Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kai


__ADS_3

"Astaga wanita ini menertawakan aku !!!" pekik Kai.


Brenda masih tertawa melihat tingkah Kai.


"Asal kau tahu ya, aku tidak hanya menari tapi aku juga bernyanyi.. " ucap Kai .


"Apa itu hobi mu ?" tanya Brenda


"Benar, lagi pula apa kau tidak tahu seberapa populer Boy band kami ? " tanya Kai.


"Hm... aku akan mulai mencari tahu, haha " ucap Brenda


"Astaga gadis ini tidak takut sama sekali.. " ucap Kai.


Sampailah mereka di bawah pohon besar.


"Brenda aku ingin memastikan sesuatu.. " ucap Kai.


"Apa ?" tanya Brenda


"Apa kau benar benar menyukai Kak Frisya ? apa kau tidak menyukai ku ?" tanya Kai.


" Iya, aku menyukainya dan sudah memilihnya menjadi suami ku... " ucap Brenda


"Apa kau tidak memiliki perasaan apapun padaku ?" tanya Kai.


"Aku rasa aku pernah memilikinya, tapi jika begini terus aku tidak akan pernah menikah " ucap Brenda sambil menunduk.


"Menikah ? jadi kau seperti ini karena ingin segera menikah ?" tanya Kai keheranan.


"Hai, umurku tidak muda lagi Kai.." kesal Brenda.


"Benarkah ?" tanya Kai.


Brenda mengangguk .


"Aku berharap semoga aku bisa segera menikah, aku merasa cukup malu untuk berpacaran di usia ku.. " ucap Brenda


"Tapi kau masih terlihat sangat cantik Brenda.. " ucap Kai.


"Cantik jika jadi perawan tua untuk apa ??" tanya Brenda


"Kau bahkan masih perawan Bren ?" tanya Kai bar bar.


"Astaga... Kaaaaaiiii !!!! " teriak Brenda sambil memukul lembut kepala Kai.


Kai terkekeh.


"Apa Frisya tahu ?" tanya Kai.


"Tentu saja, Frisya sudah bersama dengan ku sejak lama.. " ucap Brenda


"Beruntung sekali, mendapatkan mu dengan keadaan masih orisinil, hahaha " ucap Kai.


"Kau pikir aku apaa ???" tanya Brenda sambil kembali memukuli kepala Kai lembut.


"Hai, sakit.. apa kau tidak tahu bagi seorang Idol rambut dan wajahnya adalah investasi.. " ucap Kai.

__ADS_1


"Haha, itu bukan investasi tapi inventaris " Brenda terkekeh


Tiba tiba mendung datang, dan hujan langsung turun dengan derasnya.


"Astaga, kemarilah " Berlindung di bawah pohon.


"Kai, aku takut... bagaimana jika pohonnya roboh.. " tanya Brenda


Kai melepas mantelnya dan menutupinya dan Brenda kemudian mereka berlari untuk pulang kerumah Brenda.


"Kalian darimana saja ?" tanya Mami,


"Kami dari taman dan berjalan jalan sebentar malah tiba tiba hujan deras seperti ini.." ucap Brenda


"Kai mandilah dan segera berganti pakaian, kau akan sakit jika terus memakai itu.. " ucap Brenda.


Kai langsung pergi mandi dan berpakaian yang di siapkan Brenda dan keluar kamar.


"Kau sudah seleaai Kai ??" tanya Brenda .


" Iya, kau sedang apa ? " tanya Kai.


"Sedang menyiapkan ini untuk mu.. Nah, sekarang kau bisa memakainya... " ucap Brenda sambil menunjukkan sesuatu pada Kai.


****



****


"Maksud mu apa Brenda ?" tanya Kai.


"Haha, kau benar sekali... Tapi kali ini aku hanya perlu memakai tint saja agar tidak terlihat pucat, tidak berlebihan seperti ini " ucap Kai


"Wah... menarik, apa mas Frisya mau ya.. " ucap Brenda


"Hahaha, jangan berharap banyak pada kakak ku, dia tidak akan mau.. " ucap Kai.


Hujan pun mereda..


Suara Handphone Kai berdering.


"Ya Suho ada apa ?" tanya Kai.


"Ah, begitu ya..." ucap Kai.


"Aku akan segera pulang.. " ucap Kai sambil mematikan teleponnya.


"Kau akan pulang secepat ini ?" tanya Brenda


"Iya, mereka bilang ada kontrak baru.. " ucap Kai.


"Baiklah tuan Idol, berhati hatilah saat pulang atau aku akan mengkhawatirkan mu.. " ucap Brenda


"Astaga wanita ini.. " ucap Kai.


Brenda tersenyum.

__ADS_1


" Aku mengkhawatirkan mu karena kau adalah teman ku... " ucap Brenda.


" Ya, baiklah.. aku pulang dulu, dimana mami mu Bren ?" tanya Kai.


"Mungkin sedang keluar, sudahlah nanti biar aku bilang kau harus segera pulang.. " ucap Brenda


"Baiklah.. aku pulang dulu, jaga dirimu baik baik.. akan ku bantu Frisya.. " ucap Kai..


"Terimakasih, maaf jika aku menyakiti hati mu. " ucap Brenda sambil memegang erat tangan Kai.


" Aku rasa membuat orang salah paham adalah keahlian mu ..." ucap Kai...


"Idih apaan sih.. " ucap Brenda


"Baiklah, aku pergi dulu... Bye Brenda... " ucap Kai.


"Bye Kai.. " ucap Brenda sambil melambaikan tangannya.


*****


Beberapa jam kemudian Kai sampai di apartemen mewah milik ayahnya.


"Kau datang nak... " ucap Ayah Kai.


"Iya, Ayah... apa ayah melakukan sesuatu pada Frisya ?" tanya Kai.


"Bagaimana kau tahu ?" tanya Ayah Kai.


"Ayah, mengapa ayah melakukan itu ?" tanya Kai


" Ah, ayah hanya ingin mengambil kesempatan saja.. " ucap Ayah Kai


"Jangan berbohong.. " ucap Kai.


"Hahaha, kau memang anak ayah.. " ucap Ayah Kai


"Ayah tahu, karena ulah ayah... Brenda dan Frisya tidak bisa menikah.." ucap Kai.


"Ah, bukankah itu bagus " ucap Ayah Kai


"Jadi apa yang ayah tawarkan padanya ?" tanya Kai.


"Tidak ada... Ayah hanya meminta dia untuk melepaskan Brenda atau perusahaan yang selama ini dia bangun.. " ucap Ayah Kai


"Ayah... itu sungguh memalukan... " ucap Kai.


"Menikung kekasih kakak mu bukan masalah yang besar, lagi pula dia juga bukan kakak kandung mu" tanya Ayah Kai


"Tidak Ayah itu memalukan, lalu nanti bagaimana pandangan Brenda pada Kai dan lagi pula Kai juga sudah memastikan perasaan Brenda langsung pada Kai.." ucap Kai.


"Jadi begitu... " ucap Ayah Kai melihat wajah anaknya sungguh sungguh.


"Baiklah kalau begitu, ayah akan berhenti " ucap Ayah Kai.


"Ayah bersungguh sungguh ?" tanya Kai.


"Iya, jika itu memang permintaan anak ayah, ayah bisa apa ? " tanya Ayah Kai.

__ADS_1


"Terimakasih ayah, dengan begitu Brenda dan mas Frisya akan segera menikah.. " ucap Kai.


********


__ADS_2