Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Gun Woo II


__ADS_3

Sejak hari itu, Gun woo menjadi dekat dengan ku. Dia adalah satu satunya orang yang bisa membahagiakan ku sekarang.


Karena kaki ku yang terkilir aku tidak bisa pergi ke perusahaan Hoki Grup. Gun woo yang merawat ku sejak Bik Sora pulang kampung mendadak seminggu yang lalu, karena anaknya yang melahirkan


Pagi ini Gun Woo datang seperti biasanya, membawa makanan.


"Selamat pagi Brenda" Dia menyapa pagi ku dengan senyuman merekah.


"Selamat pagi juga Gun Woo." balas ku menyapa nya.


"Bagaimana keadaan mu ??" tanya nya.


"Membaik karena kau merawat ku, lihat aku sudah mulai bisa berjalan."


"Jangan berjalan terlalu jauh, nanti kau akan jatuh."


"Gun woo, aku ingin berganti pakaian, baju ini terlalu tebal digunakan saat cuaca panas seperti ini."


"Baiklah akan ku antar."


Gun Woo membantu ku memilih pakaian di lemari.


Saat Gun woo, memegangi tangan dan bahu ku dan aku berbalik memeluknya agar tidak mudah jatuh.


"Ada apa Brenda ?? " tanya Gun Woo.


" Aku tidak bisa mengambil pakaian itu, terlalu sulit dengan posisi seperti ini.." keluh ku..


"Baiklah aku akan mengambilnya untuk mu.. " ucap Gun Woo.


"Sebelah mana ?" Tanyanya..


"Itu pojokan bawah sebelah kiri warna merah." ucap ku.


Gun Woo menariknya dengan mudah, setelah itu Gun Woo memperhatikan apa yang sudah ditarik olehnya..


"Astaga Brenda.... Ini pakaian dalam kah ? Astaga dalam hidup ku baru kali ini aku melakukan hal seperti ini.." keluh Gun Woo dengan wajah memerah.


" Hehehe maafkan aku Gun Woo... aku sangat kesulitan mengambilnya.." ucap ku..


"Lalu, Sekarang apa selanjutnya ?" tanya Gun Woo.


"Keluarlah dari kamar ku, aku akan berganti pakaian sebentar.. " ucap ku.

__ADS_1


"Baiklah..." ucap Gun Woo seraya keluar dari kamar ku.


Beberapa saat kemudian aku keluar dari kamar dengan perlahan lahan karena kaki ku masih terasa cukup sakit saat aku terlalu banyak bergerak.


"Hai, mengapa turun sendiri ? kau bisa memanggilku.." ucap Gun Woo


"Terimakasih, tapi aku bisa melakukannya sendiri, aku terlalu banyak merepotkan mu..." ucap ku pada Gun Woo.


" Mengapa berkata seperti itu, aku melakukannya dengan tulus, aku sungguh tidak ingin hal buruk terjadi padamu..." ucap Gun Woo khawatir dengan keadaan ku.


"Apakah kau sungguh mencintai ku


Gun woo ?? sahut ku.


Gun Woo menatapku dalam.


"Aku sangat mencintai mu, Brenda, aku tidak main main, kau tahu mereka semua menginginkan mu, jika setelah melakukan ini kau tidak mau menikah dengan ku, maka matilah aku .." ucapnya.


" Bagaimana bisa kau mati hanya karena tidak menikahi ku ?" tanya ku..


"Aku jatuh cinta sejak pertama melihat mu.." ucap Gun Woo.


Brenda melihat Gun Woo ragu ragu.


" Brenda, aku tahu aku mungkin bukan satu satunya orang yang terbaik untuk mu, tapi bisakah kau memberikan ku kesempatan ?" Ucap Gun Woo dengan wajah penuh ketulusan.


"Lalu ?" lanjut Gun Woo.


"Aku akan memberikan mu kesempatan..." ucap ku pada Gun Woo


" Maksud mu ? " tanya Gun woo lagi


"Aku akan memikirkannya, untuk menjadikan mu suami ku.. " ucap ku malu malu....


Gun Woo tersenyum .


"Terimakasih... aku sangat bahagia Brenda... " ucap Gun Woo sambil terharu.


Suara handphone berdering...


"Halo ayah ?" ucap Gun Woo.


"Bagaimana dengan Brenda ?" tanyanya.

__ADS_1


"Ya, kakinya sudah membaik.." ucap Gun Woo.


"Hai maksud ku apakah dia sudah mau menikah dengan mu ???" ucap ayah Gun Woo


"Tentu ayah, tapi kami akan bertunangan dahulu kan ? ."


"Tidak masalah, asal dia benar benar mau menikah dengan mu."


"Tentu ayah, lagi pula aku juga sangat mencintai nya." ucapnya sambil mencium dahi ku.


tak lama kemudian telefon mati.


****


Beberapa minggu kemudian kaki ku sudah sembuh, dan aku mulai kembali pada pekerjaan ku.


Di Loby perusahaan Hoki Grup.


"Selamat pagi Nona Brenda, senang melihat anda sudah kembali sehat..." Debora menyambut ku di lobi kantor.


"Ya, Selamat pagi.. aku juga senang bisa melihat mu lagi Debora" sahut ku.


"Ayo nona, aku antar ke ruangan anda." ucap Debora.


"Terimakasih, Bagaimana ?? apakah ada berkas yang perlu aku selesaikan ??" tanya ku.


"Tentu Nona, tapi ada hal yang lebih penting." ucap Debora serius.


"Nona Brenda ingat beberapa minggu yang lalu para pria yang ingin melamar anda ??"


"Yaa, tentu aku ingat, ada apa dengan mereka??"


"Mereka ingin segera bertemu dengan anda Nona Brenda, kalau tidak, mereka mengancam memutuskan hubungan dengan Perusahaan Hoki Grup, bukankah ini bencana Nona ????"


"Astaga... bagaimana bisa begitu ?? bagaimana bisa aku berkencan dengan pria sebanyak itu.."


"Tolong Nona Brenda, lakukan yang terbaik. aku membutuhkan persetujuan anda untuk membuat jadwal dengan mereka."


"Berikan aku sedikit waktu, nanti ku kabari lagi kau Debora."


"Baik Nona Brenda.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG....


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR.... JANGAN LUPA LIKE N BINTANG NYA YAA KAKA TINGGAL KLIK DOANG HEHEHE, SUPPORT AUTHOR YAAA...


__ADS_2