
Keesokan harinya...
"Dek.. pergi mancing yuk.. " ucap Frisya
" Berdua ?" tanya Brenda
"Iya... kita berdua, apa kau akan mengajak Kai ?" tanya Frisya.
"Tidak bukan begitu, aku lupa jika Kai besok pergi, bukan hari ini.. " ucap Brenda
" Pergilah Bren... aku tidak ingin mengganggu kalian.. " ucap Kai
" Hm . Baiklah, berhati hatilah di rumah.. " ucap Brenda
" Heii.. aku sudah dewasa.. " ucap Kai
Beberapa menit kemudian Brenda dan Frisya sudah bersiap berangkat dengan Van mereka.
"Bye Kai... " ucap Frisya
"Have fun kak..Friss, Brenda.. " ucap Kai sambil melambaikan tangannya.
Brenda dan Frisya balik melambaikan tangannya.
*****
Dalam mobil.
"Apa kamu senang. " ucap Frisya
" Tentu... aku senang, hanya saja... " ucap Brenda sambil menunduk.
"Ada apa ? Apa ada yang kau inginkan ?" tanya Frisya
"Tidak... " ucap Brenda sambil menatap ke kaca pintu.
*******
1 jam kemudian mereka sampai di danau dan akan mulai memancing.
Brenda masih terlihat sedikit lesu, dia masih kecewa dengan apa yang dilakukan suaminya yang sampai hari ini belum menyentuhnya.
Mereka duduk berdampingan...
"Brenda.. " ucap Frisya sambil memeluk Brenda dari samping.
"Apa yang membuat mu bersedih ? mas sedih melihat mu seperti ini.. " ucap Frisya
" Mas Frisya, kamu punya wanita idaman lain yaa ?" tanya Brenda terang terangan.
__ADS_1
Frisya mengernyitkan dahi.
"Apa mas mu ini terlihat seperti lelaki macam itu ??" tanya Kai
"Dulu, kita bahkan berkali kali hampir melakukannya sebelum menikah, tapi sekarang, kau bahkan hanya menatap ku dengan mata berbinar itu.. " ucap Brenda
"Apa kau tidak tahu jika aku mencintaimu ?" tanya Frisya
"Mata mu mengatakan itu mas, tapi tindakan mu tidak... " ucap Brenda sambil menatap jauh.
Frisya tidak mengerti.
" Lalu ? apa kau mau kita melakukannya sekarang ??" ucap Frisya kesal.
"Sekarang ?? ( Menatap Frisya ) Apa kamu sudah tidak waras.. " ucap Brenda tak kalah kesal.
Brenda meninggalkan Frisya dan kembali masuk dalam Van, Frisya mengikuti Brenda dan segera memacu Van nya.
Frisya pergi menuju sebuah hotel tak jauh dari danau.
"Brenda.. turunlah, kita sudah sampai.. " ucap Frisya manis.
Brenda terdiam tidak mau turun.
5 menit....
10 menit...
Brenda belum beranjak turun, Frisya juga masih terdiam membuka pintu mobil untuk Brenda.
Tiba tiba..
"TURUN !!!" teriak Frisya sambil menggebrak pintu mobil.
Brenda kaget, ini pertama kalinya Brenda melihat Frisya berteriak padanya.
Brenda turun dengan terpaksa, tangannya ditarik kasar oleh Frisya.
"Tangan ku sakit... " ucap Brenda
Frisya tidak menggubris ucapan Brenda. Setelah masuk dalam kamar Brenda diarahkan untuk duduk di tempat tidur oleh Frisya.
Tangan Brenda memerah karena di pegang terlalu kuat oleh tangan Frisya.
"Apa kau menginginkan ini ?" tanya Frisya dengan manisnya.
Brenda terdiam melihat wajah suaminya.
" Setelah berteriak dan meremas kasar tangan ku, kini dia kembali berubah menjadi manis... " ucap Brenda dalam hati.
__ADS_1
"Brenda, aku mencintaimu.. " ucap Frisya dengan mata berbinar lagi.
" Aku tidak begitu mengerti dengan apa yang terjadi, dia dia masih menatap ku dengan mata itu, tapi aku merasa dia berubah.. " pikir Brenda
Frisya mulai menciumi Brenda dengan lembut, hangat dan penuh cinta.
"Tidak !! dia tidak berubah... dia masih mas Frisya ku.. " ucap Brenda sambil merasakan bibir Frisya yang mulai menelusuri tiap jengkal tubuhnya.
"Mas Frisya, aku mencintaimu... " ucap Brenda
"Lanjut ??" tanya Frisya
"Lakukan segalanya mas.. " ucap Brenda
******
Frisya POV.
Aku sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada ku, setelah malam pertama ku yang gagal dan juga setelah menghadiri kematian orang tua itu. ( Ayah Kai ) Aku seperti kehilangan gairah nafsu ku, tapi sungguh tidak mengurangi rasa cinta ku pada Brenda.
Aku sangat mencintainya, Hari ini dia kesal saat aku belum menyentuhnya sama sekali sejak malam pertama kami..
Sialnya orang tua itu sudah mati, jadi aku tidak bisa bertanya, apa yang sudah dia lakukan pada ku malam itu.
Sepertinya aku harus berobat, tapi... bagaimana kata mereka saat seorang Frisya kehilangan nafsu birahinya.
Aaarrgh !!! ini membuat ku Frustasi.
Seseorang tolonglah aku lagi, kali ini...
*******
Tiba tiba suara handphone berdering...
Brenda yang sudah kebasahan dengan sentuhan dan kecupan dari Frisya kembali harus kecewa saat mendengar suara handphone berdering.
"Sayang, maafkan mas... mas janji ini sebentar... " ucap Frisya sambil tidur disamping Brenda dan memeluknya.
"Astaga.... ini terjadi lagi.. hiks hiks hiks... malam pertama ku yang akan selalu gagal. " keluh Brenda.
" Halo !!" teriak Frisya seakan akan terganggu dengan telepon itu.
" Friss... kau dimana aku ingin bertemu, aku ingin membicarakan tentang masalah penting.. " ucap seorang wanita.
"Tidak ada yang penting diantara kita... sudah " ucap Frisya sambil mematikan teleponnya.
"Untuk apa dia menelpon ku, mengganggu saja " ucap Frisya sambil melirik Brenda.
"Kau sudah tidur sayang... Brenda... " ucap Frisya melihat Brenda tidur dalam dekapannya.
__ADS_1
"Aku berjanji akan segera memperbaiki ini.. maafkan aku.. aku sungguh mencintai mu.. " ucap Frisya.
******