhh Gun Woo !!!!!!tidakkk !!!!" Teriak Brenda.


Harry yang terkejut langsung mendekat dan memeluk Brenda agar bisa sadar jika ini sudah berlalu. Beberapa saat kemudian Brenda kembali kehilangan kesadarannya.


Beberapa saat kemudian...


"Astaga Harry apa yang terjadi.. kepala ku pusing.." ucap Brenda.


"Nona Brenda... ini sepertinya sangat sulit untuk anda, saya sarankan anda pulang saja agar lebih tenang." ucap Harry


"Aku harus menyelesaikan ini... atau aku tidak akan pernah kembali kemari lagi.." ucap Brenda.


"Baiklah... itu tadi adalah rekaman cctv yang saya retas, sekarang tinggal ini... rekaman dari mobil tuan Gun Woo, " ucap Harry.


"Terimakasih.." ucap Brenda.


Brenda mulai memutar video itu... Dan sampailah pada saat saat terakhir Gun Woo menelfon Brenda.... Brenda menghayati dan mulai mengingat segala ucapan Gun Woo...


"Aku sangat mencintai mu, menyayangi mu sampai akhir hayat ku... aku juga sangat menghormati ayah dan mami, mereka membuat ku merasakan seperti apa rasanya memiliki keluarga yang utuh... ( Nafas sedikit terengah engah) Brenda... katakan pada ayah ku.. aku bangga menjadi anaknya..." ucap Gun Woo


"Bang.. kamu kenapa ??? masih banyaak waktu sayang untuk membicarakan hal itu... kamu membuat ku takut..." ucap Brenda.


"Kamu ingat bintang di langit malam itu... jangan lupakan dia, karena bintang itu adalah aku... aku yang tidak akan berubah.. akan selalu dan terus menjaga mu dari kejauhan.." ucap Gun Woo.


dan juga kata kata terakhirnya...


" I Love you Brenda... Forever.." ucap Gun Woo.

__ADS_1


Setelah itu Brenda langsung menutup laptopnya dan menarik nafas panjang.... Harry, melihat Brenda yang sudah tidak mampu berkata kata lagi.


"Aku bahkan melupakan semua apa yang Gun Woo ucapkan kala itu.." ucap Brenda.


"Tolong... lanjutkan... apa isi berkas itu.." tanya Brenda


"Nona... sudah cukup dengan video itu... jangan dilanjutkan dengan berkas ini.." ucap Harry.


"Aku baik baik saja.. tolong bantu aku.." ucap Brenda.


Harry dengan berat hati membuka berkas kecelakaan Gun Woo, semua foto di tkp hingga foto saat Gun Woo akan dikebumikan lengkap di lihat oleh Brenda.


"Benar kata ayah mu Sayang... bahkan sekalipun kau sudah tidak bernyawa, kau nampak seperti orang sedang tertidur.. kau tersenyum.." ucap Brenda lirih.


"Saya juga merasa amat kehilangan tuan Nona.." ucap Harry menunduk sedih.


"Aku akan menemui Mellyta... apa yang sebenarnya dia inginkan, hingga harus merenggut nyawa Gun Woo.." ucap Brenda


"Maaf Nona Brenda... Sayangnya... setelah dia menabrak mobil Tuan Gun Woo, mobil Mellyta ikut tergelincir dan dia mengalami luka yang amat serius di kepalanya, dan membuatnya tidak bisa tertolong juga.." ucap Harry.


"Jadi.. Gun Woo dan Mellyta meninggal dalam satu tempat ??" tanya Brenda


"Tidak nona.. mungkin karena rasa trauma membuat anda lupa dengan kejadian itu.."


"Apa maksudmu ??" tanya Brenda


"Jarak mobil Mellyta dan Tuan Gun Woo sekitar 350 meter.." ucap Harry.


"Sejauh itu, Gun Woo terseret..." ucap Brenda


"Iya.. sedang Mellyta meninggal langsung di tempat itu."


"Malang sekali kau Sayang ku.." ucap Brenda merasakan sakit di dadanya seperti ada luka menganga disana.


" Awalnya Orang orang mengira itu adalah kecelakaan tunggal, namun bekas seretan mobil di jalanan itu membuat mereka mengikutinya dan akhirnya setelah menelusuri 350 meter dari mobil Mellyta mereka baru menemukan mobil tuan Gun Woo dengan keadaan anda mendekapnya dengan erat." ucap Harry.


"Bagaimana aku bisa melanjutkan segalanya Gun Woo.. malang sekali kau...." Brenda kembali menghela nafas panjang....


"Nona Brenda.. anda baik baik saja ??" tanya Harry


"Aku baik baik saja... dann Baiklah terimakasih atas segala bantuan mu... " ucap Brenda.


"Hubungi saya jika anda membutuhkan sesuatu.." ucap Harry.


"Baiklah... Oh iya harry.. Apakah Ayah Gun Woo sudah melihat rekaman itu ??" tanya Brenda.


"Tidak nona, Rekaman ini hanya ingin saya tunjukkan pada anda, jadi tidak ada yang tahu selain anda dan saya." ucap Harry..


"Terimakasih.." ucap Brenda sambil berlalu pergi meninggalkan perusahaan GW.


*********

__ADS_1


__ADS_2