
"Bren, boleh aku tahu siapa calon suami mu ?" tanya Kai.
"Dia pemilik Perusahaan Boom&Food..." ucap Brenda
"Oh !! Frisya maksud mu ?" tanya Kai
"Apakah kamu mengenalnya ?" tanya Brenda
"Hm... kurasa begitu.." ucap Kai
"Apakah jika aku memintanya dia akan memberikannya pada ku ?" pikir Kai
"Hai, mengapa melamun ? " tanya Brenda
"Apa ada yang kamu inginkan ?" tanya Kai
Tiba tiba Brenda merangkul lengan tangan Kai.
"Kai, sebenarnya aku sudah lelah dengan semua ini... aku ingin segera menikah.." ucap Brenda
Deg !!
( wajah memerah )
"Apa kau baru saja mengajak ku menikah ?" tanya Kai.
Mata mereka berdua saling bertemu...
"Haha, kau ini teman ku, mana mungkin aku akan menikah dengan mu.." ucap Brenda cekikikan.
"Haaah ~~ apa ini? dia bahkan tertawa setelah membuat jantung ku berdebar kencang." ucap Kai dalam hati.
"Apakah kau benar benar menyukai Frisya ?" tanya Kai
Brenda mengangguk.
"Apa yang membuat mu menyukainya ?" tanya Kai
"Aku haus, apa kau tidak punya minuman ?" tanya Brenda
"Tunggu, aku memiliki beberapa minuman bersoda." ucap Kai
Glek...
Glekk...
Glekk...
"Aahh... " ucap Brenda.
__ADS_1
Kai mendadak merasa merinding melihat Brenda yang sedang minum.
"Bagaimana bisa dia terlihat sangat seksi.." ucap Kai dalam hati
"Kai ?? kapan kau akan pulang ke negara mu ?" tanya Brenda
"Apa kau ingin aku untuk segera pergi ?" tanya Kai
"Bukan seperti itu, aku hanya takut, disaat aku nyaman memiliki teman seperti mu, aku malah harus kehilangan mu.." ucap Brenda
" 3 anggota Boy band ku akan menjalani wamil di tahun ini, jadi kami tidak akan bisa melakukan apapun tanpa mereka dan harus vakum sementara waktu." ucap Kai.
"Baguslah... ohya, kau tinggal dimana ? apa di hotel ?" tanya Brenda
"Ah, kau bahkan baru sekarang menanyakan hal itu.." ucap Kai
"Ah, jangan marah... masih banyak waktu, aku juga masih ingin tahu banyak tentang dirimu.." ucap Brenda
Kai menatap Brenda dengan teliti, mentap setiap jengkal wajahnya yang cantik.
"Brenda..." ucap Kai
"Iya.. haii mengapa harus menatap ku seperti itu.. membuat ku malu saja.." ucap Brenda
"Apakah kamu salh satu fans grup band kami ?" tanya Kai
"Maafkan aku Kai, tapi aku sungguh tidak pernah memiliki waktu untuk menyukai hal hal seperti itu." ucap Brenda
"Heii.. wajah mu itu sangat cantik, bagaimana bisa aku menyukai mu, bisa bisa aku akan kesal karena selalu merasa dikalahkan oleh mu.. haha " ucap Brenda enteng.
"Hai, aku laki laki Bren... kami menggunakan make up hanya demi menunjang penampilan kami, di atas panggung dan pada dasarnya kami memang diberi ketampanan diatas rata rata." ucap Kai sedikit kesal dengan ucapan Brenda.
"Aduduh... iya iya Kai, aku hanya ingin bercanda dengan mu, sini sini.." ucap Brenda sambil menarik lengan Kai hingga kepalanya tepat berada di dada Brenda.
Brenda memeluk kepala Kai seraya menepuk nepuk pundak Kai.
"Ya Tuhannn !!!! Apa ini... Aroma harum ini.. tolongg !!! " ucap Kau dalam hati menahan gejolak dalam dirinya.
"Ini gila... @$"&+!;$;@72;+ :-) ¿£©£®<~® ¡ ©£" pikir Kai.
