
Keesokan paginya...
"Emmmmmhhhhhaaaaa..... Eeeemmmmhhhaaaa... emmhh..." Suara Gun Woo mendengkur.
Brenda setengah sadar dan mendengar suara itu terbangun.
"Ya ampun... pria tampan bagaimana bisa kamu tidur dengan mendengkur sekeras ini.." Ucap Brenda sambil menyentuh pipi Gun Woo gemas.
Gun Woo masih belum terbangun
"Sayang... tetaplah sehat dan bahagia bersama ku... aku mencintaimu.." ucap Brenda seraya mencium pipinya dan beranjak pergi ke kamar mandi dan bersiap siap untuk pergi ke kantor.
45 menit kemudian...
"Astaga Gun Woo.. masih belum bangun juga ?? ini sudah siang..." ucap Brenda setengah berteriak.
Gun Woo masih tidak bergeming.
"Baiklah, akan ku bangunkan dengan cara yang kasar." ucap Brenda.
Brenda naik dan duduk di atas paha Gun Woo dan menciumi wajah Gun Woo berkali kali tanpa henti.
Gun Woo yang sesungguhnya sudah terbangun saat Brenda mandi, tidak kuasa lagi menahan tawanya atas tindakan yang dilakukan Brenda.
"Astaga.. Brenda berhenti... geli sayang... " ucap Gun Woo sambil tertawa kegelian merasakan kecupan Brenda.
"Aah, akhirnya bangun juga yaaa... ( Brenda tiba tiba tersenyum ) Sudah.. Ayo cepat bangun.. Aku ada meeting hari ini sayang.. maaf tidak bisa sarapan bersama..." ucap Brenda
"Sayang sekali... Baiklah.. nanti siang saja kita makan bersama." ucap Gun Woo.
"Iya.. Baiklah sayang.. aku berangkat dulu ya.. see u... mumumu..." ucap Brenda sambil kiss bye.
"Dasar gadis nakal pujaan.. tunggu nanti saat kau jadi istri ku yaa.. Hmm... Baiklah aku akan mandi dan bergegas pergi." gumam Gun Woo.
Gun Woo masuk ke dalam kamar mandi dan berhenti di depan kaca, berniat membasuh muka dan menggosok gigi, alangkah kagetnya Gun Woo saat mendapati bahwa wajahnya di penuhi dengan kecupan lipstik merah merona, siapa lagi pemiliknya jika bukan Brenda.
"Astaga Brenda... dia memperkosa wajah ku.." ucap Gun Woo sambil menatap wajahnya tidak habis pikir.
Gun Woo mengambil handphone dan melakukan selfi lalu mengirimkan pada Brenda.
" Hai gadis nakal... pagi pagi kamu sudah melakukan ini pada ku.." ***Gun Woo*
__ADS_1
" Hehe maaf sayang.. kamu amat sangat membuat ku gemass..." Brenda
"Kelak aku akan membalasnya.. jangan lupa nanti siang kamu ada janji dengan ku.." Gun Woo
"Balas sepuas mu sayang, aku tidak ingin menghentikan mu.." Brenda
"Dasar gadis nakal... Sampai bertemu nanti siang sayang.." Gun Woo.
"Iya sayang.. See u.. " Brenda**
* Saat menjelang waktu makan siang di Restaurant Big.
Hari itu Gun Woo bertemu seorang wanita bernama Mellyta, teman lama Gun Woo juga seorang rekan bisnis Gun Woo.
"Hai mell... kamu sendirian ?? mana asisten mu ?? " ucap Gun Woo melihat mellyta datang sendiri.
"Iya aku sendirian... kenapa harus selalu dengan asisten ku.. ??" tanya Melly.
"Yaaa.. kan biasanya begitu Baiklah, kita mulai saja.." ucap Gun Woo.
Gun woo mulai meeting mereka, sekitar 1 jam kemudian meeting selesai.
"Mell, adakah yang masih belum kamu mengerti dari penjelasan ku ???" tanya Gun woo.
"Silahkan bertanyalah.. sebelum lanjut ke kontrak kita yang baru.." ucap Gun Woo.
Melly tiba tiba berdiri dari tempat duduknya dan beranjak mendekati Gun Woo. Melly yang memakai rok dengan belahan di bagian pahanya perlahan mendekat dan duduk di pangkuan Gun Woo dengan rok yang dia tarik ke atas, sedikit nampak bagian dalamnya.
Gun Woo menghela nafas panjang...
