
"Brenda ?? nakk buka pintunya.. kamu gak papa ??" tanya Mami di depan pintu.
Brenda bergegas membuka pintu kamar.
"Mami... " ucap Brenda sambil memeluk mami.
"Kamu kenapa Brenda ??" tanya Mami
"Brenda mimpi buruk mi.. Nina Syafilah itu muncul, dia katakan jika Brenda pergi saja, dia bilang hidup Brenda menyedihkan, dia bilang..." ucap Brenda sambil menitihkan air mata, nampak kecemasan di wajahnya.
"Nak... Mami gak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi memang benar terkadang kamu seolah olah menjadi orang lain yang bernama Nina Syafilah itu" Ucap mami.
"Lalu apa yang harus kita lakukan mi.. Brenda takut.." ucap Brenda.
"coba kita konsultasikan dengan psikiater, gimana ??" tanya Mami.
"Brenda gak gila kan mi.. " ucap Brenda panik
"Gak nak.. gak.. kita hanya melakukan konsultasi saja, okey.." ucap mami menenangkan Brenda.
"Baiklah" ucap Brenda.
"Ya sudah... sekarang kamu kembali tidur, ini masih pukul 3 pagi, apa perlu mami temenin kamu tidur disini ??" tanya Mami.
"Iya mi.. temenin Brenda ya... Brenda masih takut." ucap Brenda.
Akhirnya Mami dan Brenda pun segera masuk dan kembali hendak tidur.
Beberapa saat kemudian Brenda melirik ke arah Maminya, ternyata Maminya sudah tertidur, pantas saja ini memang masih pukul 3 pagi.
Brenda mencoba untuk kembali memejamkan mata. Namun hatinya bergejolak kembali berpikir apakah dia mulai gila, bahkan mami pun berkata jika kadang kala Brenda benar benar menjadi Nina Syafilah.
"Ini gak bener. !!! kenapa harus aku, aku bahkan baru saja mengikhlaskan Gun Woo meskipun hati ku belum bisa sembuh, malah sekarang aku mengalami hal ini.. ini gak adil ." ucap Brenda pelan sambil menitihkan air mata dan menjambak rambutnya sendiri.
1 jam kemudian setelah menangis, Brenda terlelap dalam tangisnya.
******
Pagi harinya...
"Loh Brenda udah bangun... tumben banget.." ucap Mami.
Saat mami hendak melangkah pergi dari kamar Brenda, Mami melihat pakaian Nina Syafilah di ujung ranjang.
"astaga !!! Baru semalam di bicarakan dia sudah muncul pagi ini.." ucap Mami Brenda merinding.
"Apa yang harus aku lakukan Tuhan ???" ucap Mami
Seseorang itu hendak keluar dari kamar mandi, Mami bersembunyi .. ingin tahu sebenarnya bagaimana sikap Brenda/Nina ini saat tidak ada orang lain.
"Euummh... seger banget.. heran deh, aku kayak baru bangun dari tidur panjang ku, hihihi.. ah Nina bisa aja kamu umm.." ucap Nina .
"Masyaallah Nina Syafilah kamu cantik sekali, bagaimana kecantikan ini bisa dilihat orang lain selain calon suami mu kelak, hahaha Barakallah imutnya diriku ini.." ucap Nina
__ADS_1
"Astaga, Brenda akan sangat malu saat dia tahu jika dirinya yang lain norak seperti ini.." ucap Mami pelan.
"Baiklah... ini kamu yang luar biasa, Baiklah... sekarang aku udah siap mengisi acara apaaaaaa aja, asal di jalan Allah.. ehem.. lucu banget kamu ukhtiiiiii.." hahaa..
"Sangat tidak jelas Nina Syafilah ini.." pikir mami yang masih bersembunyi.
"Baiklah.. Hidup Memang Sulit, Tapi Jika bisa di buat Mudah Mengapa Tiidaakk ! " ucap Nina mencoba untuk mengucapkan hal yang menjadi kebiasannya saat berada dalam acara motivasi.
Lalu kemudian keluar kamar dan mencari Umminya.
"Ummi.. ummi.." ucap Nina.
"loh, bukannya ummi tidur sama kamu semalam Nina ??" tanya Ayah
Nina mencoba mengingat sesuatu, tapi dia tidak ingat.
"Gak tahulah Abi.. Nina kan kalo tidur merem jadi gak tahu deh.." ucap Nina
"Ya sudah sarapan roti dulu Bren.." ucap Ayah.
