Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Siapa yang memulai ?


__ADS_3

Keesokan harinya...


Brenda berangkat sedikit datang terlambat ke perusahaan Hoki Grup ini menjadi pagi yang menjengkelkan bagi Brenda.


"Mas Frisya... aku akan membuat perhitungan dengan mu... " ucap Brenda.


15 menit kemudian Brenda sampai di Hoki Grup. Brenda segera masuk dan disambut beberapa karyawan .


"Nona Brenda... ada yang menunggu anda dia ada diruangan anda." ucap Meta.


"Siapa ? " tanya Brenda


"Tuan Frisya.." ucap Meta.


"Ah... dia ternyata, baiklah kebetulan aku juga sedang kesal pada dirinya.." ucap Brenda.


Brenda berjalan menuju ruangannya.


"Hai dek... kamu terlambat ya.." ucap Frisya


"Hai, bagaimana bisa kamu ada disini, setelah semalaman kamu membuat ku begadang.." ucap Brenda


"Hahaha, bagaimana lagi... mas mu ini selalu bernafsu saat melihat mu.." ucap Frisya


Brenda menatap Frisya dengan tatapan kesal.


"Kemarilah dek... mas udah kangen.." ucap Frisya


"Astaga... aku benar benar jadi bulan bulanan kemesuman mu mas.." ucap Brenda sambil duduk di samping Frisya.


Frisya mulai kembali menciumi pundak Brenda dan kembali turun pada dada Brenda.


"Mas... apa semalaman masih kurang untuk mu.." ucap Brenda merasa tubuhnya lelah.


"Mungkin setelah mas mendapatkan itu, baru mas akan puas.." ucap Frisya membuat Brenda mendesah.


"Seseorang tolong hentikan dia.." ucap Brenda dalam hati.


Tiba tiba suara handphone berdering..


"Siall ! " ucap Frisya merasa terganggu.


"Cepat katakan jika tidak penting, kau tidak akan selamat." ucap Frisya dingin.


Brenda menatap Frisya dengan ekspresi yang berbeda, ekspresi wajah yang tidak pernah Frisya tunjukan padanya.


Frisya menyadari jika dia diperhatikan oleh Brenda karena cara dan nada bicaranya yang dingin.


Frisya memeluk dan mendekap kepala Brenda dalam lengannya sambil menutup telinga Brenda. Frisya segera menghentikan teleponnya.


"Aku akan segera kembali.." ucap Frisya sambil mencium kening Brenda.


Brenda hanya mengangguk ria.


****


Beberapa hari kemudian...


"Brenda... kamu apa sudah memutuskan gedung mana yang akan kalian pakai ?" tanya Mami.


"Sudah Mi... kami akan memakai gedung milik mas Frisya dan mengundang 150 an tamu undangan." ucap Brenda


"Frisya ? bagaimana apa dia akan segera datang ??" tanya Mami


"Iya, tadi dia bilang sudah ada di jalan.." ucap Brenda


Beberapa saat kemudian Handphone brenda bergetar...


Ddrrtttt... Drrrttt... Drrrttt...

__ADS_1


"Halo.. mas Frisya dimana ?" tanya Brenda


"Sayang, maaf mas kayaknya gak bisa kesana sekarang... ada masalah di pabrik.." ucap Frisya


"Apa itu parah ?" tanya Brenda


"Tidak.. aku yakin saat hari pertunangan kita semuanya akan sudah baik baik saja.." ucap Frisya.


"Aku jadi khawatir..." ucap Brenda


"Kau bahkan selalu bisa membuat ku merasa gemas pada mu.." ucap Frisya


"Dasar mesum.." ucap Brenda


"Ah, dek, mas sudah meminta Kai untuk membantu mu, mungkin sebentar lagi dia akan datang.." ucap Frisya.


Dari kejauhan Brenda melihat Kai berjalan tersenyum dengan menawan sambil melambaikan tangannya.


"Nanti kita bicara lagi mas, hati hati.." ucap Brenda sambil mematikan teleponnya.


"Ada apa ? mengapa Brenda mendadak mematikan teleponnya.." ucap Frisya tidak mengerti.


"Apa Kai sudah datang... entalah.." pikir Frisya.


******


Kai kali ini benar benar tampil berbeda dari biasanya, kali ini dia berdandan seperti saat akan show. membuatnya berkilau di mata Brenda.


"Astaga... kamu artis yaa.." ucap seseorang dari belakang Brenda.


Brenda langsung menatap ke belakang mencari asal suara.


"Mami..." ucap Brenda


"Ah, apa nampak seperti itu ? " tanya Kai pada Mami Brenda.


