
"Aku menyayangi mu mas Frisya, hati hati dijalan... bye bye... " ucap ku seraya melambaikan tangan.
Frisya membalas lambaian tangan ku dengan senyum manis nya.
Keesokan harinya...
Seperti biasa aku berangkat bekerja pukul 8 pagi. seperti biasanya, aku melewati meja Debora sebelum masuk ke dalam ruang kantor ku.
Biasanya Debora akan mengumbar senyum dan menyapa ku dengan keramahannya, namun tidak dengan hari ini.
Dia nampak senyum senyum sendiri sambil menscrol handphone nya. Aku yang keheranan mencoba mengagetinya.
"Bhaaaaaa...." seru ku.
"Astaga naga gapapa..... eeehhhh, Nona Brenda sudah datang... Selamat pagi Nona Brenda semoga pagi anda menyenangkan."
"Astaga... apa yang terjadi padamu.. kau bahkan tidak melihat kehadiran ku.."
"Eh, anu itu Nona.. aduh gimana yaa.." Ucap Debora kebingungan.
"Apaan sii.. udah deh cerita aja.."
"Emm, jadi gini Nona... semalam, ada yang DM saya..."
"Lalu ??? dia ganteng gitu ???"
"Bukan cuman ganteng Nonaa.. tapi tajirr mlintirr keplintiiir dehh Nona, dan lagi saya mengenal dia siapa.."
"Njiir, hiperbola banget yak ngomongnya.. emang siapa ???"
"Itu Nona, dia tuan Frisya dari perusahaan Boom&Food."
"Haaahh... beneran ??"
"Iya Nonaa... dan dia bukan cuman nge Dm saya.. tapi jugaaaa.. emmm... ituuu... "
"Apaan ???"
"Dia juga nembak saya Nonaaa... maaf nona maafkan saya.. saya tidak bermaksud menggoda tuan Frisya, saya bisa menolak jika Nona tidak mengijinkan nya."
"What the... Itu mahh terserah kamu... selama kamu yakin, kenapa gak !!"
Aku gak nyangka mas Frisya yang kemarin masih mengatakan cinta, dan bahkan mengejar ngejar aku, sekarang ternyata sudah nembak cewek lainn... lagi itu asisten ku.
"Nona Brenda sejujurnya saya memang mendambakan hidup seperti anda, tapi bagaimana bisa seorang tuan Frisya nembak saya untuk jadi kekasihnya, sedang dia adalah investor terbesar anda."
"Hadeuuw aku jadi ikutan pusing kalo soal cinta cintaan.. yaudah aku masuk dulu."
"Apakah nona Brenda ingin teh ?? biar saya bawakan.."
"Tidak usah.. lanjutkan saja pekerjaan mu, jangan sampai masalah percintaan mu mengganggu pekerjaan mu." terang ku.
"Baik Nona.. " ucapnya seraya menunduk.
Aku tidak cemburu, aku hanya tidak habis pikir... bagaimana bisa dia kemarin mengejarku, dan sekarang mengatakan cinta pada asisten ku.
__ADS_1
"Aah, yaa sudahlah.. itulah Cintaaa... putus satu tumbuh seribu.." gumam ku santai.
Aku sedang mengecek pendapatan perusahaan Hoki Grup bulan ini yang mengalami sedikit penurunan.
"Debora masuklah ke ruangan ku." Aku memanggil Debora.
"Anda memanggil saya Nona Brenda..?"
"Bagaimana bisa bulan ini kita mengalami penurunan ? apakah ada masalah ??"
"Saya rasa tidak ada Nona, saya akan mencoba memeriksa laporan yang masuk."
"Lakukan dengan segera.. jika ada masalah segera laporkan pada ku."
"Baik Nona Brenda.."
Sekitar 3 jam kemudian, Debora kembali masuk ke dalam ruang kantor ku.
"Nona Brenda... Saya mohon maafkan saya.." ucap Debora sambil membungkuk.
"Apa ??? Apa yang terjadi ?" tanya ku.
"Ini kesalahan saya, saya sudah memperbaiki laporan keuangan pada anda silahkan anda lihat kembali."
"Astaga, Debora... bagaimana kau bisa ceroboh.. jika sampai aku melakukan audit, aku pasti akan menuduh mu korupsi."
"Iya Nona Brenda maafkan saya.. maafkan saya, maafkan saya.."
"Sudah.. sudah.. pergilah.. jangan diulangi lagi, kau membuat ku pening saja."
30 menit kemudian aku hendak makan siang. aku ada janji dengan Kak Vilgar.
