Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Psikiater I


__ADS_3


*****


Beberapa saat kemudian...


Brenda, Mami dan Ayahnya pergi sambil mengendarai mobil.


Setelah 2 jam menunggu.Akhirnya dia melihat sebuah Mobil Keluar dan segera diikuti oleh Hakim.


"Kemana mereka akan pergi.. Apakah Nina ada dalam mobil itu ?? Ahh, tidak ada salahnya mengikuti mereka.." ucap Hakim.


1 jam perjalanan, Brenda berusaha untuk terus tersadar, meskipun sebenarnya matanya terasa sangat mengantuk.


"Tidurlah dulu nak jika lelah di pangkuan Mami.. " ucap Mami sambil mengelus rambut Brenda .


****


Beberapa saat kemudian mereka sampai...


Brenda dan Mami segera turun, dan melihat nama Klinik itu.


 


" **Dr. Juve Reksha Dana Sp KJ. "


PSIKIATER**


 


"Juve Reksha Dana ???" tanya Brenda.


"Yuk Brend masuk... dokternya udah nungguin di dalam." ucap Ayah.


Brenda mengangguk.


Saat memasuki Klinik terlihat Seorang dokter dengan kacamata, yang tengah duduk dikursi dokternya, dan saat melihat kehadiran Brenda, dia langsung berdiri dan membelalakan mata.


"Brenda ??" ucap Dr. Juve


"Juve ??" ucap Brenda.


"Kamu sakit apa Brend ??" tanya Dr. Juve.


Brenda terdiam....


"Ah, dokter, biar saya yang menjelaskan.. Brenda kamu tunggu didepan aja dulu ya.." ucap Mami.


Juve masih tetap menatap Brenda, dan seperti enggan melepaskan pandangannya.


"Dokter, bisa saya bercerita sedikit tentang keadaan Brenda ??" tanya Mami


"Ah.. iya tante.. mari silahkan.." ucap Juve.


1 jam kemudian, Brenda masih menunggu di depan ruang dokter, baginya ini lebih baik daripada harus menjadi orang lain.


****

__ADS_1


Di luar klinik...


Sudah sekitar 1 jam yang lalu Hakim menunggu Brenda keluar dari klinik itu di warung kopi depan Klinik.


"Aah, apa apaan ini Aku seperti orang konyol disini.. aku masuk aja apa ya.. kan ini klinik.. jadi bisa aja aku sok jadi pasien gitu.." ucap Hakim dalam hati.


*****


Dalam ruangan dokter Juve.


"Tante... Sebenarnya apa yang dialami Brenda adalah suatu bentuk pertahanan dirinya dari sebuah rasa trauma. sehingga membuat dirinya terpecah dan menjadi pribadi ganda." ucap Dokter Juve.


"Lalu Dokter apa yang akan kita lakukan untuk mengobati Brenda ??" tanya Mami


"Pengobatan utama untuk gangguan kepribadian ganda adalah dengan melalui perawatan jangka panjang. Tujuan dari perawatan jangka panjang ini adalah untuk mengenali kepribadian lainnya dan menghancurkan serta menyatukannya dengan pribadi awal. Dengan kata lain, terapi yang dilakukan bertujuan untuk berusaha mensinkronkan kepribadian – kepribadian yang ada menjadi satu. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum menjalankan terapi." ucap Dokter Juve.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk Brenda, anda tahu.... Brenda adalah pemilik Perusahaan Hoki Grup, jadi uang bukan masalah bagi Brenda.." ucap Mami.


"Asal Brenda bersama ku, akan ku berikan apapun, bahkan segala nya gratis.." ucap Juve dalam hati.


"Bisakah Brenda diajak masuk tante ??" ucap Juve.


"oh, iya, tunggu sebentar. Brend.. Brenda.. masuk nak.." ucap Mami.


Brenda pun masuk....


"Bren, jujur aja.. aku harus tahu dulu separah apa DID yang kamu hadapi." ucap Juve.


"Maksud kamu ??" tanya Brenda.


"Yaa.. kamu kalau bisa menginap disini beberapa hari, agar aku bisa tahu siapa dan seperti apa Nina Syafilah itu." ucap Juve.


"Biasanya.. mereka hadir, saat ada pemicunya.." ucap Juve.


"Pemicu ??" tanya Brenda.


"Yaa... bisa jadi saat itu kamu stress atau sedang mendapatkan tekanan, itu semua membuat pikiran kamu menegang dan memicu otak untuk membangun pertahanan, jika pada orang biasa bisa dikatakan seperti saat mendapatkan perilaku buruk, dia mencoba untuk melupakan." ucap Juve.


"Lalu haru ini kita akan melakukan apa ??" tanya Brenda..


"aku akan melakukan evaluasi awal pada kamu Brenda dan juga menunggu Nina Syafilah akan muncul." ucap Juve.


Brenda hanya mengangguk ria.


