Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Usai


__ADS_3

1 jam berlalu...


2 jam...


3 jam....


4 Jam kemudian...


"Aku harus bangkit... !!!" hanya itu yang terucap dibibir Brenda.


Malam itu juga Brenda membeli rumah baru, yang jauh dari tempat tinggalnya yang lama, namun dekat dengan perusahaan Hoki Grup.


Malam itu juga Brenda pindah ke rumah baru.


Brenda sudah menghubungi Maminya agar tidak datang dulu, karena semuanya belum jelas.


Nada kecewa dari Maminya tak terelakkan, namun Brenda tidak ingin salah mengambil keputusan.


Brenda pun juga sudah mengganti nomor handphone nya. Dia seperti ingin memutuskan hubungan dengan Gun Woo.


*****Perusahaan Gun Woo.


Setelah kejadian di restaurant Big tadi


Gun Woo menjadi amat gelisah dan sedih.. dia berusaha menelfon Brenda berkali kali, namun sayangnya tidak diangkat oleh Brenda hingga Gun Woo tidak lagi tersambung dengan nomor handphone Brenda.


"Siaaaallllllllll.... Bagaimana Brenda bisa ada disana... !!!! Astaga... bagaimana ini.." ucap Gun Woo kesal.


Gun Woo hendak pergi menuju Rumah Brenda.. namun sayangnya terhalang meeting penting dengan perusahaan GONG.


Pukul 8 malam Saat semua pekerjaan Gun Woo sudah selesai, Gun Woo bergegas pergi menuju Rumah Brenda.


Sayangnya, rumah Brenda sudah kosong tidak berpenghuni. Hanya tinggal seorang satpam.


"Pak.. pindah dimana pemilik rumah ini ??" tanya Gun woo mencoba bersabar.


"Jauh tuan.. katanya sih keluar kota gitu.. mendadak lagi.." ucap Satpam itu yang sudah kong kalikong dengan bik Sari.


Wajah Gun Woo merah, dia sangat marah pada dirinya sendiri.


" Dimana kau Brenda..." ucap Gun Woo sambil memukul stang mobil.


Gun Woo mencoba menghubungi mami Brenda, sayangnya malah dia mendapatkan jawaban yang semakin membuat hati Gun Woo gunda gulanah .


"Tidak mungkin semudah ini, tidak mungkin Brenda.. ku mohon jangan lakukan ini pada ku.." Gun Woo menangis sesegukan di dalam mobil.


Gun Woo pergi memacu mobilnya menuju rumah Harry. Harry adalah sekertaris yang baru saja diangkat oleh Gun Woo beberapa hari yang lalu.


***** Di Rumah Harry.


(Suara bell pintu )

__ADS_1


Harry membuka pintu dan langsung kaget melihat tuannya datang berkunjung tanpa memberikan kabar dahulu.


"Tuaan ?? Ada apa tuan ?? tuan juka ada yang harus saya kerjakan tuan tinggal menelfon jangan repot repot datang kemari." ucap Harry.


"Sudah Diamlah... apakah kau mempunyai minuman ??" tanya Gun woo.


"Punya tuan, tapi murah.. apakah tuan..." ucapan Harry terpotong.


"Segera ambil.." perintah Gun Woo.


"Ini tuan... " ucap Harry.


Gun Woo minum sangat banyak sekali, dia hampir sangat mabuk.


"Hai kau Harry.. aku tidak mau tahu bagaimana caranya, kau cari tahu dimana keberadaan Brenda sekarang, jika kau tidak menemukannya.. kau akan kehilangan segalannya.. " ucap Gun Woo lalu tidak sadarkan diri, karena terlalu banyak minum.


"Ooohh jadi ini gara gara wanita..." Ucap Harry.


Harry, sebenarnya adalah seorang peretas yang cukup handal jadi dia mencari Brenda mulai dari dimana terakhir kali sinyal handphone Brenda terdeteksi, hingga Nomor plat dan semua cctv di area tempat tinggal Brenda.


Hanya dalam waktu 1 jam Harry sudah menemukan dimana kini Brenda tinggal dan begitu pun nomor handphone barunya.


Pagi harinya...


Gun Woo terbangun dan hendak segera beranjak pergi.


"Tuan.. Sarapan dulu... sudah saya siapkan.." ucap Harry.


"Tuaann... Kemarilah anda tidak perlu sarapan jika memang tidak menginginkan nya, tapi untuk yang satu ini... anda pasti menginginkan nyawa.." ucap Harry yakin dan mengajak Gun Woo duduk.