Brenda melepaskan pelukannya dengan masih tertawa melihat tingkah Kai yang mendadak kebakaran jenggot.
"Kai, apakah kau mau bertemu dengan mas Frisya ?" tanya Brenda
"Mengapa aku harus bertemu dengannya ?" tanya Kai
"Aku memiliki komitmen untuk tidak berbohong apapun padanya, jadi karena kau teman ku, aku ingin kau juga mengenalnya sehingga saat kita bertemu, aku tidak perlu menyembunyikan apapun darinya.." ucap Brenda menjelaskan.
"Baiklah, aku akan senang jika harus bertemu dengannya.." ucap Kai
__ADS_1
"Kau sungguh sungguh ? Aku senang kau jadi teman ku, aku harap ini akan terus berlanjut.." ucap Brenda
"Bagaimana bisa gadis seperti mu tidak memiliki teman ? dimana teman teman mu ?" tanya Kai
"Aku, adalah seorang yang memiliki keinginan yang kuat, Sejak masih muda aku hanya memikirkan karir ku, bukan cinta, ini membuat ku terlambat menyadari jika aku juga butuh teman, agar hidup ku seimbang. " ucap Brenda
"Aku senang bisa jadi teman mu... tapi, ingatlah suatu hari saat dunia mu mendung, awan hitam menggulung di langit mu, dan angin menerpa mu kesana kemari, carilah aku, akan aku hilangkan semuanya untuk mu, aku berjanji.." ucap Kai
"Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu sekarang.. mengapa kita baru bertemu sekarang.. " ucap Brenda.
"Kenapa ?" tanya Brenda
"Andai kita bertemu dulu, pasti aku tidak akan pernah jadi gila... " ucap Brenda sambil menangis.
"Gila seperti apa ?" tanya Kai
Brenda menceritakan sekilas tentang masa lalunya dengan Gun Woo dan masa sulitnya, hingga dia mengalami gangguan Kepribadian.
"Ba Bagaimana bisa kamu mengalami kepribadian ganda ? dengan sekali saja kamu mengalaminya ?" tanya Kai
"Maksud kamu Kai ?" tanya Brenda
"Aku dulu juga pernah kuliah di bidang itu, sepengetahuan ku, orang yang mengalami kepribadian ganda, itu biasanya dikarenakan rasa trauma yang terjadi berulang ulang kali dan mereka mengalaminya saat mereka masih kecil." ucap Kai
Brenda berpikir keras...
"Apa kau pernah mengalami trauma kehilangan saat masih kecil Brenda ?" tanya Kai
"Aku rasa tidak... " ucap Brenda
"Terkadang mereka melupakan kejadian kejadian itu karena otak mereka tidak mampu menerima kenyataan tersebut." ucap Kai
"Tapi Kak Juve dia tidak mengatakan hal seperti itu pada ku..." ucap Brenda
"Bisa jadi dia mengatakannya hanya pada wali mu, karena takut keadaan mu memburuk.." ucap Kai
"Membayangkannya saja aku sudah takut.." ucap Brenda
"Jangan panik, itu hanya akan membuat mu depresi... kendalikan dirimu.." ucap Kai
"Ambil nafas panjang, jangan biarkan dirimu kembali dikuasainya.. katakan pada dirimu, kau sanggup untuk mendengar dan melihat kenyataan, apapun itu.. kamu lebih kuat dari apapun yang terjadi.." ucapan Kai membuat Brenda menjadi lebih baik.
"Aku tidak menyangka mendapatkan teman hebat seperti dirimu Kai, terimakasih.." ucap Brenda sambil memeluk Kai erat.
"Astaga, dia melakukannya lagi.." ucap Kai dalam hati.
"Baiklah Brenda besok kita bertemu lagi, aku merasa ini sudah cukup larut, ayo biar kuantar kau pulang.." ucap Kai
"Kau benar terimakasih..." ucap Brenda saat Kai membukakan pintu mobil untuknya.
__ADS_1
******\*