*****


Hakim yang tadinya menunggu didepan klinik, kini sudah ada di ruang tunggu dan menguping pembicaraan Brenda dan Dokter Juve.


"Muncul ??? bukankah tadi Nina masuk ke dalam rumah Bren da, Ahh iya sekarang aku ingat, iya namanya Brenda.. Tapi mengapa mereka menunggu Nina Syafilah muncul??" tanya Hakim.


Tiba tiba ada yang membuka pintu, sontak saja Hakim yang di depan pintu sambil menyender jatuh tersungkur ke lantai.


"Hai, tuan apa yang terjadi ?? apa kau sedang menguping ?? ini sebuah kejahatan." ucap Juve.


Semua orang dalam ruangan menatap ke arah Hakim.


"Ah, semuanya ?? jangan salah paham.. perkenalkan saya Hakim, saya tidak bermaksud menguping pembicaraan kalian, tapi saya merasa ada yang tidak benar disini." ucap Hakim.

__ADS_1


"Apa maksud kamu nak ??" tanya Mami


"Kamu jangan macam macam ya." ucap Ayah Brenda.


"Tolong dengarkan saya dulu... jadi begini, perkenalkan saya adalah seorang Produser acara dan seorang Promotor, dan Nina Syafilah adalah artis saya, tadi saya melihat dia seperti orang sakit dan tiba tiba seperti orang kebingungan, lalu dia pergi ke rumah anda Nyonya tidak pergi ke apartemen tempat dia tinggal selama ini.. Saya khawatir jadi saya ikuti saja, ternyata dia berhenti di rumah Brenda, lalu anda semua pergi kemari dan saya tetap mengikuti kalian, dan maaf saya mendengar ucapan Menunggu Nina Syafilah Muncul ?? Padahal dia kalian tinggal disana bagaimana bisa muncul disini ??" tanya Hakim.


"Oh, jadi tuan ini mengenal sosok Nina Syafilah itu ??" tanya Juve


Brenda tertunduk malu dan lesu...


"Darimana kamu mengenal Brenda ??" tanya Ayah.


"Hm.. kami bertemu beberapa bulan yang lalu, dia sedang berada di halte bus sambil menangis seperti orang frustasi, dan saya membantunya untuk mengajaknya pulang, karena sepertinya berada di halte sendirian tidak aman baginya." jelas Hakim.


Brenda merasa dibuat sangat malu oleh dirinya sendiri, dengan tingkahnya..


Kedua orang tua Brenda saling bertatapan dengan Juve.


"Tenanglah tante dan Om, disini kita mendapatkan bantuan karena ada yang mengenal Nina Syafilah dengan baik, kita bisa bertanya agar saat dia muncul dia tidak kabur." ucap Juve.


Mami dan Ayah hanya mengangguk ria.


"Jadi tuan Hakim, bisakah anda membantu kami ??" tanya Juve.


"Tentu, apapun untuk Nina Syafilah." ucap Hakim.


"Baiklah Om dan tante silahkan anda pergi dulu, saya ingin bicara dengan Hakim dan Brenda.." ucap Juve.


******


Juve menceritakan semua kisah yang dialami Brenda, hingga hubungannya Brenda dengan Nina Syafilah.


Hakim hanya bisa membelalakan matanya kaget dan tidak bisa mencerna apa yang diucapkan oleh Juve.


"Jadi.... jadi ini Nina Syafilah tanpa Jilbab dan Niqobnya ??" ucap Hakim.


Brenda hanya terdiam dan meneteskan air matanya.


"Maafkan saya tuan.. ini di luar kuasa saya.." ucap Brenda.


"Brenda... kamu tahu, darimana datangnya Nina Syafilah ??" tanya Juve.


Brenda menggelengkan kepalanya.


" Dari otak kamu.. Kamu merasa sangat Trauma karena kehilangan tunangan mu, jadi otak kamu membangun pertahanan untuk melupakan.." ucap Juve.


"Apa salah jika aku ingin melupakan dia dan melanjutkan hidup ku ??" tanya Brenda


"Tidak salah, tapi caranya yang salah, Melupakan tapi hati mu masih teramat sakit, Sakit hati bukan seperti kamu menulis di atas kertas, meskipun tanpa menghapus nya kamu bisa membuangnya." ucap Juve.


"Lalu ?? apa yang harus aku lakukan ??" tanya Brenda.


"Ikhlas Brenda... Ikhlaskan... kamu mengerti ikhlas ??" tanya Juve.


Mendengar kata ikhlas, seperti ada angin mendesir ke seluruh tubuhnya.


"Ikhlas itu adalah saat kamu, merasakan tidak sakit sekalipun kenangan itu ada dan kamu tidak perlu menolak kenangan itu mati matian. hingga otak mu tidak bisa menerimanya." ucap Juve.

__ADS_1


Brenda terdiam....


*******


__ADS_2