"Bren ??? Maksud Abi Brenda ??" tanya Nina Syafilah
"Apaan sih Brend gausah teriak, Ayah denger." ucap Ayah.
"Abi !!!! Anna Nina Syafilah anak Abi, bagaimana bisa Abi menyebutkan nama Brenda berkali kali Nina tidak suka !! " ucap Nina berteriak
"Brenda !! berani beraninya kami sekarang membentak Ayah !!" ucap Ayah tidak habis pikir.
Mami yang baru saja selesai merapikan kamar Nina Syafilah segera turun mendengar ada pertengkaran di bawah.
"Itu cuman akal akalan kamu saja kan Bren, kamu sok jadi orang lain, sayangnya Ayah tidak percaya." ucap Ayah.
"Sudah sudah... Nina nak kamu mau kemana ??" ucap Mami.
"Nina mau pergi dari sini, Nina gak dihargai oleh Abi" ucap Nina.
"Nak sadar, bahkan kamu tidak akan pernah mampu kasar pada Ayah mu selama ini.." ucap Mami.
"itu karena ulah Abi sendiri, jangan salahkan Nina !! Brenda bukan Nina dan Nina Syafilah tidak kenal dengan Brenda !!! sampai disini paham !! Nina pergi dulu, Asalamu'alaikum." ucap Nina sambil berlalu pergi.
"Ayah...... Anakmu itu sedang mengalami hal sulit untuk dimengerti, mengapa malah mendebatnya.." ucap Mami.
"Ayah pikir itu akal akalan Brenda mi... Ayah gak tahu kalo bakalan di bentak seperti ini.." ucap Ayah sedih.
"Jangan sedih, Itu bukan Brenda.. Brenda tidak akan mampu melakukannya pada kita." ucap Mami.
"Sungguh ??" tanya Ayah
"Pasti, kita mengenal dan membesarkan Brenda dengan baik." ucap Mami menenangkan ayah.
******
Nina Syafilah pergi menuju kantor XURTV karena ada acara yang harus dia isi hari ini.
"Assalamualaikum wr wb, akhi..." ucap Nina pada Hakim.
__ADS_1
Hakim yang sedang sibuk bekerja langsung menatap ke arah suara.
"WaalaiKumsalam Ninaa ??? Kamu darimana saja ?? kenapa baru muncul.." ucap Hakim.
"Yee, akhi.. baru kemarin juga gak ketemu bisa aja bilang gitu.." ucap Nina.
"Apa ?? baru kemarin" tanya Hakim
"Iya. .. apakah aku salah ??" tanya Nina.
"Hai ukhti lihat sekarang tanggal berapa ??" tanya Hakim.
Nina melihat handphone nya, banyak pesan dan panggilan tak terjawab.
"Banyak yang kecewa karena kamu tidak hadir." ucap Hakim.
Nina terkejut karena dirinya kini berada di 2 minggu dari tanggal jadwal shownya dan dia tidak mengerti bagaimana bisa begini tapi dia berkelit.
"Haha iya akhi maaf saya sakit Akhi jadi saya tidak memperhatikan handphone saya." ucap Nina.
"Sungguh ?? Baiklah akan aku buat artikel berita agar penggemar tidak kecewa akan ketidak hadiran kamu saat itu." ucap Hakim.
"Terimakasih Akhi... "
"Sekarang kamu tunggu di depan dulu, sebentar lagi saya kesana." ucap Hakim.
"Baik.." ucap Nina.
Beberapa saat kemudian....
"Sudah selesai tinggal melihat feedback dari masyarakat." ucap Hakim
Suara Handphone Hakim berdering...
"Ya Pak ada yang bisa saya bantu ?? Ohh yaa.. bisa.. bisa.. ya sudah saya tanya dulu yaa pak.. yaa.. Terimakasih.." ucap Hakim.
"Ada apa ??" tanya Nina.
"Ini kepala XURTV meminta saya untuk membuatkan kamu program tv milik kamu sendiri, dan harus bisa tayang mulai minggu depan." ucap Hakim.
"Hm.. bagaimana yaaa.." ucap Nina.
"Kamu siap ??" tanya Hakim.
"baiklah aku siap akhi.." ucap Nina bersemangat.
Nina sangat senang dengan kabar baik yang Hakim sampaikan, Hakim perlahan lahan menatap Nina.
Deg
Deg
Deg
"Astagfirullah Kim.. kamu gak boleh menatap yang bukan mahram kamu seperti itu, sadar sadarlah... tapi... Nina memang sangat cantik.." ucap Hakim dalam hati.
__ADS_1
*******