Harry menyentuh pundak Gun Woo. Nampak jelas jika Gun Woo tidak menyukai perlakuan Harry itu.


"Tuan, jangan bersikap seperti itu, saya hanya mencoba membantu.."


Gun Woo tidak menjawab dia hanya menatap tajam Harry.


"Hmmm... baiklah langsung saja, silahkan anda lihat di balik tudung saji itu. apa yang anda minta ada disana." ucap Harry .


Masih tidak menjawab, Gun Woo jadi sedingin es. Awalnya Gun Woo tidak berniat membuka tudung itu, tapi karena Harry mengatakan (" apa yang anda minta ada disana." ucap Harry ") itu menarik perhatian Gun Woo.


Akhirnya Gun Woo membuka tudung saji itu.


"Jalan Teratai Barat no 123 Pondok Bunga " ucap Gun Woo membaca secarik kertas di balik tudung saji, lalu menatap Harry kembali.


"Tuan, bukankah anda semalam yang meminta untuk aku mencari dimana tunangan anda sekarang ??? yaa.. itu alamatnya.. disana rumah yang dia tinggali." ucap Harry.


"Kau... kau... terimakasih.." ucap Gun Woo berdiri dan segera berlari pergi.


Harry yang berpikir mungkin tuannya akan berterima kasih sambil memeluknya ternyata salah...


"Yaaaa... cinta memang gila.. biar aku memeluk diriku sendiri saja." ucap Harry sambil menyilangkan tangan di tubuhnya.

__ADS_1


20 menit kemudian Gun Woo sampai. Gun Woo langsung mengetuk pintu dan dibuka oleh bik Sari.


"Tutt tuu aan.." ucap Bik Sari gelagapan.


"Mana Brenda.." ucap Gun Woo.


"Di diaa sedang di kamar tuan.." ucap Bik Sari.


*** Kamar Brenda.


Sebenarnya Brenda masih belum bisa melupakan Gun Woo, tapi dia juga tidak bisa menerima apa yang di saksikannya. karena hal itu membuatnya mengingat kembali akan patah hati pertamannya dengan Richard.


Kamar Brenda di lengkapi dengan fasilitas kolam ikan, agar tubuhnya menjadi rileks. sambil melamun Brenda menikmati apa yang dilakukan ikan ikan kecil itu.


Gun Woo segera naik dan mengetuk pintu kamar Brenda.


"Masuklah...." ucap Brenda yang dikiranya bik Sari.


Gun Woo mencoba untuk tenang menghadapi Brenda.


"Apakah Brenda sudah lupa dengan Abang tampan kesayangannya ini.." ucap Gun Woo.


Brenda menatap darimana suara itu berasal.


Tentu saja Gun Woo yang jelas jelas terduduk di ranjang Brenda.


"Mau apa lagi kamu Gun Woo.. pergilah.. aku tidak ingin meneruskan ini denganmu." ucap Brenda kasar.


"Brenda dengarkan dulu... bukankah kau mengenal ku lebih baik dari siapapun.." ucap Gun Woo.


"Aku hanya mencintai mu Bren.. Jika kau tidak percaya.. kau bisa menghubungi Harry asisten ku yang baru, agar kau tahu siapa wanita itu." ucap Gun Woo


"Entahlah.. pergilah.. aku masih belum bisa menemui mu..Ku harap kau jangan berharap banyak.. dari ku."


"Brenda.. kita sudah dewasa Bren, tidak bisakah kau bicara dengan ku sebagai pria dan wanita dewasa..." ucap Gun Woo sambil memegang tangan Brenda karena kesal.


Gun Woo menghubungi Harry dan segera meminta Harry mengirim semua hal tentang Mellyta ke email Brenda.


( 1 Pesan email masuk dari Harry Alden)


Brenda langsung membukannya.


Disana terpampang jelas siapa Mellyta, latar belakangnya, hubungannya dengan Perusahaan Gun Woo hingga skandalnya dengan banyak pengusaha.


Setelah membaca email itu, Brenda langsung terkulai lemas, dia merasa menyesal atas segala ucapan kasar dan perlakuan buruk yang seharusnya tidak dia lakukan pada Gun woo.


Melihat Brenda sudah hampir menangis karena menyadari kesalahannya, Gun Woo langsung memeluknya erat.


"Maafkan aku..." ucap Brenda lirih.


"Ini salah ku sayang.. aku yang seharusnya meminta maaf padamu sayang.."

__ADS_1


*******


__ADS_2