Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Bantuan Kai


__ADS_3

Perusahaan Boom&Food.


Frisya seperti biasanya dia datang pagi untuk menyelesaikan sengketa dimana Adik dari ayah angkatnya menggugat perusahaan yang diberikan ayah angkatnya akan kembali diambil karena dianggap sebagai usaha milik keluarga besar yang memang sudah dimiliki secara turun temurun, jadi seharusnya perusahaan itu jatuh pada anggota keluarganya, bukan seorang anak angkat.


Di sisi lain, Frisya sebagai anak angkat benar benar berjuang sejak dia masih muda agar bisa mengembangkan bisnis keluarga itu dan kini sudah memiliki banyak perusahaan besar anakan yang berada di bawah naungan perusahaan Boom&Food.


Ini membuat Frisya mau tidak mau harus bekerja ekstra dalam waktu dekat untuk memindahkan asetnya dan membangun sebuah perusahaan besar baru miliknya yang bernama perusahaan FreeFood dan mengalihkan semua perusahaan anakan agar berada di bawah naungan FreeFood bukan lagi perusahaan Boom&Food.


Hal ini benar benar menguras tenaga dan pikiran Frisya, dia tidak menyangka jika pamannya Kim Jong Min Ho ( Ayah Kai ) akan kembali datang .


Suatu pagi...


"Friss... Ada kabar.." ucap Rama.


"Kabar apa ?" tanya Frisya sibuk dengan berkas berkas.


"Kau tahu, mereka menarik tuntutan mereka." ucap Rama


"Benarkah... bagaimana itu bisa terjadi ? tidak mungkin orang tua itu menyerah begitu saja." ucap Frisya


"Aku dengar dengar ini karena adikmu Fris." ucap Rama.


"Kai ? Hahaha... aku tahu.. aku tahu dia memang adik ku.. dia tidak akan pernah menjadi menyebalkan seperti orang tua itu.. " ucap Frisya kegirangan.


Kemudian Frisya mengambil handphone dan mulai menelpon seseorang.


"Ya kak ? ada apa ?" tanya Kai di seberang telepon.


"Kai.. Terimakasih atas bantuannya, kau memang benar benar adik kesayangan ku, apakah kau ada waktu ? aku ingin bertemu.. " ucap Frisya kegirangan.


"Baiklah resto Bold jam 7 " ucap Kai.


"Sampai bertemu nanti " ucap Frisya


"Ya kak.. " ucap Kai datar sambil mematikan teleponnya.


"Dia sepertinya sangat bahagia, ya... Aku kalah sebelum bertarung, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun.. " keluh Kai.


Pukul 7 malam...

__ADS_1


Frisya sudah datang tidak lama kemudian Kai sudah datang juga.


"Kai !!" Frisya berdiri lalu memeluk adiknya .


"Kakak.. apa kabar ?" tanya Kai.


"Kakak mu baik baik saja karena dirimu.. " ucap Frisya


"Aku ? Apa yang aku lakukan ?" tanya Kai.


"Terimakasih sudah membantu ku mengatasi ayah mu.. " ucap Frisya


"Ah, itu... sebenarnya aku melakukannya bukan hanya untuk kakak.. " ucap Kai


"Lalu ??" tanya Frisya


"Untuk Brenda juga.. beberapa waktu yang lalu aku sempat mampir ke rumahnya, dia bilang jika ingin segera menikah dengan mu, namun kau dalam masalah katanya.. jadi aku melakukan apa yang bisa aku lakukan sebagai teman.. " ucap Kai


" Terimakasih.. Kakak sangat menyayangi mu, tidak salah selama ini aku tidak salah sudah mempercayai mu.. " ucap Frisya


"Ah, kakak berlebihan... " ucap Kai.


"Iya aku akan segera menikahinya, kuharap kau akan datang dan menjadi saksi kami berdua. " ucap Frisya


"Aku akan menjadi orang paling bahagia atas pernikahan mu kak.. " ucap Kai sendu.


"Aku... Aku seorang Idol sudah seharusnya terbiasa untuk menutupi apa yang sebenarnya.. " ucap Kai dalam hati.


"Makanlah yang banyak, kakak akan menyuapi mu.. " ucap Frisya


" Kakak.. ini berlebihan.. " ucap Kai sambil mengunyah makanan yang disuapkan padanya.


"Sekarang kau yang suapi kakak mu ini.. " ucap Frisya


"Buka mulut mu kak.. " ucap Kai


"Ah, ini terlalu besar.. " ucap Frisya


"Hahahaha.. badan mu sebesar ini mana mungkin mulut mu kecil jadi aku sengaja menyuapi mu dengan porsi besar hahaha.. " ucap Kai.

__ADS_1


Mereka berdua tertawa bersama terlihat sangat bahagia.


"Mau minum dengan ku ?" tanya Frisya


"Hahaha, jangan minum nanti kakak tidak bisa pulang.. " ucap Kai.


"Kau.. hahah sombong sekali.. ayo kita buktikan.. " ucap Frisya


"Baik.. siapa takut.. " ucap Kai.


Diantara mereka sebenarnya tidak ada yang bisa minum banyak, akhirnya pada gelas kelima mereka sudah mabuk.


Beruntung sebelum Frisya mabuk dia sudah mengabari Rama, jadi saat mereka mabuk Rama lah yang mengantar mereka pulang.


"Mereka adalah kakak beradik yang menyebalkan, mereka minum tidak mengajak ku tapi saat mabuk aku yang akan mereka hubungi.. " keluh Rama.


****


Keesokan harinya..


Frisya terbangun dengan kepala sedikit pusing.


"Ah, aku ingat semalam aku mabuk bersama dengan Kai... ( Tersenyum ) Apa dia baik baik saja.. " ucap Frisya


"Dia baik baik saja, tadi pagi dia mengabari mu, dia hari ini pulang ke korea." ucap Rama.


"Dia sudah sangat dewasa... " ucap Frisya


" Fris, kau terlalu banyak memujinya sudah mandilah.. " ucap Rama.


Frisya menatap Rama dengan tatapan menakutkan.


"Apa ? mengapa melihat ku seperti itu ?" tanya Rama.


Frisya segera pergi mandi.


"Syukurlah dia tidak marah.. amann.. amann.. " ucap Rama sambil mengelus elus dadanya.


******

__ADS_1


__ADS_2