Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Perceraian


__ADS_3

Pagi ini Frisya terlihat sangat gusar, dia terlihat terduduk di sofa sebentar kemudian berdiri, duduk lagi, kemudian berdiri lagi sambil mengacak acak rambutnya.


"Astaga bayi besar, kau kini lebih mirip seperti ayam hendak bertelur haha " ucap Rama sambil tertawa.


"Ram, kapan aku bisa bertemu dengan Brenda.. ini sudah sangat lama.." ucap Frisya


"Tenanglah Friss.. Kau jangan terlalu terlihat jika kau sangat menginginkannya, itu hanya membuatnya muak pada mu.." ucap Rama


"Lalu ?" tanya Frisya dingin.


"Kau harus nampak seperti saat pertama kau bertemu dengannya.. Ingat siapa dirimu Frisss... Kau adalah seorang Frisya... kau adalah seorang yang kaya raya, tampan dan tinggi... buatlah dia kembali pada mu dan mencintai mu Fris.. saat dia ada di tangan mu, genggam erat jangan pernah kau lepaskan lagi." ucapan Rama seperti membakar jiwa Frisya.


"Kau benar... aku akan pergi sekarang.." ucap Frisya.


"Jangan sekarang Fris.. kau selesaikan dulu perceraian mu dengan Debora, baru kau bisa melakukan apapun." ucap Rama


"Dimana Debora sekarang ?" tanya Frisya


"Sepertinya ada di kamarnya." ucap Frisya


"Panggil dia kemari.." ucap Frisya


"Baik.." ucap Rama


*****


Kamar Debora.


Rama mengetuk pintu kamar Debora.


"Masuklah.." ucap Debora dari dalam kamar.


Rama masuk perlahan kedalam kamar Debora, Rama memperhatikan sekelilingnya dan tidak menemukan Debora.


"Bora, dimana kau..." ucap Rama memanggil.


"Aku disini sayang.. " ucap Debora yang bersembunyi di balik pintu tiba tiba memeluk Rama dengan mesranya.


"Lepaskan aku.. bagaimana jika Frisya melihat kita.." ucap Rama


"Bukankah itu lebih baik... dia akan lebih cepat untuk menceraikan ku, dan kita akan segera bersama.." ucap Debora.


"Tolong lepaskan... tubuh ku masih belum sembuh... aku kesakitan bora." ucap Rama.

__ADS_1


"Oouucch.. maafkan aku, aku lupa... ini semua karena Frisya yang gila itu.." ucap Debora.


"Hentikan !! aku tidak bisa mendengar ucapan seperti itu tentang Frisya." ucap Rama


"Aku tidak yakin kau adalah temannya, mungkin kalian sebenarnya adalah saudara yaa.. hahaha bahkan dibelakang Frisya pun kau masih memujanya.." ucap Debora.


"Sudahlah hentikan itu, aku kemari karena Frisya meminta ku untuk memanggil dirimu.." ucap Rama.


"Rama... jangan sok menjadi Frisya.. kau Rama bukan Frisya... jadi berhentilah berlagak seperti Frisya.. meskipun hanya di depan ku.. " haha ucap Debora dengan nada centil.


"Sudah terserah kau saja, segera pergi ke ruang kerja Frisya aku tidak ingin kau terkena masalah..." ucap Rama


"Ouh.. kau sangat perhatian pada ku Rama.." ucap Debora sambil melihat Rama pergi meninggalkan kamarnya.


"Kau akan jadi milik ku Rama... aku mencintai mu.." ucap Debora.


*****


Ruang kerja Frisya...


"Apa kau memanggil ku tuan sombong.. " ucap Debora.


"Hm.. aku tidak ingin berbasa basi dengan mu, diam saja dan dengarkan aku. " ucap Frisya.


"Kita akan segera bercerai, dalam beberapa hari lagi, berkas berkasnya harus segera kau tanda tangani, setelah itu kau harus membantu ku untuk mendapatkan Brenda.. setelah itu aku berjanji akan melepasmu." ucap Frisya tegas.


"Kau akan sungguh sungguh melepaskan aku ?" tanya Debora.


"Ya.. tapi jika aku tidak bisa mendapatkan hati Brenda, maka bersiap siaplah.." ucap Frisya dengan senyum mematikan.


Debora menelan ludah dengan sulit melihat senyum Frisya.


"Pergilah... aku sudah selesai.." ucap Frisya


Kalo ini Debora pergi tanpa mengucapkan apapun, dia merasa cukup gembira dengan ucapan Frisya karena dengan ini dia bisa bersama dengan lelaki yang dia cintai .


******


1 bulan kemudian akte perceraian Frisya dan Debora sudah selesai, tentang harta gono gini Frisya memberikan apa yang sudah menjadi milik Debora tanpa mempersulitnya sedikitpun.


"Ram... apa yang harus aku lakukan sekarang ? aku sudah kembali melajang." ucap Frisya.


"Baiklah.. aku sudah mencari tahu apa kesibukan Brenda sekarang dan dia sedang dekat dengan siapa." ucap Rama

__ADS_1


"Katakan.." ucap Frisya


"Brenda dari sebulan yang lalu mulai kembali mengurus Hoki grup, dia selalu pergi hangout pada malam minggu di restauran Angeles bersama 2 orang pria, dan sering pergi ke tempat gym 3x dalam 1 minggu, dan senang berjalan kaki hingga akhirnya naik bis saat pulang bekerja." ucap Rama


"Apakah itu rutinitas Brenda sekarang ?" tanya Frisya.


"Yaa.. aku rasa,kau bisa menemuinya di salah satu tempat ini.." ucap Rama.


"Baiklah... jangan panggil aku Frisya jika aku tidak bisa mendapatkan hati mu Brenda..." ucap Frisya penuh ambisi.


"Fris.. aku harap kau melakukannya dengan hati mu, jangan dengan ambisi mu... kau akan gagal jika menggunakan ego mu.." ucap Rama


"Yaa.. Baiklah.. akan aku turuti kali ini ucapan mu.." ucap Frisya


"Semoga berhasil... aku mendukung mu Fris.. " ucap Rama.


******


Rama mendatangi kamar Debora ingin melihat bagaimana keadaannya pasca perceraian.


Rama melihat pintu kamar Debora tidak di kunci, Rama segera masuk.


"Bora.... Bora... " ucap Rama


"Sayang... " ucap Debora sambil berlarian kecil keluar dari kamar mandi langsung memeluk Rama.


"Hai, apa yang kau lakukan... Turunlah..." ucap Rama pada Debora yang menjatuhkan tubuh Rama diatas ranjang sambil menindihnya.


"Aku sudah bercerai Rama.. kini aku milik mu.." ucap Debora.


"Maaf Bora, tapi sampai saat ini aku belum pernah mengatakan bahwa aku mencintai mu jadi aku rasa kita belum memiliki hubungan apapun, maafkan aku.." ucap Rama


"Hahaha, kau boleh malu malu Rama.. tapi sebentar lagi saat Frisya sudah memiliki nona Brenda seutuhnya, aku yakin kau tidak akan mungkin tetap seperti ini.." ucap Debora


"Terserah kau saja... aku hanya ingin melihat keadaan mu saja.. Sepertinya kau baik baik saja.. ucap Rama


"Tentu, aku baik baik saja.. karena ada kau disini... aku mencintai mu, jadi katakan pada ku, saat kau juga mencintai ku.." ucap Debora.


Debora segera turun dari atas tubuh Rama dan segera merapikan pakaian nya dan pergi.


"Dasar tuan malu malu kucing.." ucap Debora.


********

__ADS_1


__ADS_2