Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Ngggg !!!


__ADS_3

"Me ninggal ? siapa ?" tanya Mami Brenda.


"Apakah anda benar benar sudah lupa Nyonya ?" tanya Ibu panti.


"Siapa ??" tanya mami.


"Bella... apakah anda benar benar sudah lupa ?" tanya Ibu panti serius.


"Maaf nyonya banyak hal yang terjadi, saya benar benar lupa.." ucap mami Brenda.


"Oh ya.. bagaimana dengan kabar Brenda sekarang nyonya ?" tanya Ibu panti.


"Ah, itu dia akan segera bertunangan nyonya.." ucap mami.


"Dengan siapa nyonya ?" tanya Ibu panti.


"Frisya... anak panti.." ucap mami.


"Frisya siapa ?" tanya Ibu panti


"Ah, maksud saya Rakhman.." ucap mami.


Ibu panti membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh mami Brenda.


"Apa anda sungguh sungguh dengan apa yang anda katakan nyonya ?? bukankah dulu anda........" ucapan Ibu panti terpotong karena suara telepon masuk.


"Baik.. ya, aku sudah selesai..." ucap Ibu panti pada seseorang di teleponnya.


"Nyonya... Sepertinya kita harus membicarakannya lain waktu, boleh kah aku meminta nomor hp anda ?" tanya Ibu panti


"Tentu nyonya.." ucap mami sambil mengetik nomor handphone nya di hp Ibu panti.


"Sayang sekali saya harus segera pergi... " ucap Ibu panti.


"Selamat jalan dan berhati hatilah.." ucap mami.


******


Mami sampai dirumah....


"Apa maksud dari Ibu panti tadi... mengapa seperti ada yang aku lupakan.." ucap mami kebingungan.


"Lebih baik jika aku meminta saran dari Juve" ucap mami.


Beberapa saat kemudian Mami menghubungi Juve...


"Ya Mami ada apa ?" tanya Juve.


"Nak.. mami tadi bertemu dengan teman lama mami, yaitu Ibu kepala panti.. tapi entah mengapa Mami lupa dan gak nyambung dengan apa yang dia katakan seakan akan ingatan mami saat kami masih ada disana hilang.." ucap mami


"Mami... mungkin mami pernah mengalami shock berat, hingga mami mengalami lupa ingatan beberapa tahun sebelumnya.." ucap Juve.


"Bagaimana bisa ?" tanya mami..


"Itu juga salah satu bentuk pertahanan otak kita dalam menerima sesuatu yang dirasa tidak mampu untuk kita terima." ucap Juve.


"Lalu ?? apa bisa disembuhkan ? " tanya Mami.


"Tentu... tapi dengan terapi, dan beberapa obat pastinya.. " ucap Juve.

__ADS_1


"Katakan nak.. mami penasaran.." ucap mami


"Terapinya cukup mudah, mami hanya perlu meditasi, 1 jam setiap harinya.. dan juve akan mengirimkan resepnya agar memudahkan mami untuk membelinya." ucap Juve.


"Terimakasih nak.. kamu sangat baik.." ucap mami.


"Baiklah mami, Juve harus segera masuk kelas... " ucap Juve.


"Baiklah nak... sampai jumpa.." ucap mami sambil mematikan teleponnya.


"Darimana aku bisa belajar meditasi ?" tanya Mami.


******


Malam harinya....


"Bik, udah siap semuanya ?" tanya Mami..


"Sudah nyonya besar..." ucap bik Sari


"Baiklah kita tinggal menunggu mereka datang.." ucap mami.


15 menit kemudian...


"Aku pulang... " ucap Brenda


"Mami... " ucap Frisya saat melihat mami duduk sambil menonton tv.


"Hai, sayang... akhirnya kalian berdua datang juga.." ucap Mami.


"Maaf mi... Brenda masih mencari sesuatu tadi.." ucap Frisya


Saat Brenda hendak menikmati makanannya namun tiba tiba dia mengingat Kai.


"Hm.. mas Frisya, apa tidak sebaiknya kita mengajak Kai makan bersama dengan kita ?" tanya Brenda


"Kai ? siapa itu ?" tanya Mami.


