Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Otw


__ADS_3

Pukul 12 siang acara telah usai dan para tamu sudah pulang begitu pula dengan Brenda dan Frisya.



******


Dirumah Brenda...


"Sayang, kamu makan dulu yuk udah siang nih.. " ucap Brenda


"Iya, Oh ya dek.. kamu udah siap siap ?" tanya Frisya


"Siap mau kemana ? aku capek.." ucap Brenda


" Loh mami gak bilang apa apa ke kamu ?" tanya Frisya


"Ada apaan sih ?? " tanya Brenda


"Itu, mami ngajakin kita nyusulin ayah hari ini setelah acara pertunangan.." ucap Frisya


" Loh ? kok mendadak sih ? aku belum siap siap, juga belum bilang apa apa sama Meta.." ucap Brenda


" Jadi gimana dong ?" tanya Frisya


"Ya gak gimana gimana Fris... biar Mami berangkat duluan aja, kalian nyusul besok.." ucap mami sambil membawa barang bawaan turun di bantu bik Sari.


"Iya deh mi kalo gitu, nih kaki Brenda pegel semua abisnya berdiri berjam jam.." ucap Brenda.


"Yaa, gpapa brenda.. namanya juga banyak tamu, mana bisa ditinggalin.." ucap mami


"Nanti mas pijitin.." ucap Frisya


"Hm... -_- " Brenda.


"Ya udah sayang sayang ku, mami berangkat dulu, kalian hati hati besok kalo berangkat ya.." ucap Mami.


"Iya mami, hati hati dijalan..." ucap Frisya


"Bye Mam.." ucap Brenda


Beberapa saat kemudian mobil Mami menghilang dari pandangan kami.


"Mas, aku mau istirahat dulu.." ucap Brenda


"Mas gimana dong dek?" tanya Frisya


"Idih gayanya... " ucap Brenda sambil berjalan menuju kamar tidur.


Di kamar Brenda...


Brenda berbaring sambil melihat cincin yang melingkar di tangannya.


"Abang Gun Woo.. Aku tidak menyangka aku sebentar lagi akan menikah dengan rival mu dulu... " ucap Brenda sendu.


"Ya Tuhan... semoga tahun ini aku benar benar bisa menikah.." ucap Brenda sambil memejamkan mata.


"Dek... kenapa ?" tanya Frisya

__ADS_1


"Gak papa cuman gak nyangka aja dengan semua ini.." ucap Brenda sambil menitihkan air mata.


"Sstt... Bren, aku mencintaimu aku tidak akan meninggalkan mu, aku bahkan akan akan memberikan semua yang aku miliki untuk mu, dan mas tidak segan menyingkirkan semua yang menghalangi kebahagiaan mu.." ucap Frisya dengan hangat meyakinkan Brenda.


"Sudah, istirahatlah... aku lelah " ucap Brenda sambil berbaring.


"Mendekatlah mas ingin memeluk mu.." ucap Frisya


Brenda mendekat dan mereka terlelap bersama.


****


Keesokan harinya...


"Dek, ayo... kamu masih belum selesai bersiap ?" tanya Frisya


"Iya sebentar ini bik Sari lagi ngerapiin rambut aku.." ucap Brenda.


Beberapa saat kemudian...


"Mas Frisya ayo berangkat... aku udah siap.." ucap Brenda.


"Berangkat ? mas belum kamu buatin kopi kok udah mau berangkat aja sih dek ?" tanya Frisya


"Idihh... manjanya, kok gak minta bik Sari aja sih.." ucap Brenda


"Tadi bibik mau buatin tuan tapi kata tuan Frisya mulai hari ini ingin dilayani oleh nona Brenda sendiri.." ucap bik Sari .


"Hm...Okey, bentar yaa.." ucap Brenda sambil berjalan menuju dapur.


Senyum kemenangan tergambar di bibir Frisya.


*** Dapur


"Ih, lucu banget sih mas Frisya pagi pagi minta dibuatin kopi segala, bikin gemes.." ucap Brenda sambil memasukan kopi ke dalam gelas dan menuangkan air panas ke dalam cangkir.


Beberapa saat kemudian...


"Mas Frisya... Sayangg ini sudah jadi..." ucap Brenda.


"Terimakasih... mas merasa sangat bahagia karena ini buatan kamu sendiri " ucap Frisya sambil meneguk kopinya.


Diennggg !!


"Apa ini ? pahit sekali.." ucap Frisya dalam hati.


"Gimana ? enak ?? aku buatin pake kopi aseli looh mas Frisya, bukan yang sachetan yang udah ada gulanya itu.." ucap Brenda


Deg !!


"Gula ?? astaga .... " pekik Brenda.


"Kenapa ? " tanya Frisya


"Sayang pahit banget ya.. Mas Frisya.. maaf aku lupa tidak memberi gula dikopi kamu.." ucap Brenda.


"Hm... tidak kok ini enak, mas jadi gak ngantuk.. ini masih lebih baik daripada dulu seperti di kantor.." ucap Frisya

__ADS_1


"Memangnya mengapa di kantor ?" tanya Brenda.


"Kamu masih ingat saat kamu bilang kamu membuat kopi sendiri di kantor dan mas memintanya ?" tanya Frisya


Brenda mencoba mengingat..


"Ahh, iya aku ingat... itu, saat kamu lagi pacaran sama Debora di kantor itu ya.. haha kenapa.." ucap Brenda


"Apa yang kamu tertawakan... -_- Saat itu kopi yang kamu buat rasanya asin tau haha " ucap Frisya sambil tertawa.


"Ih benarkah ? dihh.. bikin malu aja... " ucap Brenda


"Sudah, gapapa terimakasih sudah belajar sekalipun masih buruk.." ucap Frisya


"Udah ah, jangan di abisin.. yuk berangkat.." ucap Brenda


"Iya, ini mas mau ngabisin ini dulu nanggung.." ucap Frisya


10 menit kemudian mereka berangkat.


Di dalam mobil...


Frisya memegang tangan Brenda erat.


"Mas.. udah nyetir dulu... " ucap Brenda


"Hm.. kalo kayak gini nih ya, rasanya gak sabar pingin tamasya sama kamu sama anak anak kita nanti " ucap Frisya sambil mencium tangan Brenda.


"Kamu gemesin banget sih mas.." ucap Brenda


Sepanjang perjalanan, mereka membicarakan tentang masa depan yang akan mereka jalani.


Tawa mereka berkali kali pecah, sesekali mereka terdiam, Brenda menangis, hingga kembali tersenyum lagi.


Tanpa terasa 3 jam perjalanan sudah mereka lalui.


"Mas, nanti beli oleh oleh seperti waktu itu ya.." ucap Brenda


"Tentu, mami dan Ayah akan menyukainya.." ucap Frisya


"Brenda, mas punya sebuah impian yang akan segera mas realisasi saat kita sudah menikah.." ucap Frisya


"Apa mas ??" tanya Brenda


"Kamu lihat foto ini... " ucap Frisya sambil memberikan sebuah foto pada Brenda.



******


"Waww... bagus sekali.. " ucap Brenda dengan mata berbinar.


"Apa kamu menyukainya ?" tanya Frisya


"Pasti menyenangkan tinggal disana.. " ucap Brenda


"Mas janji, setelah menikah kita akan tinggal disana.. " ucap Frisya

__ADS_1


"Terimakasih mas Frisya, aku sangat bahagia bisa bersama orang yang menakjubkan seperti kamu... Cup.." ucap Brenda sambil mengecup pipi Frisya.


*****


__ADS_2