Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Perlahan


__ADS_3

Serllyta pulang dengan perasaan yang penuh amarah karena ternyata selama ini orang yang dia anggap bisa dia jadikan sebagai alat untuk balas dendam ternyata dia adalah dalang dari kematian sang kakak.


"Kau akan mendapatkan keadilan atas kejahatan mu Fris.. " ucap Serllyta.


"Tapi... apa yang bisa aku lakukan ? Aku sepertinya butuh banyak bantuan untuk menjatuhkannya... " ucap Serllyta.


"Baiklah, aku tidak boleh terburu buru.. atau semuanya akan berakhir lebih buruk lagi.. " ucap Serllyta.


*****


Malam harinya...


"Sayang... " ucap Frisya memeluk Brenda dari belakang.


"Sayaanng udah pulang kok diem diem sih... Aku kan mau nyambut kamu " ucap Brenda


"Mas, emang pingin ngagetin kamu aja.. haha.. " ucap Frisya sambil tertawa.


" Mas lapar ga ?" tanya Brenda


"Kamu belum makan yaa.. yuk makan diluar sayang.. " ucap Frisya


"Dinner romantis berdua ? kamu dan aku ?" ucap Brenda sambil berkedip centil.


"Hahaha.. iya sayang.. " ucap Frisya sambil mencubit pipi Brenda lembut.


"Ya udah aku siap siap bentar.. " ucap Brenda sambil beranjak pergi ke kamarnya.


"Haaaah ~ Apa yang lebih indah dari ini semua... hidup ku benar benar sempurna.. " ucap Frisya sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.


*****


30 menit kemudian..


"Mas Frisya aku udah siap.. " ucap Brenda


Zz


zzz


Zz


"Yah.. kok tidur.. " keluh Brenda.


"Mas.. sayang.. mas.. sayang... yang.. yang.. yang... " ucap Brenda sambil menyentuh hidung Frisya.


"Eemhh... kamu udah selesai ?" tanya Frisya yang baru saja terbangun.


"Udah.. kamu kok tidur sih mas.. aku kan padahal cuman sebentar.. " ucap Brenda

__ADS_1


"Ah, iya maaf... mas hanya sedikit mengantuk tadi.. " ucap Frisya


"Oke, aku maafkan.. ayo berangkat.. " ucap Brenda


" Ayo... " ucap Frisya sambil menggandeng tangan Brenda.


15 menit kemudian...


Restaurant Angel...


"Mas Frisya, tempat ini sudah banyak berubah.. " ucap Brenda


"Tentu saja, bukan hanya berubah.. tapi restaurant ini sekarang sudah menjadi milik mas.. " ucap Frisya


"Benarkah ? " tanya Brenda


Frisya mengangguk ria


"Hebat... mas kalo ini udah jadi punya kamu boleh dong aku sering main kesini.. " ucap Brenda


"Sayang.. milik ku adalah milik mu juga.. mengapa kamu bertanya seperti itu ?" tanya Frisya


"Sebenarnya, aku bosan berada dirumah.. mungkin jika aku yang mengurus restaurant ini tidak akan jadi masalah kan ?" tanya Brenda ragu ragu.


"Hm.. mas akan mempertimbangkannya dulu.. apa tidak masalah ?" tanya Frisya


"Tentu.. apapun keputusan suami ku, aku akan selalu mematuhinya.. " ucap Brenda


" Ah... Benarkah ??" hahah.. ucap Brenda sambil tertawa


Diikuti dengan tawa Frisya yang merasa benar benar diberkahi memiliki istri seperti Brenda.


Beberapa menit kemudian hidangan spesial malam itu pun sudah tersaji di meja mereka.


"Apa ini ?" tanya Brenda pada seorang Koki.


"Ini menu spesial kami nyonya, perdana dan saya ingin tuan dan nyonya yang pertama mencicipinya.. " ucap si koki.


"Baiklah.. selamat makan.. " ucap Brenda


Tiba tiba...


" Nak Brenda ?" ucap seseorang.


Brenda yang hendak menyantap makanannya langsung terhenti dan menatap pada orang itu..


"A.. Ayah... " ucap Brenda saat melihat orang itu yang ternyata adalah tuan Seung, ayah mendiang Gun Woo.


"Bagaimana kabar mu nak.. " ucap tuan Seung..

__ADS_1


Brenda langsung berdiri dan memeluk tuan Seung, hubungan antara Brenda dan tuan Seung cukup dekat, meskipun Gun Woo sudah meninggal.


"Sial !! mengapa harus bertemu dengan orang tua ini disaat saat romantis seperti ini.. " ucap Frisya dalam hati.


"Brenda naik baik saja, Bagaimana kabar ayah ? " tanya Brenda


"Ayah baik baik saja, senang rasanya melihat mu hidup bahagia dengan pria baik seperti nak Frisya ini.. " ucap tuan Seung sambil tersenyum melihat Frisya.


Suasana hati Frisya berubah..


"Hahaha, anda berlebihan tuan Seung.. " ucap Frisya


Brenda merasa ada hal yang aneh..


"Bagaimana jika ayah ikut makan bersama dengan kami ?" tanya Frisya


Brenda membelalakan matanya.


"Apa ? apa aku tidak boleh memanggil seperi itu sedang istriku dengan senangnya memanggil ayah ?" tanya Frisya


"Hahaha, tentu nak kau boleh memanggil ku seperti itu, aku sangat senang.. aku yakin anak ku yang sudah di surga pasti sangat bahagia melihat kalian.. " ucap tuan Seung.


"Tentu saja anakmu bahagia, dia sudah bersama wanita yang mencintainya.. hahaha.. " pikir Frisya.


"Selamat makan.. " ucap tuan Seung.


"Selamat makan " Frisya dan Brenda bersamaan..


*****


Mereka pun makan bersama dengan bahagia. Setelah makanan habis, tuan Seung segera pamit pergi karena masih ada urusan, dan berjanji akan berkunjung saat ada waktu senggang.


"Sayang sekali, dia harus segera pergi.. " ucap Frisya


Brenda menatap Frisya dengan tatapan tidak percaya.


"Ada apa ? mengapa melihat mas mu dengan tatapan seperti itu ? Apa aku terlihat semakin menawan ?" tanya Frisya sambil senyum menyeringai.


"Sejak kapan kamu bisa seakrab ini dengan orang lain... ?" tanya Brenda dengan tatapan menyelidik.


"Hm... mungkin ini adalah hal baik yang mas contoh dari kamu.. " ucap Frisya menghindari tatapan mata Brenda.


"Kamu tidak sedang bermaksud jahat padanya kan ?" ucap Brenda


Deg !


" A ap pa maksud kamu... mas, tidak tidak pernah memiliki maksud jahat pada siapapun.. " ucap Frisya salah tingkah.


"Haha.. aku cuman bercanda mas... kamu kok sampek keringat dingin gitu sih ... " ucap Brenda sambil mengelap keringat suaminya.

__ADS_1


"Apa ini.. apa sekarang aku tidak bisa berbohong pada Brenda.. " ucap Frisya dalam hati.


****


__ADS_2