Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Brenda yang Mencoba untuk Bangkit


__ADS_3

6 Bulan sudah sejak Brenda bermimpi bertemu dengan Gun Woo. Brenda sudah mulai lelah dengan keadaannya yang amat kosong dan gelap.


Perlahan... Brenda mulai membuka tirai kamarnya, merapikan tempat tidurnya dan membersihkan tubuhnya dengan benar.


Setelah itu itu Brenda turun dari kamarnya untuk makan bersama Mami dan Ayah nya.


Mami yang melihat Kedatangan Brenda seperti mendapatkan udara segar mengisi paru paru nya, sangat melegakan.


"Brenda... Sayang... " Ucapan mami terpotong.


"Selamat pagi Mami, Ayah.. bik Sari.." Sapa Brenda.


Semuanya melihat Brenda dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Aku mau sarapan susshi.." ucap Brenda meminta makanan favoritnya.


"Akan segera siap !!" ucap Mami, Ayah dan bik Sari bersamaan.


Mereka saling bertatapan..


"Sudah... biar bik Sari aja... mami sama ayah udah makan aja.." ucap Brenda.


Beberapa saat kemudian bik Sari datang dengan membawa Susshi kesukaan Brenda.


"Makasih bik.." ucap Brenda


"Nak.. Brenda.. apakah kamu baik baik saja nak ??" tanya Mami.


"Iya.. aku rasa begitu.. " ucap Brenda


"Bagaimana, jika kamu mencoba melakukan kegiatan kamu yang dulu.." ucap Mami agar Brenda tidak semakin terpuruk.


"Maksudnya mami ??" tanya Brenda


"yaaa.. maksud mami kamu itu, yaa kamu bisa shopping.. nonton atau apalah itu.. " ucap Ayah.


"Males yah.. gak mood.." ucap Brenda


"Yaa.. itu nak.. kamu bisa melakukan hal seperti dulu.. pergi ke perusahaan Hoki Grup.. buka cabang dll... bukankah itu bagi mu sangat menyenangkan dari apapun ??" ucap Mami yang sebenarnya tidak yakin.


Brenda menghentikan makannya dan terdiam untuk beberapa saat...


"Baiklah... Brenda akan mencoba untuk pergi ke Hoki Grup.


Raut wajah mami Brenda dari yang khawatir menjadi senang karena itu artinya Brenda akan bertemu dengan banyak orang dan mulai membuka diri.


Pukul 8 pagi...


Brenda Berangkat pergi menuju perusahaan Hoki Grup.


Para karyawan yang melihat kedatangan Brenda langsung berjejer menyambut Brenda dengan seadanya karena Mami Brenda mengabari dengan sangat mendadak.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona Brenda... Semoga haru anda menyenangkan dan selalu bahagia.." ucap Para karyawan.


Melihat di sambut Brenda sebenarnya biasa saja bahkan lebih cuek, namun Brenda menghargai apa yang dilakukan para karyawannya.


"Baiklah.. terimakasih atas sambutan kalian yang sangat meriah ini... sekarang kalian bisa kembali bekerja.." ucap Brenda


"Terimakasih Nona Brenda.." ucap Para karyawan sambil berlalu pergi.


"Noooonnaaa !!! Bahagia rasanya melihat anda lagi... " ucap Meta.


"Ya.. aku juga senang melihat mu... Ooh iya.. kita akan membuka 5000 cabang tempat makan dalam 6 bulan, jadi bersiaplah untuk bekerja mati matian dengan ku ." ucap Brenda membuat Meta menelan ludahnya dengan berat.


"Saya selalu siap siaga, untuk anda Nona Brenda.." ucap Meta dengan tidak berdaya..


"Haaahhhh... saatnya mati matian Metaa... kemarin itu cuman pingsan metaa.. bar sabar ya mettt.." ucap meta pada dirinya sendiri.


** Ruangan Brenda.


Brenda mulai mempelajari semua berkas berkas laporan pekerjaan yang dia tinggalkan beberapa waktu yang lalu.


"Meta.. Masuklah ke ruangan ku.." ucap Brenda.


"Anda memanggil saya Nona Brenda ??" tanya Meta.


"Siapa yang menaikan gaji mu hingga 50%??" tanya Brenda


"Ah.. itu.. anu.. tu tu. tuaa" ucap Meta terbata bata.