"Bukankah kamu yang malam iyu makan malam bersama dengan kami ? Astaga... Bagaimana bisa tante tidak menyadari jika kamu setampan ini ?" ucap Mami, yang tidak jauh beda berekspresi saat melihat pria tampan.


Kai hanya menatap Brenda sesekali.


"Apa ayah benar jika aku mungkin harus merebutnya dari Frisya.." ucap Kai sambil balik menggenggam tangan Brenda tanpa melihatnya.


*****


Dalam mobil....


"Brenda... " ucap Kai memulai pembicaraan.


"Ya Kai... " balas Brenda


"Apa kau sangat menyukai Kak Frisya ?" tanya Kai.


"Mengapa kau bertanya seperti itu.." ucap Brenda


"Tidak apa apa, aku hanya bertanya.." ucap Kai.


"Tidak tidak.. ini tidak benar.." ucap Kai dalam hati.


*****


Sampai di gedung ...


Brenda, Kai dan Mami Brenda dibantu dengan bagian penata event saling bekerja keras agar bisa cepat rampung dalam dua hari.


"Bren, mau kopi ?" tanya Kai.


"Tentu... " ucap Brenda


"Tidak diduga.. ternyata secara tidak sadar kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama.." ucap Kai.

__ADS_1


"Hm.. kau benar... semuanya membuat ku bahagia" ucap Brenda .


"Hm, Kai besok datanglah lagi... sepertinya mas Frisya masih sibuk.." ucap Brenda


"Baiklah.. aku siap, pukul 7 aku akan datang kerumah mu..." ucap Kai.


******


Keesokan paginya, waktu menunjukkan pukul 7 pagi, Kai benar benar datang tepat waktu.


"Nona Brenda, tuan Kai sudah datang.." ucap bik Sari.


"Suruh dia naik bik.." ucap Brenda


"Tuan Nona Brenda meminta anda naik ke kamarnya.." ucap bik Sari


"Ke ke kamarnya ?" tanya Kai.


"Iya Tuan... " ucap bik Sari


"Apa tidak masalah ?" tanya Kai.


"Nona Brenda yang memintanya.." ucap bik Sari.


"Baiklah... " ucap Kai sambil berjalan menaiki tangga.


Kai melihat Brenda duduk di meja riasnya, kamar tidur Brenda sangat harum, kamarnya juga sangat rapi dan tertata dengan teliti.


"Hai gadis, apa kau tidak takut meminta seorang lelaki masuk ke dalam kamar mu.." ucap Kai sambil duduk di Ujung tempat tidur Brenda.


Brenda berdiri dari duduknya dan berpindah ke samping Kai.


"Tentu aku takut.." ucap Brenda


"Lalu ? mengapa kau meminta ku kemari.." tanya Kai.


"Mungkin aku akan takut jika itu bukan kau Kai." ucap Brenda


"Memangnya kenapa dengan ku ?" tanya Kai.


"Yaa.. karena aku tidak mengganggap mu sebagai laki laki hahaha.." ucap Brenda


"maksud mu ??" tanya Kai keheranan tidak mengerti.


"Ya.. kita kan teman, dan aku tidak membatasi berteman dengan siapapun, jadi aku sebenarnya tidak benar benar menganggap mu sebagai seorang lelaki ataupun seorang wanita... jadi aku tidak takut membawa mu kemari.." ucap Brenda terang terangan.


"Haaahh.. ~~~~ apa yang gadis ini katakan.. dia tidak benar benar menganggap ku laki laki ataupun perempuan... bukankah itu konyol ??" ucap Kai dalam hati.


"Sini ku beri tahu kau sebenarnya aku ini laki laki atau apa.. " ucap Kai, sepertinya harga dirinya terluka atas ucapan Brenda.


Seketika Kai mendorong dan menjatuhkan Brenda di tempat tidur dan menindihnya.


Kai mencium bibir Brenda dengan lembut, Brenda tidak membalas dan tetap terdiam.


1 detik


2 detik...


5 detik...


Brenda kemudian membalas ciuman Kai dengan lembut. tangan Kai mulai bermain di belakang area tubuh Brenda.


"Apa ini... rasanya sangat manis.." ucap Brenda dalam hati.


"Kai apa yang kau lakukan... hentikan sekarang.. kumohon !!!" teriak hati Kai.


Sayangnya ini terlalu nikmat untuk mereka lepaskan. Tanpa mereka sadari 30 menit berlalu, hingga suara mobil pun tidak mereka indahkan...


Perlahan langkah itu semakin mendekat... mendekat dan....

__ADS_1


********


__ADS_2