Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Semua orang punya masa lalu.


__ADS_3

"Setelah itu, salah satunya meminta agar mami mencoba untuk pergi dari sini dan pindah ke tempat lain, dimana mungkin mami tidak akan bisa bertemu ataupun melihat Frisya lagi." ucap mami


"Setelah itu Mami mencoba untuk mencari rumah baru dan tinggal disana, sebelum itu Mami berpamitan pada Ibu panti diam diam, namun setelah 3 hari Frisya bisa menemukan kita dengan alasan Ibu panti yang memintanya datang.. " ucap Mami


"Mengapa Mami tidak meminta bantuan Ayah ?" tanya Brenda


" Kamu kan tahu, ayah kamu sibuk dengan bisnisnya dan tidak bisa diganggu." ucap mami.


Brenda mengangguk tanda mengerti.


" Akhirnya kita kembali lagi kerumah ini, kamu ingat ?" tanya Mami


Brenda menggelengkan kepalanya.


" Perasaan mami semakin tertekan dengan kembalinya kita lagi kerumah ini, Frisya masih tetap berdiam diri di jendela memperhatikan kamu saat tidur, merasa kesal Mami menutup jendela kamu hingga tidak akan bisa dibuka kecuali orang dewasa yang melakukannya. Perasaan Mami menjadi sedikit lebih tenang." ucap Mami


"Namun kegilaan Frisya kecil tidak berhenti disana.. suatu malam dengan hujan yang sangat deras dan angin yang kencang di tengah malam, seseorang mengetuk pintu rumah kita, Mami membukanya dan kaget melihat ternyata itu adalah Frisya dengan sebuah palu di tangannya." ucap Mami


"Mami, masih ingat jelas saat itu Mami langsung ketakutan, Frisya sempat mengatakan sesuatu saat itu.." ucap mami.


"Apa ?" tanya Brenda


"Dia bilang ( " Tante.. jendela kamar Brenda kok gak bisa di buka.. " ) Seketika mami merinding, dia benar benar menakuti mami malam itu, beruntung Ibu panti segera sadar jika Frisya menghilang dari kamarnya dan segera menemukannya di rumah kita " ucap Mami sambil memegangi kepalanya.


"Mami sungguh putus asa menghadapi anak kecil ini, akhirnya keesokan harinya.. diam diam setelah kamu pulang sekolah, mami langsung menjemput kamu lalu menitipkan kamu di tempat ayah bekerja dan segera mengemasi pakaian dan pergi tanpa berpamitan pada siapapun.." ucap Mami.


"Cara ini ternyata berhasil, Mami berhasil menjauhkan kamu dari Frisya, Mami sangat lega, beberapa bulan kemudian kemudian kehidupan mami menjadi lebih membaik perasaan bersalah dan ketakutan mami perlahan menghilang dan kita bisa hidup bahagia lagi.." ucap Mami dengan wajah sendu .


" Lalu, bagaimana bisa mami lupa, dan seakan akan tidak terjadi apa apa selama ini.. " tanya Brenda.


"Saat itu kamu sudah mulai beranjak dewasa... kira kira saat itu kamu berumur 20 tahunan Ayah kamu sakit, Mami dengar dulu Frisya pernah mengatakannya sam kamu.. " tanay mami.


"Ah, tentang juragan sapi itu ?" tanya Brenda

__ADS_1


"Hm... iya, mammi saat itu benar benar frustasi harus mencari kemana lagi bantuan, ayah kamu tidak bisa bekerja uang sudah habis, kamu sedang menitih perusahaan mu.. Pikiran mami benar benar tidak stabil, di tambah tubuh mami yang semakin melemah karena tidak memperhatikan pola makan dll.


Hingga akhirnya, Mami tidak sadarkan diri, saat terbangun mami banyak kehilangan ingatan mami tentang semua itu, di tambah lagi kemudian mami melihat seorang anak lelaki seumuran kamu yang dengan manisnya masuk kedalam kehidupan mami, dia menolong dan memberikan harapan untuk ayah kamu.." ucap Mami bingung antara senang dan sedih .


"Mami... mami harus berusaha mengikhlaskan semuanya, itu sudah berlalu.. semua orang punya masa lalu.. dan Brenda yakin mas Frisya sudah berubah.." ucap Brenda


"Apa kamu sudah yakin ?" tanya Mami


"Tentu, Brenda yakin... jika mas Frisya seperti itu, dia pasti sudah menyingkirkan semua saingannya sejak dulu. " ucap Brenda


"Begitu ya.. Baiklah, maafkan mami ya.. mungkin mami butuh waktu.." ucap mami


" Brenda yakin mami bisa.. " ucap Brenda


*****


Malam harinya...


Brenda merasa bosan terus menerus berada dirumah tanpa melakukan apapun, jadi dia pergi keluar rumah untuk berjalan jalan.


"Ibu... sedang apa bu ?" tanya Brenda


"Ibu baru saja selesai mengajak anak anak panti bermain di tempat itu.. " ucap Ibu panti sambil menunjuk sebuah tempat area bermain.


"Wah, gak ngajakin Brenda deh... " ucap Brenda


"Ibu pikir wanita secantik kamu tidak mau pergi kesana.. maaf ya.." ucap Ibu panti.


"Ah, Ibu berlebihan.. Baiklah sepertinya ibu sudah lelah, Ibu pulang saja sudah, Brenda mau main sebentar.. " ucap Brenda


"Gadis manis... Baiklah ibu pulang dulu ya.." ucap ibu panti


Brenda mengangguk, ibu panti berlalu...

__ADS_1


Brenda berjalan jalan di sekitar area bermain, disana Brenda melihat ice cream kesukaannya.


"Ah, rasa rose !!" ucap Brenda sambil mendekat.


"Pak ice cream rasa Rose 1 ya.." ucap Brenda


"Wah gula kapas... pak mau satu juga ya..." ucap Brenda kegirangan sendiri.


Setelah mendapatkan Ice cream dan membayar Brenda segera pergi, namun saat menikmati ice cream nya, dia teringat Kai.


"Kai.... " ucap Brenda terdiam.


"sedang apa dia ? apakah dia sedang makan ice cream juga ?" pikir Brenda


"Apa aku harus menelponnya ?" tanya Brenda pada dirinya sendiri.


"Tidak masuk akal jika aku menelponnya hanya ingin bertanya apakah dia juga sedang makan ice cream.. " ucap Brenda merasa konyol.


"aah.. aku bisa bertanya tentang mas Frisya padanya, hehe aku ingin mendengar suara Kai." ucap Brenda terkekeh sendiri.


Tuuuuuutttt.... Ttuuuuuuuuttttttt....


"Astaga !! apa dia sudah tidur " ucap Brenda sambil memasukan handphone nya dalam saku.


Tiba tiba..


Dddrrrrttttt.... Dddrrrrttttt...


Brenda tersenyum.


" Kaaiiii.... " ucap Brenda


"Hai, apa kau menelpon ku ?" tanya Kai.

__ADS_1


"Iya, aku menelpon..." ucap Brenda


*******


__ADS_2