
2 Bulan sepeninggal Ayah Kai....
Kai tengah kembali ke korea selatan dan melanjutkan Konsernya bersama dengan teman teman EXO lainnya.
Setelah itu, bukan rahasia lagi jika 2 bulan yang lalu adalah masa yang sulit bagi Kai. Disuatu wawancara televisi, Kai bicara tentang masa-masa belajar menari yang pada akhirnya membawanya menjadi member EXO. Dia menyatakan, bahwa orangtuanya lah yang berperan besar mengenalkannya ke dunia tari dan tarik suara.
*Aku mulai menari pertama kali ketika berusia 8 tahun dan duduk di kelas 2 SD. Ayah ku tahu jika aku menyukai seni lalu, Orangtuaku menggenggam tanganku dan membawaku ke kelas menari. Jadi, aku bisa menari," cerita Kai.
"Berkat orangtuaku, aku bisa belajar tentang menyenangkannya menari, bisa belajar arti kebahagiaan, dan bisa bernyanyi serta menari di depan kalian semua. Semuanya berkat orangtuaku*.
Kai " EXO "
Setelah itu, Kai mulai tak bisa menahan air matanya. Dengan dukungan dari teman teman dan orang terdekatnya Kai berterima kasih ke orangtuanya dan mengirimkan pesan cinta untuk sang ayah.
****
****
****
***
****
Aku pikir, semua ini berawal dari hal-hal kecil yang kumulai saat kecil, yang membawaku kemari. Jadi, aku hanya ingin mengatakan satu hal saja disini, ini karena aku pikir ini adalah saat yangberarti untukku. Bolehkah?.
Sembari melihat ke langit-langit, Kai berkata, "Ayah, aku mencintaimu." dengan linangan air mata.
Sontak langsung menjadi trending dunia, Brenda yang saat itu sedang streaming online wawancara televisi Kai itu tidak mampu menahan air matanya.
Brenda menangis tersedu sedu melihat Kai begitu rapuhnya.
"Sayang... apa yang membuat mu menangis ?" tanya Frisya
" Mas, Kai kasihan sekali... Apa kita perlu pergi kesana dan memastikan keadaan Kai ?" tanya Brenda
"Kau bukan anak kecil lagi Brenda.. " ucap Frisya
"Tapi aku tidak tega melihatnya... Aku teringat betapa buruknya keadaan ku dulu.. " ucap Brenda sedig.
"Baiklah kita pergi kesana besok, bagaimana ?" tanya Frisya
Brenda mengangguk.
*****
Keesokan harinya.
"Sayang.. sudah siap ?" tanya Frisya
"Iya mas Frisya, ayo berangkat.. " ucap Brenda
***
__ADS_1
Setelah beberapa jam penerbangan...
Frisya menelpon Kai.
"Kai, kau dimana ?" tanya Frisya
"Masih di SM kenapa kak ?" tanya Kai.
"Aku ada dikorea, temui aku dan Brenda di tempat biasa ya.. " ucap Frisya
"Benarkah ? Baiklah aku akan kesana 15 menit lagi " ucap Kai.
***
15 menit kemudian...
"Kai " ucap Brenda
"Brenda ? kakak mana ?" tanya Kai
"Kakak mu sedang pergi ke kamar mandi.. " ucap Brenda
****
****
" Ada Apa kalian kemari ?" tanya Kai
"Kami ingin melihat keadaan mu, aku kemarin melihat acara mu.. " ucap Brenda.
"Ah, itu.. memalukan ya.. aku menangis disana.. " ucap Kai.
"Hahaha.. ikut ? kalian kan masih pengantin baru, nanti aku mengganggu bagaimana ?" tanya Kai
"KAI... aku tidak bercanda.. " ucap Brenda
" Kakak mu benar Kai, dia sangat mengkhawatirkan mu, pulanglah dulu bersama kami, setelah semuanya membaik, kau bisa kembali kemari.. " ucap Frisya
"Apa aku tidak menggangu kalian ? " tanya Kai
"Tidak... kakak mu ini akan bahagia jika kamu ikut bersama kami.. " ucap Frisya
"Baiklah.. aku akan menuruti kemauan kalian.. " ucap Kai.
****
Kembali ke tanah air...
"Ma baik baik saja Kai ?" tanya Brenda
"Ayah ku menghabiskan banyak waktu disini, aku biasanya akan disambutnya, ah... aku jadi semakin rindu ayah.. " ucap Kai.
"Aku memahami itu.. " ucap Brenda
" Aku akan pergi ke AKACORPS aku ingin melihat keadaan disana.. " ucap Kai.
"Berhati hatilah.. " ucap Brenda
Kai segera memacu kendaraannya menuju AKACORPS, Sebenarnya Kai masih penasaran bagaimana ayahnya bisa sampai terkena serangan jantung.
__ADS_1
Kai sangat mengenal ayahnya, dia adalah seorang dengan temperamen yang rendah, jadi tidk mungkin hal semudh itu terjadi padanya pikir Kai.
*****
AKACORPS.
"Tuan muda anda datang.. " sambut seorang karyawan.
" Tolong panggil asisten pribadi Ayah ku.. " ucap Kai.
"Baik tuan.. "
" Aku menunggu di ruangan ayah. " ucap Kai.
*****
" anda memanggil saya tuan ?" tanya asisten pribadi ayah Wang ryu.
"Katakan pada ku, apa yang terjadi pada Ayah saat itu ?" tanya Kai
Wajahnya pucat.
" Ada apa ? katakanlah.. " ucap Kai
"Tuan, maafkan saya tuan... saya bersalah karena tidak memikirkan apa akibat dari yang saya lakukan. " ucap Wang ryu
"Maksud mu ?" tanya Kai
"Berjanjilah untuk tidak tergesa gesa mengambil keputusan setelah anda mendengar ini.. " ucap Wang ryu.
"Katakanlah, jangan takut.. " ucap Kai
"Malam itu, tuan Kim memang sedang tidak begitu sehat... Saya memintanya untuk beristirahat, namun tiba tiba handphone tuan berbunyi, saya melihatnya karena saya takut itu penting.. " ucap Wang ryu.
"Lalu ?" tanya Kai
"Saya melihat pesan itu dari kakak anda.. " ucap wang ryu.
"Kak Frisya ?" tanya Kai
"Benar, dia mengirim sebuah Video " ucap wang ryu.
"Video apa ?" tanya Kai
"Video anda dikeroyok oleh kawanan preman hingga sepertinya anda tidak bergerak lagi.. " ucap wang ryu sambil berkaca kaca.
"Anda tahu betapa besar rasa sayang ayah anda pada anda, jadi spontan tuan langsung mengeluh sakit pada dada kirinya, saya segera mengambil obat, namun saat saya kembali... semuanya sudah terlambat.. " ucap Wang ryu sambil menangis.
******
****
" Jadi menurut mu yang menyebabkan kematian ayah ku adalah Kak Frisya ?" ucap Kai.
Wang ryu mengangguk sedih.
"Tidak !! tidak mungkin... " ucap Kai.
"Maaf tuan... tapi itu adalah kenyataannya karena saya yang saat itu bersama dengan tuan Kim.. " ucap wang ryu.
__ADS_1
Kai menunduk sedih.
*****