Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Hidup Baru


__ADS_3

Dua minggu kemudian Brenda dan Frisya resmi bercerai. Brenda mulai menjalani hari harinya seperti sediakala.


Pagi ini, Brenda bangun pukul 6 pagi.


" Selamat pagi bik Sari ?" sapa Brenda.


"Pagi nona Brenda, apa tidur anda nyeyak nona ?" ucap bik Sari


"Ya, sedikit... Aku harus bertemu beberapa klien hari ini.. " ucap Brenda


Bik Sari merasa senang karena nonanya menjadi terlihat lebih bahagia dan segar.


Setelah sarapan pagi Brenda segera berangkat ke perusahaan Hoki Grup.


"Aku pergi dulu ya bik.. " Ucap Brenda


"Hati hati nona..." Sahut bik Sari.


Brenda memacu mobilnya dengan kecepatan sedang dia ingin menikmati hari ini. 45 menit kemudian brenda sampai di perusahaan Hoki Grup.


Semua pegawai berjejer menyambutnya.


"Selamat datang nona Brenda, semoga hari anda menyenangkan hari ini.." ucap para pegawai bersamaan.


" Terimakasih sudah menyambut ku, silahkan kembali pada pekerjaan kalian... " ucap Brenda


"Nona Brenda, hari ini ada meeting penting dengan Ashlan Grup. " ucap Meta.


" Bawa keruangan ku berkas berkas yang kita perlukan.. " ucap Brenda.


"Baik nona Brenda, Oh iya anda mendapatkan kiriman bunga.. " ucap Meta.


"Dari siapa ?" tanya Brenda


" Tuan Kai " ucap Meta


"Ah, iya terimakasih... " ucap Brenda.


"Oh astaga, apa ini... mengapa aku merasa senang, hahaha rasanya seperti saat aku belum pernah menikah.." ucap Brenda.


Tiba tiba notice pesan masuk.


" Brenda, 2 minggu lagi tepatnya hari Sabtu akan berlangsung sidang akhir kasus Frisya, apakah kau akan datang ?" Rama.


Brenda tersentak kaget.


"Apakah aku boleh masuk dan melihat persidangan itu ?" Brenda


" Tentu saja, aku akan mengaturnya " Rama


"Aku akan datang, pukul berapa sidangnya dimulai ?" Brenda.


"2 minggu lagi hari sabtu pukul 10 pagi, Pastikan jangan terlambat.. " Rama.


Brenda sangat senang mendengar berita ini, hatinya berbunga-bunga.


Tiba tiba seseorang dengan senyuman manisnya, berdiri melipat tangannya sambil bersandar di pintu menyapanya.

__ADS_1


"Kau terlihat seperti Abg yang sedang jatuh cinta Brend... " ucap Kai .


" Kai.... " Brenda berseru sambil memeluk Kai.


Kai terkejut.


"Hai apa yang terjadi ? " tanya Kai.


" Tidak ada yang terjadi, aku hanya senang melihat mu ada disini, oh oya Kai... Terimakasih atas bunga yang kau kirimkan tadi pagi, aku menyukainya.." ucap Brenda.


"Senang melihat mu kembali bersemangat setelah sekian lama hidup seperti zombie.. " ucap Kai.


"Haha, kau tahu manusia hidup harus dengan vitamin C kalo tidak, pasti akan seperti zombie ." ucap Brenda


"Oh, kamu kekurangan vitamin C jadi seperti itu ?" tanya Kai.


" Vit C Kai... Vit Cinta hahah... " ucap Brenda sambil menepuk pundak Kai lembut .


"Oh astaga wanita ini... " Kai ikut tertawa.


"Apa kau akan meeting hari ini ?" tanya Kai.


" Tentu, aku ada jadwal meeting setelah makan siang, apa kau akan makan siang dengan ku ?" tanya Brenda.


"Jika kau memperbolehkannya, aku tidak akan merasa keberatan.." ucap Kai.


"Baiklah, masih ada 3 jam sebelum makan siang, Kita jalan jalan dulu yuk sebentar.." ucap Brenda.


"Baiklah... " Kai melihat Brenda bersemangat menjadi senang karena ini adalah progres yang baik setelah perceraiannya dengan Frisya.