"Tuann besar Nona Brenda alias Ayah Nona." ucap meta.


"Ayah ???" tanya Brenda


"Iya Nona saya sungguh sungguh.." ucap Meta ketakutan.


"Baiklah... naikan 100% gaji mu itu.." ucap Brenda


"Haahh... sungguh nona ??" tanya Meta.


"Iya.. aku bersungguh sungguh... karena apa yang akan kita lakukan akan lebih gila dari yang kau lakukan beberapa bulan lalu " ucap Brenda sambil tersenyum menyeringai.


"Astaga senyum apa itu..." pikir meta


"Baik Nona Brenda terimakasih." ucap Meta.


**** 3 Bulan kemudian...


Brenda seorang gadis yang cukup jenius dalam urusan bisnis dengan keahliannya dia benar benar menguasai pasar dan dalam waktu singkat dia benar benar sudah memiliki 4000 Cabang tempat makan .


Tentu saja semua yang diperoleh Brenda bukan hanya karena prestasinya semata, tapi juga orang orang di dekatnya.


Meta dan para pegawai nya sering bergantian mengambil cuti karena sakit, mereka bahkan harus bekerja hingga larut malam. dan masih harus membawa berkas pekerjaan untuk diselesaikan di rumah.

__ADS_1


Hingga suatu Siang...


Saat Brenda hendak pergi makan siang di sebuah tempat makan miliknya, dia berpapasan dengan seorang Pria setengah baya.


Seperti biasa... Brenda merasa hatinya kosong, dunianya masih gelap... dia berjalan seperti raganya saja tanpa nyawa...


Pria setengah baya itu memperhatikan Brenda, bahkan hingga Brenda berada di hadapannya Brenda masih belum menyadari siapa dia.


"Nak... tidak baik berjalan dengan pikiran kosong seperti itu.." ucap Seseorang yang baru saja dilewati Oleh Brenda.


Brenda yang mendengar langsung berhenti dan berbalik menatap ke arah suara itu berasal.


Brenda menatap orang itu...


Butuh beberapa saat untuk Brenda menyadari siapa Pria itu.


"Gun Woo ..." ucap Brenda lirih..


"Apa ?? Gun Woo kata mu ?? hahaha, nak... sadarlah.. " ucap Pria itu sambil menyentuh pundak Brenda dengan lembut.


"Ah, Ayahh... " ucap Brenda kaget ternyata yang di hadapannya bukan Gun Woo namun adalah ayahnya Gun Woo.


Suara Brenda bergetar...


"Apakah kau akan makan siang... mari makanlah dengan ku.." ucap Ayah Gun Woo sambil menarik tangan Brenda.


Brenda menundukkan kepalannya saat duduk berhadapan dengan Ayah Gun Woo.


" Nak ?? apakah kau tidak merindukan ku ??" tanya Ayah Gun Woo.


"Hm... ayah.. maaf aku bahkan bingung harus menjawab apa.." ucap Brenda


"Mengapa kau terus menundukan kepala mu ?? kenapa ?? apakah kau sakit ??" tanya Ayah Gun Woo.


"Tidak ayah.. hanya saja.. melihat ayah.. rasanya seperti aku melihat Gun Woo.." ucap Brenda


"Benarkah ?? Apa sangat sulit melupakan anak ku itu ??" tanya Ayah Gun Woo


Brenda terdiam dan menitihkan air mata...


" Nak.. maaf aku hanya bercanda... Apakah kau seperti ini karena sudah tahu apa yang terjadi pada Gun woo ??" tanya Ayah Gun Woo


"Maaf ayah.. sampai hari ini aku masih belum bisa mencari tahu apa yang terjadi pada Gun woo.. aku rasa aku tidak sanggup.." ucap Brenda sambil menangis tersedu sedu.


"Nak... sebaiknya kau mulai mencari tahu kebenarannya... supaya apa ?? supaya kau bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan bisa melanjutkan hidup mu.." ucap Ayah Gun Woo.


Brenda yang merasa sudah tidak tahan lagi akhirnya memilih untuk pergi.


" Baiklah ayah, jika ayah memang ingin aku melakukannya, tapi maafkan aku.. aku harus segera pergi.. semoga ayah selalu sehat dan bahagia.. " ucap Brenda dan kemudian pergi berlari menuju mobilnya dan pulang.


****************

__ADS_1


__ADS_2