
"Tadi Serllyta datang... " ucap Brenda lemas.
"Wanita itu.. " ucap Frisya geram.
"Apa yang dia katakan ? Apa dia menyakiti mu sayang ?" tanya Frisya.
"Entahlah... Aku tidak yakin.. " ucap Brenda ragu ragu.
" Lihat mas mu ini, katakan apa yang terjadi.." ucap Frisya
Menatap Frisya...
" Kau mencintai ku ?" tanya Brenda
" tentu sayang... aku hanya mencintaimu, apa dia mengatakan jika aku mencintai wanita lain ?" tanya Frisya.
Brenda menggeleng...
" Tolong katakan sesuatu, mas mu ini tidak akan mengerti jika kamu tidak mengatakannya.. " ucap Frisya sedih.
Brenda menggenggam tangan Frisya erat, Brenda memberikan alat perekam milik Serllyta.
Frisya langsung pucat seketika .
" Katakan... ini tidak benar... " ucap Brenda menangis sambil menutupi wajahnya.
"Te tentu saja tidak sayang.. benar aku mengatakan hal itu pada Serllyta, tapi aku tidak sungguh sungguh, aku mengatakannya hanya agar dia pergi dan tidak lagi mengganggu ku.. " ucap Frisya kembali berbohong.
"Maafkan aku sayang... aku tidak akan pernah mampu mengatakan sejujurnya... aku terlalu mencintai mu.. " ucap Frisya dalam hati.
"Apa kau mempercayai mas mu ?" tanya Frisya
Brenda mengangguk...
"Aku merasa sangat shock... " ucap Brenda sambil terus menangis.
Frisya memeluk Brenda dengan erat.
"Aku akan membalas semua ini berkali kali lipat, untuk mu wanita ******. Tunggu sebentar lagi. " ucap Frisya dalam hati.
"Aku senang ternyata itu semua bohong... aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika kamu mengakuinya.. " ucap Brenda.
"Sudah ya sayang... sudah berlalu.. " ucap Frisya
Brenda mengangguk.
" Dengarkan mas... Besok Kai pulang, dia tadi menelpon mu, tapi tidak bisa dia jadi khawatir." ucap Frisya
"Benarkah ? Aku senang mendengarnya... Aku akan pergi untuk beristirahat, rasanya tubuh ku lelah.. " ucap Brenda lesu.
"Beristirahatlah... katakan pada mas, jika kamu butuh sesuatu.. " ucap Frisya
__ADS_1
Brenda hanya mengangguk sambil berlalu. Beberapa saat setelah Brenda pergi, Frisya segera menelpon seseorang.
"Cari si ****** Serllyta, amankan dia... aku ingin membuat perhitungan dengannya. " ucap Frisya
Beberapa saat kemudian telpon mati.
***
Keesokan harinya...
Keadaan Brenda sudah membaik, dia menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Sayang... mengapa bangun begitu pagi ?" tanya Frisya
" Iya, aku sudah merasa lebih baik.. " ucap Brenda
" Hari ini kamu terlihat segar.. " ucap Frisya
"Iya mas, aku pikir kamu sudah mengelaknya dan aku percaya padamu... jadi tidak ada alasan untuk ku sedih.. " ucap Brenda
Frisya tersenyum..
" Kamu benar benar bidadari Bren... " ucap Frisya
"Mas terlalu banyak memuji.. " ucap Brenda.
Tiba tiba suara handphone berdering...
"Ah, sayang tunggu sebentar.. ada telepon penting.. " ucap Frisya sambil pergi menjauh dari Brenda.
****
"Bagaimana ? " tanya Frisya
"Tuan maaf kami baru mengabari anda, wanita ini baru saja kami temukan. " ucap orang suruhan Frisya.
"Maksud mu ?" tanya Frisya
" Dia sepertinya sudah tahu jika anda akan memburunya, dia sudah bersembunyi jadi kami sempat kesulitan menemukannya. " ucap orang suruhan Frisya.
" haah... dasar wanita bodoh... " ucap Frisya dingin.
" dia akan kami.bawa ke tempat biasanya bos ?" ucap orang suruhan Frisya.
"Ya.. bawalah kesana, aku akan benar benar bermain hari ini.. haha.. " ucap Frisya sambil tertawa menakutkan.
Brenda melihat itu merasa terikut merinding.
" Apa yang penting, hingga dia tersenyum seperti hendak menerkam mangsanya seperti itu.. " ucap Brenda.
Frisya kembali ke meja makan.
__ADS_1
" Mas berangkat dulu ya sayang... hati hati dirumah, jika dia datang lagi segera hubungi mas.. " ucap Frisya sambil mengedipkan matanya.
"Iya, aku mengerti, berhati hatilah sayang... " ucap Brenda
" tentu.. bye sayang" ucap Frisya sambil melambaikan tangannya.
" Bye mas Frisya.. " ucap Brenda.
****
Brenda menatap bunga mawar di halaman rumahnya.
" Hari ini pria bunga mawar itu akan pulang.." ucap Brenda sambil tersenyum.
"Ah, sejak kapan aku memanggilnya dengan sebutan seperti itu.. " ucap Brenda sambil tersenyum malu.
"Aku akan bersiap sebelum dia datang.. " ucap Brenda sambil memilih pakaian dan berdandan.
"Mas Frisya benar, aku memang cantik seperti bidadari.. hahaha... " ucap Brenda sambil membolak balikkan tubuhnya di depan kaca.
1 jam berlalu Brenda masih menunggu kedatangan adik iparnya itu.
"Apa aku harus menelponnya ?" tanya Brenda pada dirinya sendiri.
"Ah, benar... seharusnya itu aku lakukan sejak tadi.. " ucap Brenda sambil mengambil handphone.
Ttuuutttt..... ttuuuutttttt....
( Suara telepon Brenda )
" Astaga... dia bahkan tidak mengangkat telepon ku... huuuuuhhh... menyebalkan.. " ucap Brenda.
Tiba tiba seseorang dari belakang, memgagetkan Brenda dengan sebuah hadiah bunga cantik.
***
****
"Bunga ini... " ucap Brenda sambil menoleh ke belakang.
" Hai... Apa kau menunggu ku ? " tanya seseorang itu ternyata Kai.
"Kai... kau sudah datang ?" tanya Brenda senang bercampur sedih melihat apa yang dibawa oleh Kai.
"Haii... mengapa terlihat sedih ? " tanya Kai
"Ah, tidak... aku hanya mengingat seseorang pernah memberikan ku ini.. " ucap Brenda.
"Jadi mawar abadi ini membuat mu sedih.. maafkan aku, aku akan menggantinya dengan yang lain... " ucap Kai.
__ADS_1
"Tidak.. tidak perlu.. terimakasih aku suka ini.. " ucap Brenda sambil tersenyum.
****