
Mereka bertiga berangkat menuju restoran terdekat.
"Kalian mau makan apa ?" Tanya Brenda .
"Aku ingin makan sup dan iga." Ucap Hakim bersemangat.
"Bagaimana denganmu Juve ?" Tanya Brenda sambil memperhatikan Juve yang sibuk memilih makanan di buku menu.
"Ahh, aku ingin makan sop buntut dan ikan patin saja." Ucap Juve tak kalah semangatnya.
Beberapa saat kemudian makanan yang mereka pesan datang.
"Makanlah yang banyak, aku merasa sedih melihat kalian dengan tubuh sekurus ini..." Ucap Brenda sendu.
"Hai, mengapa selalu memperhatikan orang lain ? Makan saja milikmu sendiri." goda Hakim.
"Benar, bahkan yang kau alami juga tidak lebih ringan dari kami." Ucap Juve sedih.
"Andai aku diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku ingin hidup kembali dan menikah dengan salah seorang dari kalian saja." Ucap Brenda lirih.
"Maka menikahlah denganku saja, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu." Ucap Juve.
"Bagaimana bisa, Brenda jelas jelas lebih menyukai ku jadi dia harusnya menikah dengan ku..." Balas Hakim.
"Oow, kau bilang kita bersaudara... Bukankah seharusnya kau mengalah padaku ?" Balas Juve mau kalah dengan nada tinggi.
Brenda mulai jengah dengan apa yang mereka bicarakan.
"Diamlah kalian berdua..." Ucap Brenda sambil memasukkan makanan ke mulut mereka berdua.
Beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan makannya dan segera pergi.
"Baiklah kakak kakak ku yang tampan, kemana kita akan pergi sekarang ?" Tanya Brenda sambil merangkul kedua sahabatnya.
"Nonton film yuk, atau ketempat hiburan." Ide Juve.
"Benar kau pasti rindu masa kecil mu kan ?" Goda Hakim.
__ADS_1
"Hahaha, jika kau sudah mengerti ayo lekas berangkat." Ucap Juve.
"Baiklah, mari habiskan sisa hari ini dengan bersenang-senang hingga kita lelah." Ucap Brenda sambil menarik kedua pria itu.
Beberapa saat kemudian mereka berangkat menonton sebuah film romantis komedi. Mereka tertawa, bersedih dan bergembira bersama.
"Dasar bodoh, seharusnya pria itu melakukan dengan cara yang lebih manis." Celetuk Juve.
"Benar, bagaimana bisa dia melakukannya tanpa pemanasan terlebih dahulu seperti itu, memangnya wanitanya kuda wkwk." Tawa mereka bersambut dengan tawa Brenda.
"Aku pikir itu hanya terjadi di film, memang konyol tapi berakhir dengan happy ending." Ucap Brenda sambil merebahkan tubuhnya .
"Hahh, mengapa CEO cantik seperti mu tidak bisa bahagia dengan mudah ?" Ucap Hakim, menyusul merebahkan tubuhnya disamping Brenda.
"Tapi yang paling membuat ku bingung, bagaimana bisa ada cinta seperti itu, aku pikir dia harus mulai berkonsultasi dengan dokter seperti ku." Ucap Juve.
"Sudahlah, jangan mengatakan hal buruk tentang Frisya. Sebentar lagi dia akan segera keluar.." Ucap Brenda.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan Brenda ?" Tanya Hakim.
"Aku akan membuatnya kembali menjadi milik ku." Ucap Brenda sambil tersenyum.
"Apa kau sudah tidak ingin bertemu dengan kami lagi ?" Keluh Hakim.
"Benar, dia itu overprotektif padamu, bagaimana bisa kau kembali dengannya, kau tidak akan bahagia." Lanjut Juve.
"Aah, percayalah padaku kali ini... Apa kalian tidak kasihan padaku, aku bahkan belum memulai apapun dengannya." Ucap Brenda sedih.
"Maksud mu ?" Tanya Hakim dan Juve saling bertatapan dan menahan tawa.
"Aku masih gadis.." Ucap Brenda malu malu.
"Masih Gadissss ??" Ucap Juve dan Hakim bersamaan.
Hahahha wkwk....
( Tertawa sampai terguling guling )
__ADS_1
"Mengapa kalian tertawa seperti itu... huhuhu..." Ucap Brenda sambil meruncingkan bibirnya.
"Apa saja yang kalian lakukan selama bersama selama ini ?" Ucap Juve.
"Apa kalian hanya cukup dengan berciuman ?" Sahut Hakim disambut gelak tawanya.
"Yaa, mau bagaimana lagi, saat akan melakukannya, malah terjadi sesuatu." Ucap Brenda sambil menunduk.
"Kapan masa tahanannya akan habis ?" Tanya Juve.
" Kira kira minggu depan." Ucap Brenda.
"Kau sudah memiliki rencana ?" Tanya Hakim.
"Entahlah, aku pikir temannya yang akan membantuku, dia sudah berbohong." Ucap Brenda sedih.
"Jangan bersedih masih ada kami, kami akan membantu mu.." Ucap Hakim menenangkan Brenda.
"Sungguh ? Bukankah kalian begitu takut pada Frisya ?" Tanya Brenda.
"Apa daya kami, kami tidak mungkin membiarkan mu sedih sendiri." Ucap Juve memegang tangan Brenda.
"Kalian memang andalan hahaha..." Ucap Brenda sambil memeluk kedua sahabatnya itu.
"Aku berjanji, saat aku sudah kembali padanya... Aku akan segera membuatkan kalian banyak keponakan yang cantik dan tanpan.." Ucal Brenda.
"Ah, aku menyukai semangat mu Bren.." Ucap Hakim dan Juve.
Beberapa saat kemudian mereka mengantar Brenda pulang.
"Apakah kita akan bertemu lagi besok ? Aku masih merindukan kalian." Ucap Brenda memelas.
"Tentu saja, kita akan bertemu hingga kau kembali dengan pria idaman mu itu." Jelas Hakim.
"Apa aku benar ?" Ucap Hakim pada Juve.
"Tentu saja, kita akan menjadi mak comblang untuk mereka." Ucap Juve.
__ADS_1
"Terimakasih, aku sangat menyayangi kalian.." ucap Brenda senang.