"Ah, Kai adalah adik Frisya Mi.." ucap Frisya


"Ah, sebaiknya lain kali saja Bren, ini kan kita lagi ngomongin tentang kalian berdua.." ucap Mami.


"Ah, begitu.... ya sudah tidak apa apa.." ucap Brenda sambil menunduk.


"Bren... jangan bersedih, aku akan memanggilnya untuk bergabung dengan kita.." ucap Frisya enteng.


"Bersedih ?? gara gara adiknya Frisya ?? Apa ini masuk akal.." ucap Mami sambil menatap Brenda .


*****


Rumah Kai...


"Hahhh !!! menyebalkan, aku ingin bertemu dengan Brenda..." ucap Kau kesal pada dirinya sendiri.


"Tapi, apa yang harus aku katakan pada Frisya... " keluh Kai sambil memukul mukul tembok.


Ayah Kai yang mendengar suara yang tidak wajar dari kamar Kai, langsung berlari melihat apa yang terjadi pada anaknya.


"Kai, apa yang terjadi ?" tanya Ayah Kai.

__ADS_1


"Ayah... Brenda akan bertunangan dengan Frisya.." ucap Kai kesal.


"Frisya ? Ah, dia ternyata lalu apa masalahnya... bukankah kau bisa merebutnya ??" tanya Ayah Kai.


"Tidak... aku tidak akan melakukannya, itu memalukan.." ucap Kai menolak keras.


"Ayah dengar Frisya itu adalah orang yang sangat sombong, kejam, dan sangat ditakuti oleh semua rekan bisnisnya, tapi ayah pastikan itu tidak akan pernah terjadi pada mu... Frisya hanya anak angkat, jadi bisa dan suatu hari kita merebut perusahaan yang sudah dia bangun selama ini.." ucap Ayah Kai.


"Sudahlah ayah, Kai juga tidak tahu bagaimana perasaan Brenda pada Kai." ucap Kai sedih.


Tiba tiba suara handphone berdering....


Drrrt... Drrrrttttt... Drrrrrtttttt.....


"Frisya ? untuk apa dia menelfon ku malam malam." ucap Kai


"Dia menelpon mu ?" tanya Ayah Kai.


"Halo kak.." ucap Kai.


"Kai, apa kau ada waktu ?" tanya Frisya


"Ya, aku sedang tidak ada pekerjaan dirumah." ucap Kai.


"Bisakah kau datang kerumah Brenda ? dia ingin mengundang mu makn bersama kami.." ucap Frisya


"Baiklah, aku akan datang " ucap Kai sambil mematikan teleponnya.


"Apa yang dia katakan ? apa dia sedang pamer pada mu ?" tanya Ayah Kai.


"Tidak.. Brenda hanya ingin aku bergabung untuk makan malam bersama mereka.." ucap Kai.


" Apa maksudnya ?" tanya Ayah Kai.


"Aku akan tahu setelah aku sampai disana.." ucap Kai.


"Berhati hatilah nak... " ucap Ayah Kai.


"Tentu ayah, aku berangkat.." ucap Kai


******


Rumah Brenda...


"Sayang... Kai akan datang, kita tunggu sebentar ya.." ucap Frisya


Mami merasa terganggu...


"Bren, bisa kamu ikut mami sebentar ?" tanya Mami


"Ada apa mami ?" tanya Brenda di dapur.


"Ada apa antara kamu dan Kai ? Ini acara kamu dan Frisya bagaimana bisa Kamu meminta dia datang ? jangan main main kamu ya.." ucap mami tegas.


"Dia hanya adik Frisya mi... Mami tahu sendiri kan jika Frisya itu overprotective pada ku terhadap semua pria, tapi tidak dengan Kai, itu artinya Mas Frisya sangat percaya pada Kai yang tidak akan melakukan hal yang akan merugikan mas Frisya." Ucap Brenda ngotot.


"Terserah kamu, pokoknya mami udah ngingetin." ucap Mami.


*****

__ADS_1


__ADS_2