Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
How ?


__ADS_3

Hari ini, Brenda sudah diperbolehkan untuk pulang, karena keadaannya sudah membaik, hanya saja brenda diminta untuk beristirahat dulu dari segala aktivitasnya.


Setelah itu mereka segera pulang ke rumah Brenda yang lama.


Wajah Brenda murung.


" Brenda... kamu kok murung begitu nak ?" tanya Mami.


"Apa ada yang kamu inginkan ?" tanya Mami .


Mata Brenda menatap lurus kedepan.


"Mami... Brenda akan menemui mas Frisya hari ini..." ucap Brenda.


"Besok saja ya nak ?" ucap mami.


"Tidak, Brenda akan segera berangkat.. " ucap Brenda.


"Aku akan mengantarkan mu Bren.. " ucap Kai yang sejak tadi ikut mengantar pulang Brenda.


"Ide yang bagus nak Kai.. " ucap Mami.


"Tapi mami... " ucap Brenda


"Tidak ada tapi, mami tidak bisa membiarkan mu pergi sendiri " ucap Mami .


Brenda mengangguk.


15 menit kemudian Brenda dan Kai berangkat untuk menemui Frisya. Brenda terdiam di dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Kai.


"Hai, jagan sering melamun itu tidak baik untuk kesehatan mu.. " ucap Kai.


"Hm ... Aku akan memperbaiki ini semua, aku akan menjadi seorang istri yang baik untuk Frisya. " ucap Brenda


Kai melirik Brenda.


"Jika keputusan mu sudah bulat, kau harus menyelesaikannya.. " ucap Kai.


Beberapa saat kemudian mereka sampai...


*****


"Saudara Frisya Frans, ada yang ingin menemui anda " ucap seorang sipir.


Frisya berjalan keluar, dia berpikir mungkin itu adalah pengacaranya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Frisya yang berjalan sambil menunduk perlahan melebarkan pandangannya.


Frisya bagai melihat sebuah senyum malaikat disana.


"Dek Brenda... " ucap Frisya, matanya terbelalak tidak sanggup berkedip.


"Apa kabar sayang... " ucap Brenda dengan mata berkaca kaca.


"Kau benar benar datang ?" tanya Frisya tidak percaya.


Beberapa saat kemudian, Kai datang.


"Apa kabar mu kak ?" ucap Kai.


Ekspresi wajah Frisya langsung berubah saat tahu ternyata Brenda datang dengan Kai.


Mendadak Frisya menjadi dingin, Frisya melipat tangannya.


"Aku baik baik saja.. " ucap Frisya


"Maaf, aku baru datang sekarang... apa kau merindukan ku ?" tanya Brenda.


" Mengapa kemari ? Bukankah kau marah pada ku ?" tanya Frisya.


"Kau benar, tapi aku rasa itu adalah hal bodoh.. " ucap Brenda


Kai menyadari jika dia tidak seharusnya berada di topik pembicaraan ini, jadi Kai memilih pergi.


"Kau mau pergi kemana Kai ?" tanya Brenda.


"Selesaikan masalah kalian dulu, aku akan pergi.. " ucap Kai.


"Apakah kamu sudah menemukan pengganti ku ?" tanya Frisya dingin.


"Siapa ? Maksud mu Kai ? Dia tetap adik mu mas.. " ucap Brenda.


"Tapi sepertinya hubungan kalian semakin dekat saja.. " ucap Frisya.


"Sudah, jangan bahas Kai... kita bahas tentang kamu saja.. " ucap Brenda


"Aku akan menjalani persidangan minggu depan.. " ucap Frisya.


"Mas, aku mengenal mu dengan cukup baik, kau bahkan bisa membeli kebebasan mu.. " ucap Brenda.


"Jangan lanjutkan ini, kita keluar biar pengacara yang menyelesaikannya.. " ucap Brenda

__ADS_1


"Bukankah kamu yang ingin aku diadili ?" tanya Frisya dingin.


"Itu, adalah suatu kebodohan... Mungkin aku satu satunya wanita yang melakukan hal buruk seperti itu pada suaminya, aku mohon pengampunan mu atas segala ucapan buruk ku.. " ucap Brenda sambil menitihkan air mata.


Frisya tidak tega melihatnya.


"Aku sudah memikirkannya dalam beberapa hari ini dengan banyak pertimbangan.. " ucap Frisya.


"Aku banyak bersalah pada mu Bren.. mungkin cinta ku padamu tidak pernah salah, tapi cara ku yang salah... " ucap Frisya


"Kau seharusnya mendapatkan pria baik seperti Kai, atau... " ucap Frisya terpotong.


"Atau apa ?" tanya Brenda


"Atau salah satu pria baik yang bernama Hakim dan Juve itu.. " ucap Frisya lagi.


"Maksudnya ?" tanya Brenda lagi.


"Satu lagu yang aku sembunyikan darimu.. " ucap Frisya.


" Pria yang bernama Hakim itu, aku membencinya karena dia sangat dekat dengan mu, jadi aku menghubungi kantornya untuk memindahkannya ke tempat terpencil sehingga tidak akan mudah untuknya menemui lagi. Dan Dokter itu ( Juve ) Aku tahu dia pernah menjalin hubungan dengan mu, jadi aku meminta tempatnya bekerja untuk mengirimnya ke tempat sengketa, aku berharap dia akan berakhir disana.. " ucap Frisya ringan.


Deg !!


Deg !!


"Kau tahu... Aku kemari untuk kembali pada cinta ku, tapi mengapa kau berulang kali berusaha untuk membunuh paksa cinta ku Fris ? Apa aku orang yang pantas kau perlakukan seperti ini ?" tanya Brenda mulai menitihkan air matanya lagi.


"Pulanglah... Aku tidak ingin bertemu lagi dengan mu, mungkin ini terakhir kalinya kita bicara, aku harap .. " ucapan Frisya terpotong.


" Hentikan omong kosong mu, aku akan pergi da akan segera kembali.. " ucap Brenda sambil mengusap air matanya.


"Kau benar aku membunuh paksa cinta mu pada ku Bren, berhentilah mencintai ku, cintailah orang yang layak untuk mu.. " ucap Frisya


Kemudian Frisya beranjak pergi dari hadapan Brenda.


"Kau memang bodoh !!" teriak Brenda.


Frisya menoleh...


"Bahkan ada hati yang akan tetap bertahan sekalipun ribuan kali dibunuh paksa, ingat itu.. " ucap Brenda yakin sambil beranjak pergi.


Setelah Brenda pergi...


Frisya menundukkan pandangannya.

__ADS_1


Butir butir air mata itu terus mengalir dari matanya.


*****


__ADS_2