Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
the..


__ADS_3

" Apa seseorang itu sangat berarti untuk mu Brenda ?" tanya Kai


"Mengapa kau ingin tahu.. " ucap Brenda


"Ya... karena aku pikir wanita seperti mu sebelum menikah pasti tidak akan pernah sungguh sungguh menjalin hubungan.. " ucap Kai..


"Hai, aku pernah hampir menikah yaa.. jangan lupakan itu... " ucap Brenda


"Sudah, jangan membahas ku... katakan bagaimana keadaan mu.. apa kau benar benar akan mundur dari grup mu ?" tanya Brenda


"Tadinya seperti itu, tapi.. aku tidak tega melihat teman teman ku, mereka orang orang baik... " ucap Kai.


"Ow, seperti itu... " ucap Brenda


"Apa kau sudah makan ? aku memasak makanan kesukaan mu. " ucap Brenda


" Benarkah ?" tanya Kai


" Sungguh ayo kemari.. " ucap Brenda


Kai makan dengan lahap.


" Dalam hal memasak ini kau terbaik Brend.. " ucap Kai sambil melirik Brenda dengan tatapan berbeda.


"Haii... aku bukan fans mu, tolong berhenti menatap ku seperti itu.. " ucap Brenda


"Apa kau tidak terpesona dengan tatapan ku... " ucap Kai..


"Pppfffttt... ( kaget ) mungkin itu akan terkadi jika aku bukan istri kakak mu.. " ucap Brenda.


Deg !!


" Ngomong apaan sih Bren... " ucap Brenda sambil menutupi mulutnya.


"Hahaha... aku bahkan berharap kau tidak pernah bertemu dengan kakak ku.. " ucap Kai.


"Haii... jangan berlebihan seperti itu.. " ucap Brenda


"Kau membuat ku sangat ri.... " ucapan Kai terpotong karena suara handphone berdering.


"Maaf, aku harus mengangkat telepon ini.. " ucap Kai sambil menjauh.


"Mengapa haru ini semua orang menjauh saat bertelepon, biasanya tidak seperti itu.. " ucap Brenda sambil memperhatikan Kai.


Beberapa saat kemudian, Kai menatap ke arah Brenda, kemudian mengangguk.


Beberapa saat kemudian Kai kembali pada Brenda di ruang makan.


"Apa ada yang tidak beres ?" tanya Brenda


"Entahlah, aku tidak yakin... semoga tidak terjadi apa apa.. " ucap Kai.


"Apa ada yang ingin kau lakukan hari ini Brenda... " ucap Kai.


"Tentuu... " ucap Brenda


"Apa ?" tanya Kai


Brenda tersenyum, Kai mengerti...

__ADS_1


"Kau bahkan menggoda hanya dengan tersenyum manis seperti itu.. " ucap Kai.


"Hahah... kau menakuti ku.. " ucap Brenda datar.


"Baiklah ayo pergi.. " ucap Kai.


Beberapa saat kemudian.


"Disebelah mana ? " tanya Kai


" Itu, di dekat komedi putar.. " ucap Brenda


" Ah, kau bahkan hafal... kau benar benar seperti anak kecil, hahahah.. " ucap Kai sambil tertawa.


"Ahh... aku hanya melakukan ini saat bersama dengan mu saja.. mas Frisya dia terlalu kaku melakukan hal kekanakan seperti ini.. " ucap Brenda sambil menggandeng tangan Kai.


"Haah... bagaimana bisa kau menggandeng tangan ku dengan nyaman seperti ini, apa kau tidak merasakan sesuatu pada ku... " ucap Kai dalam hati sambil menatap Brenda yang sedang asik berbicara sambil menunjuk kesana kemari dan tertawa.


Beberapa saat kemudian...


"Ah, baiklah... ini rasa kesukaan mu.. " ucap Brenda.


"Kau masih ingat Kai ??" tanya Brenda


"Tentu.. masih tetap dengan Ice cream Rose.. " haha ucap Kai senang dengan manjanya Brenda.


"Apa kau mau mencoba rasa yang sama ?" tanya Brenda


" Rasa yang sama ?" tanya Kai.


"Iya... " ucap Brenda


" Rasa apa ?" tanya Brenda


" Rasa dimana sampai hari ini aku masih menyukai mu... " ucap Kai sambil menatap Brenda dengan tajam.


"Oh Astaga .. Kau sungguh sungguh membuat jantung ku berdebar kencang Kai... " ucap Brenda


" Benarkah ?" tanya Kai


"Itu artinya kau baru saja merasakan rasa yang sama dengan ku.. " ucap Kai.


"Ahh.. berhentilah menggoda ku... dann nikmati ice cream Rose mu ini... " ucap Brenda.


Kai tersenyum..


****



*****


Beberapa saat kemudian....


Suara Handphone Kai kembali berdering...


Kai masih tersenyum pada Brenda.


" tunggulah sebentar... " ucap Kai.

__ADS_1


Brenda mengangguk.


" Katakan... " ucap Kai.


" Tuan, aku mengikutinya sampai di gedung kosong yang cukup jauh dari kota, disana aku melihat seorang wanita duduk dengan mata mulut dan tangannya semuanya terikat. " ucap Asisten Kai, Wang ryu.


"Lalu, apa yang terjadi ?" tanya Kai


" Frisya, meminta beberapa pria untuk menamparnya secara bergantian... sungguh sangat memilukan, saya sudah mengirim lokasinya pada anda.. " ucap Wang ryu.


"Apa ada hubungannya dengan kematian ayah ?" tanya Kai


" Tidak tuan... Entahlah aku tidak yakin.. " ucap Wang ryu.


Tiba tiba...


"Hoeee !! sedang apa kau disini !! siapa kau !! apa kau penyusup ?" tanya seseorang dengan suara yang cukup keras.


"Sudah bawa saja pada bos, mungkin dia kekasih wanita itu.. " ucap seseorang lagi.


Kai mendengar itu matanya terbelalak.


Bukk !!


Bukk !


Buk !!


Suara Wang ryu dihajar oleh orang orang Frisya.


Kai segera mematikan handphonenya dan segera kembali pada Brenda dengan wajah khawatir dan panik.


"Kai, apa yang terjadi ?" tanya Brenda


"Ah, ntah.. aahh... ( Bingung ) sudah ayo ikutlah dengan ku... " ucap Kai sambil menarik tangan Brenda.


"Hai kemana kita akan pergi ?" tanya Brenda.


Kai yang hendak menyetir mobil terhenti dan melihat kearah Brenda dan mendekat.


"Oh, astaga Kai... apa yang akan kau lakukan... berhenti... " ucap Brenda melihat Kai semakin mendekat padanya.


Ceklik.


"Haah... " ucap Brenda


"Apa kau pikir aku akan mencium mu ?" tanya Kai


Brenda cemberut.


"Aku akan mengebut jika kau tidak memakai sabuk dengan benar, akan berbahaya... " ucap Kai.


Kai mulai melajukan mobilnya. Beberapa saat kemudian Kai melirik Brenda. Brenda masih terdiam cemberut.


"Hai.. apa kau benar benar ingin ku cium ?" tanya Kai


" Tenang saja, aku tidak akan mencium mu... sekarang, tapi nanti.. hahahah " ucap Kai.


Brenda menatap sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2