"segera turun Mell... aku tidak suka ini.." ucap Gun Woo tegas.
"Hai Gun Woo, apakah kau pernah merasakannya.. ( Melly menggesek gesekan bagian dalamnya pada paha Gun Woo.) Mana mungkin tunangan mu mampu melakukan ini.. dia kan hanya sibuk bekerja dan sibuk dengan para lelaki yang mengitarinya." ucap Mellyta.
"Turun mell... "ucap Gun Woo mulai meremas pundak Melly kasar.
Flashback On
**** Perusahaan Hoki Grup
"Meta.. tolong kosongkan jadwal ku siang ini.. aku harus pergi makan siang dengan Gun Woo." ucap Brenda.
__ADS_1
"Duhh.. calon pengantin berduan mulu.. makin lengket... jadi ngiri deh sama Nona Brenda.." ucap Meta melihat nonanya bahagia.
"Mangkannya cepet cepet punya pacar.. eh jangann deh, benerin aja dulu kerjaan kamu, baru cari pacar dan menikah.. haha " Brenda cekikikan melihat Meta.
"Iya, Nona Brenda.. mohon bimbingannya ya.. saya masih baru.." ucap Meta merendah padahal kesal.
"Ya.. ya.. yaa.." ucap Brenda sambil menatap layar laptop nya.
Tiba tiba handphone Brenda Berdering..
"Ini pasti dari Gun Woo.." pikir Brenda.
" Loh.. kok nomer baru yaa.. siapa ini.." ucap Brenda.
"Selamat siang Nona Brenda, Saya Eun Ha, pemilik restaurant Big. Saya ingin memberi tahu anda Tuan Gun Woo ada disini bersama seorang wanita, mereka berduaan dan sangat tidak wajar.. bisakah anda kemari.. maaf saya tidak bermaksud ikut campur hanya saja, saya sangat mengagumi anda.. jadi saya peduli, hingga memutuskan memberi tahu anda." Pemilik restaurant BIg
"Terimakasih sudah memberitahu ku, maaf Bolehkah aku meminta foto mereka berdua ?? Agar aku bisa menyimpulkannya sekilas.." Brenda
Pemilik restaurant BIg itu mengirimkan sebuah foto dimana seorang wanita duduk di pangkuan Gun Woo.
Brenda yang tidak langsung mempercayai foto itu langsung bergegas menuju Restaurant Big.
Flashback Off..
Brenda hampir kehilangan akal karena tidak mempercayai apa yang dia lihat di suatu ruangan di restaurant Big itu.
Nampak jelas Gun Woo sedang duduk dengan seorang gadis di pangkuan nya, dan Gun Woo menyentuh pundak wanita itu, dari cctv restaurant itu.
Brenda yang tidak tahan lagi, langsung bergegas pergi menuju ruangan itu, dan langsung menyiramkan segelas air ke wajah wanita itu dan Gun Woo serta menumpahkan makanan yang tersaji disana ke tubuh keduanya.
"Kalian berdua menjijikan !!!" ucap Brenda keras.
Namun sayangnya sebelum Brenda pergi Mellyta menghentikan langkah Brenda.
"Haaah.. akhirnya kau datang juga.. hampir saja kami indehoyy.. ya kan sayang..." ucap Mellyta mengada ngada.
"Brenda sayang.. kamu salah paham.. ini tidak seperti yang kamu bayangkan.." ucap Gun Woo mencoba menjelaskan.
"Hahh.. dasar wanita murahan.. sudah jelek murahan lagi.. ambil Gun Woo jika kau mau.. jika aku tahu dari awal Gun Woo seperti ini, aku pasti sudah melepaskan nya Gratis untuk mu !!!!. (Brenda menahan butir air matanya) Dan kau tuan !!!... kau bilang tidak seperti yang aku bayangkan.... haha maaf tuan aku hanya mengucap apa yang sebenarnya aku lihat, dasar kalian menjijikan ! " ucap Brenda sambil beranjak pergi ke luar.
Gun Woo terperanjat kaget mendengar ucapan dari Brenda, dia tidak menyangka jika Brenda akan mengatakan hal itu. Namun, Gun Woo yang pada dasarnya bersalah karena sudah berduaan tidak memberi tahu Brenda terlebih dahulu dan tidak segera menghentikan Mellyta, tidak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
Brenda yang di penuhi amarah langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, pulang ke rumah dan menangis sejadi jadinya di kamar mandi.
*******