
Setelah kepergian Sadid aku langsung merebahkan diri ditempat tidur, aku menangis sejadi jadinya, memang benar, perasaanku sudah hambar kepadanya, tapi tak bisakah jika dia memperbaiki hubungan ini.
Keesokan harinya, mata ku sembab. Setelah mandi dan bersiap siap lalu aku pergi menuju meja makan.
"Nona Brenda, mengapa mata anda sembab begitu?? haruskah aku memberitahukan kepada dokter Sadid ??" Bik Sora mengkhawatirkan aku.
"Tidak, aku hanya butuh sarapan dan akan pergi bekerja.Aku baik baik saja." sahut ku lesu.
"Baik nona, ini sup kesukaan anda."
"Hm, sudah lama aku tidak makan sup ini." Tiba tiba ingatan ku melakukan Flasback.
Dulu saat aku masih kecil, rumah kami dekat dengan panti asuhan, sehingga aku sering bermain dengan anak anak panti, Ibu panti sering membuat sup ini dan tidak segan memberikan pada ku juga, meskipun Ibu selalu menyuruh ku untuk menolak pemberian Ibu panti, karena itu hak anak panti. tapi aku tidak bisa menahan diri dari sup yang enak itu. Selain sup ini, karena sebagian masa kecil ku kuhabiskan dengan anak panti, jadi aku memiliki banyak teman disana. Salah satunya Rakhman yang sangat melekat di ingatan ku, dia anak lelaki yang baik, dia tahu jika aku sangat menyukai sup itu hingga dia sering memberikan sup miliknya untuk ku, sebagai ganti aku sering membawakannya roti. Namun setelah aku beranjak memasuki sekolah SMP Kami sekeluarga pindah ke kota lain. Sejak saat itu, aku tak lagi mendengar kabarnya.
"Nona Brenda !! maaf supnya akan Segera dingin" panggilan bik Sora mengagetkan ku.
"Ah, iya aku akan segera menghabiskan nya."
__ADS_1
Aku tersenyum sendiri mengingat diriku yang teringat akan sosok Rakhman.
Tak lama kemudian aku pergi berangkat bekerja dan segera menuju ruangan ku.
Aku menatap jendela ruangan ku yang langsung menghadap pada pemandangan kota.
terdengar Suara pintu diketuk.
"Masuk.."
"Ya, baiklah kau atur saja jadwal ku."
"Baik Nona, sepertinya anda kurang sehat ?? perlukah saya memanggil dokter."
aku tersenyum mendengar kata Dokter.
"Tidak perlu, aku baik baik saja."
__ADS_1
Apakah aku merindukan Sadid ?? tapi entah mengapa.. aku enggan menghubungi nya.
Sejak hari itu aku menghabiskan hari hari ku dengan bekerja, bekerja dan bekerja. tak ada waktu untuk diriku sendiri. sungguh hampa.
Tak terasa 3 tahun berlalu. Perusahaan Hoki Grup semakin besar dan sukses berkat usaha ku yang tidak main main.
Hari ini... Aku pulang kerja larut malam, karena harus menyelesaikan beberapa masalah di gerai yang baru saja ku buka seminggu yang lalu.
Saat aku sampai di rumah, rumah dalam keadaan sangat sepi, "Tumben sekali Bik Sora tidak menyambut ku.." ucap ku dalam hati. Saat aku mulai masuk kedalam rumah tiba tiba lampu mati. "Lah, ini kenapa ??" ucap ku berkata pada diri ku sendiri.
*r f f g. d f f f .
Bersambung....
**Hai kakak kakak Readers.... makasih banyak sudah mampir... boleh gak Author minta like dan bintang 5 nya... hehehe dukung Author yaa, jangan lupa tinggalkan komentarnya juga ya..
biar author bisa lebih baik lagi dalam menulis novel ini. 💕 Bye bye.. jangan lupa yaa...
__ADS_1