
Flash Back....
Hari itu, tepat beberapa hari sebelum hari pernikahan Brenda dan Gun Woo dilaksanakan...
Gun Woo baru saja pulang dari rumah Brenda setelah seharian melakukan treatment wajah dan tubuh sebelum pernikahan mereka.
Hari itu, Rama sedang merasa suntuk dan frustasi karena pernikahan Frisya dan Debora benar benar membuatnya sibuk, Frisya benar benar memperlakukan Debora dengan buruk, dan Rama juga mulai menyukai Debora.
Tanpa sengaja saat Rama lewat di persimpangan jalan, Rama melihat Gun Woo dengan seorang wanita yang menangis di hadapannya.
Siapa wanita itu... pikir Rama.
Rama segera berhenti dan mencoba mendengar apa yang sedang terjadi..
"Bawa aku pergi Gun Woo.. bawa aku.. " ucap Melly.
"Bawa kemana ?? kau bahkan bisa menyetir mobil sendiri." ucap Gun Woo ketus
"Lihat ini lihat.. " Mellyta yang sedari tadi menggunakan kacamata hitam kemudian membukanya.
Siapa wanita itu.. ucap Rama lagi.
"Apa yang terjadi ?? mengapa banyak memar di wajah mu ??" tanya Gun woo
"Laki laki Brengsek itu yang melakukan nya.. selamatkan aku Gun Woo.. hanya kau yang bisa.." ucap Melly
"Kau di jual lagi oleh orang tua mu ??" tanya Gun woo
"Hiks hiks hiks.. bawa aku Gun Woo.. Menikahlah dengan ku, selamatkan diri ku.." mendengar ucapan Mellyta itu Gun Woo langsung merasa tidak senang.
Menikah ?? ahh.. apa wanita itu menyukai Gun Woo... pikir Rama serius.
"Kau sedang mencoba mempengaruhi ku ya.. dasar kau wanita ******.. pergi kau.. !!!" ucap Gun Woo sambil berteriak.
"Apakah luka memar ini bercanda Gun Woo.." ucap Melly
"Aku hanya merasa iba padamu tapi sayangnya tidak lebih dari itu." ucap Gun Woo
Ahh... rupanya... Baiklah aku mengerti... pikir Rama segera menghubungi Frisya.
"Ada apa Ram ?" tanya Frisya di seberang telepon.
"Aku ada berita untuk mu.. " ucap Rama.
"Katakanlah.. " ucap Frisya malas.
"Friss... aku rasa ada seorang wanita yang sangat mencintai Gun Woo.. " ucap Rama.
"Gun Woo ?? calon suami Brenda maksud mu ?" tanya Frisya
__ADS_1
"Iya Fris.. tapi sayangnya Gun Woo menolaknya.. " ucap Rama.
"Lalu ?? Sebenarnya apa yang ingin kau katakan !!" teriak Frisya kesal.
"Wah, bahkan cinta bisa benar benar membuat mu bodoh. " ucap Rama.
"Maksud mu ??" tanya Frisya dengan nada kesal.
"Haaah.. ~~ Fris.. tidakkah kau sadar jika kita bisa memanfaatkan wanita itu ?" ucap Rama.
"Memanfaatkan ??" pikir Frisya.
"Hm.. kurasa aku punya ide... kau cari tahu siapa dia dan aku ingin bertemu dengan nya.. " ucap Frisya senang.
"Baiklah.. aku akan segera memberikan mu kabar.. " ucap Rama.
Beberapa jam kemudian...
Suara Handphone Frisya berdering...
"Sudah ada kabar ?" tanya Frisya
"Sudah, dia sekarang ada di Bar dekat stasiun.. apa aku harus membawanya pada mu ?" tanya Rama.
"Tidakk... aku yang akan datang kesana... " ucap Frisya
Frisya sampai di Bar dekat stasiun, Rama menunjukan keberadaan Mellyta.
Perlahan Frisya berjalan dan duduk di samping Mellyta.
"Adakah hal yang lebih buruk dari ini.. " ucap Frisya memulai pembicaraan.
"Apa maksud mu tuan ?" tanya Mellyta.
"Seorang gadis dengan rambut kusut dan masam seperti ini.. " ucap Frisya
" Kau tidak tahu hal buruk yang harus aku alami hari ini, hadi diamlah..." ucap Mellyta.
"Kau mencintainya ??" tanya Frisya
"Ya.. aku sangat mencintainya, aku sangat sangat... " tidak kuasa Mellyta menahan kesedihannya.
"Hahaha, lihat betapa menyedihkannya dirimu.. " ucap Frisya
"Katakan, jika kau diposisi ku.. apa yang akan kau lakukan ?" tanya Mellyta yang sudah buntu.
"Mungkin aku akan melakukan hal gila.. " ucap Frisya
" Katakan hal gila apa ?" tanya Mellyta.
__ADS_1
" Membawanya mati bersama dengan ku misalnya.. " ucap Frisya mempengaruhi Mellyta.
" Rupanya kau lebih gila dari aku.. " ucap Mellyta.
"Ya... hanya sekedar memberikan jalan keluar pada mu.. " ucap Frisya.
"Katakan... bagaimana cara membawanya mati bersama ku.. " ucap Mellyta.
"Datanglah pada ku, jika kau ingin tahu caranya... " ucap Frisya sambil memberikan sebuah kartu nama.
Mellyta melihat Frisya dan merenungi apa yang Frisya katakan.
"Menarik... kira kira apa yang dia miliki .. " ucap Mellyta.
1 jam kemudian Mellyta datang pada Frisya seperti dugaan Frisya.
"Akhirnya kau datang juga... " ucap Frisya senang.
"Aku kemari karena tertarik dengan ucapan mu.. " ucap Mellyta.
"Katakan apa kau sungguh sungguh mencintai nya ?" tanya Frisya
"Aku teramat mencintainya tapi karena ayah ku sangat gila uang, itu membuatnya terus menjual ku, hingga aku tidak sempat untuk menyatakan cinta ku selama ini padanya.. " ucap Mellyta sedih.
"Lalu ?? apa yang akan kau lakukan ?" tanya Frisya
"Aku akan kembali membujuknya.. " ucap Mellyta
"Jika masih gagal ?" tanya Frisya
"Mungkin ide mu tidak buruk untuk aku lakukan.. " ucap Mellyta.
"Hahaha... gadis menyedihkan " ucap Frisya
" Katakan pada ku, apa yang kau punya ?" tanya Mellyta.
Frisya memberikan sebuah senjata api dengan peluru yang sudah siap di dalamnya.
"Ini ??" tanya Mellyta.
"Benar.. jika aku memberikan mu pisau, kau tidak akan sanggup melakukannya.. " ucap Frisya terkekeh.
"Terimakasih... aku berhutang budi pada mu.. " ucap Mellyta.
"Hutang budi ??" ucap Frisya tertawa semakin keras...
"Baiklah berusahalah dengan baik dan lakukan balas budi.. " ucap Frisya sambil berlalu meninggalkan Mellyta.
********
__ADS_1