Kai dan Brenda pergi ke suatu Bazar dimana disana sedang diadakan Bazar makanan dan berbagai macam produk dan wahana permainan.


"Kau benar, ayo kesana..." ucap Brenda sambil menarik tangan Kai.


Kai terkesan melihat Brenda yang sangat manis dan riang saat dia menarik tangannya dengan lembut.


Deg !


Deg !


"Oh jantung ku, mengapa berdetak begitu kencang, ku mohon... jangan sampai Brenda mendengarnya. " Ucap Kai yang sudah bermandikan keringat dingin.


Sampai di stand penjual ice cream.


"Kai, kau ingin pesan rasa apa ?" tanya Brenda.


"Vanila saja, apa kau masih tetap dengan rasa rose ?" tanya Kai.


"Ah, pak ice cream jumbo rasa Vanila 1, dan rasa lemon nipis 1 ya... " ucap Brenda


"Lemon nipis ? Diihh... " Ucap Kai .


"Yee, mencoba rasa baru juga perlu Kai... " ucap Brenda.


Beberapa saat kemudian, ice cream mereka mulai mereka nikmati.


"Nyum Nyum Nyum Nyum nyummy... hahahha.. " Brenda gak jelas.

__ADS_1


"Nyanyi ? haha " ucap Kai geli sendiri.


"Mengapa kau tertawa seperti itu, apa suara ku seburuk itu.. " ucap Brenda.


"Tidak, kau tiba tiba saja melakukannya aku terkejut kau terlihat sangat berbeda.. " ucap Kai.


"Hm, tentu saja.. aku sedang mencoba untuk hidup lebih baik dari pada dulu.. " ucap Brenda.


"Aku ikut bahagia dengan perubahan mu.. " ucap Kai.


"Kai lihat disana ada komedi putar putri... " ucap Brenda seru .


"Itu hanya komedi putar biasa Bren, mana ada putrinya ?" tanya Kai.


"Ada dong... " ucap Brenda serius.


"Mana ? Kamu ? Hahaha... " ucap Kai.


"Iya dong, udah yuk naik... " seru Brenda.


Beberapa saat kemudian Brenda dan Kai naik Komedi putar dengan riangnya.


" Hahaha, Kai kau terlihat sangat bahagia... " ucap Brenda


"Benarkah ?" sahut Kai.


Brenda mengangguk...


"Iya, aku rasa itu karena ada kau disamping ku... " ucap kai kelepasan bicara.


Deg !


"Apa yang baru saja dia katakan" pikir Brenda.


"Kau sangat lucu Kai, mereka benar kau seperti beruang hitam yang lucu hahahah.. " ucap Brenda sambil turun dan berlari meninggalkan Kai yang masih naik komedi putar.


"Kau berani mengatai ku Bren... " Ucap Kai sambil mengejar Brenda.


Beberapa saat kemudian Kai menarik tangan Brenda, mata mereka beradu.


"Bagaimana kau bisa terlihat sangat cantik ?" ucap Kai tanpa sadar.


"Karena aku memang seorang putri yang cantik.." ucap Brenda terkekeh.


Beberapa saat kemudian hujan turun .


Kai melepas jasnya dan menutupi kepalanya dan Brenda agar tidak kebasahan.


"Hai, ini hanya hujan, apa kau takut haha" ucap Brenda Kai semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Brenda mengapa dia bisa terlihat sangat berbeda.


"Hai, kau akan sakit nanti... " ucap Kai penuh perhatian.


"Sudahlah, aku sedang lelah menjadi dewasa Kai, biarkan aku menjadi anak kecil untuk hari ini saja .. " ucap Brenda sambil berlarian kecil diatas rumput rumput yang mulai tergenang air.


Kai melihat Brenda dengan bahagia bisa melihatnya seperti ini. Akhirnya Kai membuka Jas yang menutupi kepalanya.


Kau benar kadang menjadi dewasa cukup melelahkan, mari menjadi anak kecil sejenak.

__ADS_1


Kai mulai mengikuti Brenda dan berlarian di tengah lalu lalang orang orang yang sedang mencari tempat untuk berteduh .


****


__ADS_2