"Apakah itu Mas Frisya ??" tanya ku.
"eh, Nona Brenda.. iya ini tuan Frisya.."
"Bagaimana ? apakah kau sudah menerima nya ??" tanya ku kepo.
"hehe belum Nona, saya masih tidak percaya"
"Sudahh terima aja... kata mu ingin seperti ku.. Frisya kan tajir, dia pasti mampu beliin apapun yang kamu inginkan"
"Yaa ampun .... Nona Brenda, saya sangat malu pada anda.."
"Sudah ga papa, udah terima.. oke.. aku mau makan siang dulu."
"Hati hati Nona Brenda... Terimakasih sarannya.." ucap Debora sambil tersenyum.
Kak Vilgar sudah menunggu di depan.
"Selamat siang Cantik.. bagaimana Hari mu.. Apakah menyenangkan??" sapa kak Vilgar
"Ahh kak Vilgar... kau masih tidak berubah.." seraya aku merangkul lengan kak Vilgar dengan manja.
Dari kejauhan, Mas Frisya melihat kami, dan mengikuti kami.
__ADS_1
Kami pergi ke restaurant milik kak Vilgar.
10 menit kemudian kami sampai.
"Kaaakk... mengapa rasanya kali ini berbeda yaa saat berkunjung kemari.." ucap ku sambil tertawa.
"Hahaha, bisa saja kamu Brenda.. kau membuat ku malu.."
"Hmm.. makanan disini selalu jadi yang terlezatt..."
"Hari ini kau sangat bahagia Brenda... Apakah ini karena aku."
"Aku selalu di kelilingi orang orang yang menyayangi ku, jadi pantas saja aku selalu merasa bahagia.. kecuali saat melihat orang lain berkelahi atau bertengkar karena aku."
"Yaa maafkan aku, aku tidak akan bertengkar lagi dengan siapapun didepan mu Bren."
"Terimakasih kakak ku.. "
Setelah makan siang kamu segera kembali ke kantor.
"Kakak makasih ya.. lain kali aku akan balik mentraktir kamu.." ucap ku sambil memegangi kedua tangan kak Vilgar.
"Iya sama sama... datanglah berkunjung ke kantor ku saat kau ada waktu." ucapnya seraya mencium tangan ku.
"Bye kak Vilgar aku masuk dulu ya.." ucap ku sambil kembali masuk dalam kantor.
Dari kejauhan...
"Brenda... mengapa kau manis sekali padanya..." ucap mas Frisya dengan meneteskan air mata.
Hari ini, aku segera menyelesaikan pekerjaan ku dan segera pulang karena bik Sari mengabari ku, jika dia belum bisa pulang sedang rumah sangat berantakan.
Entah apa yang merasuki ku, hari ini aku ingin membersihkan rumah ku sendiri.
Pukul 3 sore aku berpamitan pulang pada Debora.
Saat keluar dari ruangan ku, aku melihat Mas Frisya ada di tempat Debora, mereka terlihat tidak serasi mungkin karena Debora yang tidak memperhatikan penampilan nya.
"Hai Mas ?? kamu disini ??" sapa ku.
"Iya, aku ingin menemui asisten mu saja." jawab mas Frisya ketus.
"Astaga.. iya iya.. baiklah aku hanya menyapa.. tidak usah memperdulikan ku, aku hanya lewat." kesal ku.
"Nona Brenda, anda mau pergi kemana ??" tanya Debora.
"Aku mau pulang, hari ini bik Sari tidak bisa pulang sedang rumah ku sangat berantakan, jadi aku berinisiatif untuk membersihkannya sendiri." jawab ku.
"Benarkah ?? sebaiknya jangan biar saya saja yang membantu membersihkan rumah Nona Brenda.." ucap Debora.
"Tidak perlu.. sudah.. pacaran saja.. aku tidak akan mengganggu.. ntar aku diketusin lagi sama pacar kamu" jelas ku.
"Mengapa aku selalu salah saat mengucapkan sesuatu pada wanita ini.. sebenarnya aku hanya mencari perhatian nya, astaga Brenda.. aku tidak mengerti mengapa aku selalu dingin padamu." ucap Mas Frisya dalam hati.
"Aku pulang dulu, kau Debora kabari aku jika terjadi sesuatu di kantor."
__ADS_1
"Baik Nona Brenda, hati hati di jalan.."
Aku pergi menuju parkiran, dan segera melajukan mobil ku untuk pergi ke mini market untuk membeli sabun untuk aku membersihkan rumah, dan segera pulang.