
Saat menjelang waktu makan siang, aku mengirim pesan pasa Sadid.
"Sayang, sudah saat makan siang, apakah kau masih sibuk, aku sudah menunggu mu di restaurant Angel. segeralah datang" Brenda.
"Tunggulah, aku akan segera sampai" Sadid
Selang 10 menit kemudian Sadid datang, dia datang bersama dengan seorang lelaki membawa gitar dan bernyanyi untuk kami, saat kami makan siang. dia menyanyikan lagu favorit ku.
" Bagaimana kau bisa menemukan pengamen bersuara emas ini ?? sungguh dia berbakat sekali" Aku terkesima dengan suara pengamen yang di bawa oleh Sadid, suaranya merdu.
"Ah, mungkin lain kali kamu harus melihat seseorang jangan hanya dari pakaiannya."
jelas Sadid.
"Ya ya.. seperti biasanya.. hahah" Sadid membelai rambut ku. dia memperlakukan ku seperti Adiknya yang kurasakan selama setahun ini. tapi, siapa perduli... aku mencintai nya.
Minggu ini Sadid mengajak ku, bermain dipantai, menonton 2x dalam seminggu, makan malam romantis, dan pergi berbelanja.
Minggu depannya lagi, Sadid mengajak ku, bermain dipantai, menonton 2x dalam seminggu, makan malam romantis, dan pergi berbelanja.
Minggu depan depannya lagi, Sadid mengajak ku, bermain dipantai lagi, menonton 2x dalam seminggu lagi, makan malam romantis lagi, dan pergi berbelanja lagi.
dann begitu seterusnya.....
__ADS_1
Bahagia ??? Iya
Nyaman ??? Pasti
Suka ??? Sudah jelas...
tapi... lama kelamaan ini semua menjadi hambar...
"Ahh, mungkin itu hanya perasaanku saja." pikir ku dalam hati.
Hari ini adalah tepat 2 tahun masa pacaran kami, sungguh tidak dapat ku pungkiri, sungguh rasa bosan benar benar menguasai ku.
"Atau aku hanya perlu memperbaiki hubungan ku saja ?? entahlah, aku akan mencoba bertahan..." lamun ku dalam perjalanan menuju Restaurant Angel tempat favorit kami.
"Ada apa ?? mengapa kau terburu buru, aku baru saja sampai."
Lalu, Sadid meng klik jarinya, keluarlah kue Tiramisu favorit ku.
"Ini, kue Spesial ku datangkan langsung untuk mu sayang.."
"Waaw, terimakasih... "
"Ayo kita tiup lilinnya bersama sama.."
__ADS_1
Satu... duuaa... Fuuuuhhhhh... kami meniup lilin nya bersamaan.
"Terimakasih sudah mau bersama ku selama ini. aku sangat mencintai mu. apakah kau juga mencintai ku ??" tanya Sadid.
"Ahh, ya..." jawabku singkat dengan sedikit membuang muka.
"Ada apa ?? apakah kau tidak menyukai nya sayang..??"
Dia benar... ada apa dengan ku, aku sungguh tidak tertarik untuk bicara soal cinta dengan Sadid, tak seperti sebelumnya, seperti menggebu gebu rasa cinta ini. dan sekarang sungguh begitu hambar.
Sadid terus menatap ku. dia rupanya menyadari perubahan ku.
"Brenda Sayang, adakah laki laki yang berada di dekat mu, selain aku?" pertanyaan ini sontak mengagetkan ku.
"Maksudnya apa Kak Sadid ?? pertanyaan macam apa itu ??" aku sontak sedikit meninggikan suara ku.
"Ah, maaf mungkin, aku salah paham. Baiklah, bagaimana jika kita berdansa ??"
"Baiklah, ayo.." aku menenangkan diri.
Kami pun berdansa, di tengah tengah lagu, semua mata tertuju pada kami, kami memang pasangan yang sangat serasi dan sangat menarik perhatian.Lalu tiba tiba, Sadid menghentikan dansa nya, dan mengeluarkan sesuatu dari jas miliknya.
"Brenda, Aku bukanlah seorang Lelaki yang Sempurna, tapi aku sungguh sungguh mencintai mu, aku akan selalu membuat hs s e r g w r w e t y s s. a s
__ADS_1
Bersambung....