
Setelah Brenda keluar dari kamar mandi...
"Mas, kamu masih disana sayang.. ?" tanya Brenda
"Masih, kemarilah..." ucap Frisya
"Kamu tidur ?" tanya Brenda
"Tidak... mas hanya berpikir, mengapa tubuhmu bisa sangat menggoda masa.." ucap Frisya
"Aku juga menginginkan sentuhan mu mas, tapi tidak sekarang, aku ingin kau menikmatinya nanti, aku berjanji.." ucap Brenda
"Tapi, bolehkan jika hanya mencumbui mu ??" tanya Frisya
"Entahlah, apapun bisa terjadi saat seorang wanita dan seorang lelaki di dalam kamar." ucap Brenda
"Kemarilah dek, mas masih rindu" ucap Frisya
Frisya kembali menciumi Brenda dari belakang sambil meremas bagian dada Brenda.
"Mas... " ucap Brenda
"Katakan yang ingin kamu sampaikan, mas sibuk.." ucap Frisya
"Mas, aku punya seorang teman lelaki, tapi kami hanya berteman... jadi kamu mau bertemu dengannya, aku tidak ingin kamu salah paham." ucap Brenda
Frisya menghentikan kegiatannya.
"Kapan dek ??" tanya Frisya
"Hari ini bisa ??" tanya Brenda
"Tentu, buatlah janji, aku akan bertemu dengannya." ucap Frisya
"Baiklah terimakasih sayang.. " ucap Brenda
"Aku akan meninggalkan tanda kepemilikan disini " ucap Frisya
"Dasar mesum !!" pekik Brenda pelan .
"Bagaimana kau bisa tahu jika saat ini mas lagi mesum mesumnya dek.." ucap Frisya
"Aissh, jangan ganggu aku, aku sedang mengirim pesan pada temanku.." ucap Brenda
"mas juga sibuk kok haha " ucap Frisya yang kembali menciumi dada Brenda.
"Astaga mas Frisya..... dia senafsu ini pada ku, aku pasti benar benar akan memiliki banyak anak jika seperti ini.." ucap Brenda
"Mas sudah tidak tahan lagi tapi masih harus mas tahan, bukankah itu menyebalkan.." ucap Frisya
Brenda tidak menjawabnya lagi.
"*Kai, bisakah kita bertemu hari ini di Cafetaria dekat persimpangan malam ini seperti rencana kita kemarin ?" Brenda
"Baiklah, kita bertemu pukul 7 malam, jangan terlambat.." **Kai***
Setelah Brenda mengirim pesan pada Kai, Frisya menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Uh, dada ku pedih.." ucap Brenda sambil melihat dadanya.
"Mas Frisya !!! mengapa meninggalkan bekas sebanyak ini.." ucap Brenda
"Itu tanda cinta ku pada mu, tenang itu pasti akan hilang sendiri.." ucap Frisya
"Dasar !!!" teriak Brenda.
"Bagaimana dengan teman mu ?" tanya Frisya
"Nanti pukul 7 di Cafetaria." ucap Brenda
"Masih kurang 3 jam lagi.." ucap Frisya
"Mas mau pulang ?" tanya Brenda
"Tidak !! mas ingin tidur disini, seperti waktu itu dirumah mami." ucap Frisya
"Baiklah, ini seperti ujian nafsu " keluh Brenda
"Mami tidak akan menolaknya.." ucap Frisya
"Bagaimana mas bisa tahu ??" tanya Brenda
"Tentu, karena mami sepertinya benar benar ingin kamu menikah, saat kita melakukannya dan kau hamil, kau tidak akan bisa lari lagi dariku.." ucap Frisya
"Hahaha... bukankah itu lucu ? andai aku memang berniat pergi darimu, pasti sudah aku lakukan mas, sekalipun aku hamil." ucap Brenda tegas.
"Jika kau meninggalkan ku itu sama saja dengan kamu membunuh ku." ucap Frisya
"Udah yuk, jangan berdebat terus, aku lelah.. " ucap Brenda sambil berbaring di tempat tidurnya.
******
Pukul 6 sore....
"Hm.. sudah malam ternyata.. aku harus segera bersiap.." ucap Brenda
Brenda segera mandi dan berpakaian lalu kemudian membangunkan Frisya untuk segera bersiap.
"Iya iya mas bangun.." ucap Frisya
Pukul 18.45 mereka berangkat.
*******
Cafetaria....
"Dek, kamu masuk dulu ya.. mas mau ke toilet sebentar.." ucap Frisya
"Baiklah... aku menemuinya dulu.." ucap Brenda
"Kai.... " ucap Brenda
"Brenda... cantik sekali.." ucap Kai
"Terimakasih... apa sudah lama ?" tanya Brenda
__ADS_1
"Ah, tidak.. oh ya.. mana kekasihmu itu ?" tanya Kai
"Dia ada di toilet sebentar.." ucap Brenda
" Apa kau sudah makan Brenda ??" tanya Kai
"Aku ingin makan disini bersama mu.." ucap Brenda
Deg !!
"Bersama ku ??" tanya Kai
"Iya, hanya saja kali ini kita bertiga.." ucap Brenda
"Tidak mengapa, bagaimana pun dia kekasih mu.." ucap Kai
"Maaf terlambat.. " ucap Frisya yang kemudian menatap Kai teman Brenda untuk pertama kalinya.
"Kkai.. ??" ucap Frisya terbata.
"Kak Fris.." ucap Kai
Mereka saling berpelukan hangat, seperti saudara yang lama terpisah.
"Bagaimana kabar mu ?" tanya Frisya
"Aku baik saja kak... kakak sendiri apakah baik baik saja ?" tanya Kai
"Sangat baik sejak Brenda kembali bersama ku.." ucap Frisya
"Pilihan mu selalu terbaik kak.." ucap Kai
Brenda tidak menyangka jika mereka berdua adalah saudara,
"Semoga ini awal yang baik.." pikir Brenda
"Duduklah... " ucap Kai
"Boleh aku tahu apa hubungan kalian berdua. ?" tanya Brenda
"Ayah Kai adalah Adik dari ayah ku.." ucap Frisya
"Jadi ayah Kai ini adalah pembisnis ?" tanya Brenda.
"Ya.. sayangnya dia tidak tertarik denfan dunia bisnis.." ucap Frisya
"Kakak, bisnis bukan dunia ku, aku lebih menikmati kehidupan ku sebagai seorang Idol." ucap Kai
"Aku sangat bangga, aku bisa berubah seperti ini, datanglah pada kakak mu ini saat kau membutuhkan bantuan.." ucap Frisya
"Aisg, kalian seperti tidak memperdulikan aku yang sedang ada disini.." ucap Brenda
"Hahaha... apa dia sedang cemburu kak ??" tanya Kai
"Seperti biasanya, dia terlalu cemburu pada ku dan sangat takut kehilangan ku.." ucap Frisya.
"Terserah kalian aku makan saja, lapar aku.." ucap Brenda.
__ADS_1
************