
"Oh, begitu... Baiklah, terimakasih bik.. beruntung Brenda memiliki bibik.." ucap Kai.
******
Keesokan harinya, Brenda bersiap untuk hari pentingnya. Pukul 9 pagi Brenda sudah bersiap untuk berangkat menuju gedung.
"Mami, Ayah bener bener gak bisa datang ya ?" tanya Brenda
"Iya sayang, semalam ayah bilang jika masih mengalami beberapa kendala yang tidak bisa dia tinggal.." ucap mami
"Tapi nanti kalo Brenda udah nikah, Ayah bisa datang kan ?" tanya Brenda
"Hahaha, tentu dong sayang... kan ayah wali kamu." ucap mami
"Baguslah kalo begitu, ayo berangkat Mi.." ucap Brenda .
Tiba tiba suara handphone berdering...
"Halo mas Frisya ?" tanya Brenda
"Sayang kamu dimana ?" tanya Frisya
"Iya sayang, sebentar lagi kami berangkat.." ucap Brenda
"Jangan membuat ku menunggu terlalu lama, oke.." ucap Frisya tidak sabaran.
"hahaha iya sayang aku juga gak bermaksud membuat kamu menunggu lama, udah ya aku berangkat dulu.." ucap Brenda
"Iya, hati hati sayang.." ucap Frisya
"Iya mas Frisya yang ceriwitt.." goda Brenda sambil mematikan teleponnya.
15 menit kemudian Brenda sampai di gedung.
Brenda turun dan langsung di sambut oleh tangan Kai.
"Kau tidak perlu melakukan ini... ini canggung.." ucap Brenda
"Kumohon jangan biarkan kakak ku menunggu lebih lama lagi " ucap Kai.
Brenda akhirnya mengulurkan tangannya, dan diantar Kai pada Frisya. Frisya ternganga melihat kecantikan dan keanggunan Brenda hari ini dengan dress yang memperlihatkan bentuk tubuh Brenda yang indah dan sangat menarik mata untuk berlama lama menatapnya.
"Terimakasih... kau sangat pengertian Kai.. " ucap Frisya melihat Kai mengantar Brenda.
"Aku ikut bahagia untuk kebahagiaan mu kak.." ucap Kai.
__ADS_1
"Bagaimana, apa kamu sudah siap dek ?" tanya Frisya
"Tentu, ayo segera kita mulai.." ucap Brenda
Kai segera memberikan kode pada Rama yang menjadi pembawa acara, untuk segera memulainya.
"Baiklah para hadirin sekalian... acara pertunangan antara Frisya dan Brenda Edelweis akan segera dimulai." ucap Rama
"Wahh.. mereka sungguh pasangan yang serasi ya.." ucap beberapa tamu.
"Pasti kalo menikah anaknya ganteng banget ini.."
"Ih, pasangan idaman banget... "
"Pasti ini hari patah hati ya.."
"Aku terharu melihat mereka sangat cocok.." ucap para tamu saat melihat Brenda dan Frisya berdampingan hendak bertukar cincin.
Beberapa menit kemudian, Brenda dan Frisya pun bertukar cincin dan kini mereka sudah resmi bertunangan.
Sorak sorak tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan, semua orang ikut bahagia bahkan tidak sedikit yang terharu melihat mereka berdua.
Frisya mencium kening Brenda.
" Sayang, kamu hari ini mirip seperti Barbie.." ucap Frisya.
"Hahaha, benarkah ?? kecantikan ku memang tidak bisa diragukan lagi.." ucap Brenda tawa mereka pun pecah.
"Hahaha, iya perlu perjalanan panjang untuk mendapatkan dia.." ucap Frisya
"Selamat ya Fris... aku yakin kalian berjodoh, lihat wajah kalian saja mirip sekali.." ucap teman Frisya.
"Kau benar.. hahah" ucap Frisya tertawa bahagia terus.
"Baiklah semoga segera naik pelaminan oke bro.." ucap teman Frisya
"Baiklah.. terimakasih.." ucap Frisya
"Kak ?? selamat atas pertunangan kalian, aku ikut bahagia.." ucap Kai.
"Terimakasih atas bantuannya, kakak mu ini tidak akan pernag bisa membalas kebaikan mu.." ucap Frisya
"Kakak berlebihan... Oh ya Brenda selamat ya... semoga kalian berdua sampai di pelaminan.." ucap Kai.
"Terimakasih.. kau juga, carilah seseorang yang akan membuat mu bahagia." ucap Brenda
"Itu pasti... sekali lagi selamat untuk kalian.." ucap Kai.
__ADS_1
"Brenda anak mami... Frisya sayang... selamat ya nak... mami sangat bahagia hari ini karena kalian... "ucap mami
"Frisya senang bisa membuat mami sebahagia ini.." ucap Frisya
"Mami tolong restui kami hingga kamu menjadi suami istri.." ucap Brenda
"Restu mami, bersama kalian selalu... ohya Frisya mami titip gadis kecil mami yaa.." ucap Mami
"Tentu saja mi, Frisya akan menjaganya dengan sepenuh hati.." ucap Frisya
"Ya udah mami mau menemui para tamu dulu ya.." ucap Mami sambil beranjak pergi.
"Hm.. nampaknya semua orang sangat bahagia hari ini ya mas.." ucap Brenda
"Tentu... karena mereka bisa merasakan jika aku sangat mencintai mu.." ucap Frisya
"Aku juga mencintai mu mas Frisya.." ucap Brenda
"Selamat ya Brenda.." ucap seseorang dengan suara yang tidak asing bagi Brenda.
Brenda langsung menatap ke arah suara itu berasal.
"Ayah ??" ucap Brenda sambil memeluknya.
"Ayah ?" pikir Frisya.
"Akhirnya kamu benar benar bisa melanjutkan hidup mu nak.." ucap orang itu yang tidak lain adalah ayah dari Gun Woo mantan calon suami Brenda.
"Apakah ayah sehat selalu ? " tanya Brenda
"Tentu... Hari ini ayah sangat bangga pada mu, kau bisa bangkit setelah sekian lama nak... " ucap Ayah Gun Woo
"Ini juga karena doa ayah.." ucap Brenda.
"Nak Frisya, segera nikahi Brenda jangan terlalu lama, sebelum dia diambil orang lain.." ucap Ayah Gun Woo.
"Tentu paman, sebenarnya aku tidak berminat untuk bertunangan dengannya, aku ingin langsung menikah saja, tapi Brenda mengatakan ini akan membuat orang salah paham.." ucap Frisya
"Brenda benar, atau mereka akan berpikir kau yang memaksa agar Brenda mau menikah dengan mu.." ucap Ayah Gun Woo
Tawa kami pun pecah mendengar ucapan ayah Gun Woo.
"Sekali lagi selamat ya nak... " ucap ayah Gun Woo.
"Terimakasih ayah... " ucap Brenda
"Terimakasih paman " ucap Frisya.
__ADS_1
Pukul 12 siang acara telah usai dan para tamu sudah pulang begitu pula dengan Brenda dan Frisya.
********