
********
Hari saat Kai dikeroyok.
Kai POV
*Malam ini aku pulang dari pernikahan wanita yang kucintai dengan seseorang yang bisa dikatakan sebagai seorang kakak ku, entah sejak kapan aku mencintainya, atau ini hanya perasaan ingin memiliki apa yang dimiliki kakak ku..
Hati ku terasa pedih, selama ini aku hidup penuh gemerlap dan hanya bersenang senang, pernah dua kali aku menjalin hubungan dengan wanita, namun mereka datang dan pergi begitu saja, mereka katakan itu yang terbaik demi karir kami*.
Apa artinya karir jika tidak membuat mu bahagia, untuk apa semua gemerlap dunia ini jika hatimu kosong...
Hingga akhirnya aku kembali merasakan jatuh cinta pada wanita yang dicintai Kakak ku. Aku sedih, aku berjalan melewati lorong lorong gelap, kurasa ini sangat cocok menggambarkan bagaimana perasaan ku saat ini.
Namun ada hal yang aku lupa, aku seorang Idol, pakaian ku dan cara berjalan ku pun berbeda dari orang biasanya, mungkin mereka tidak mengenali ku, tapi pasti mereka yakin dari cara ku berpakaian aku memiliki banyak uang, sayangnya aku hanya membawa beberapa uang saat itu.
"Hai, tuan muda... " ucap seorang Preman.
Aku terkejut saat aku berjalan di lorong yang cukup panjang itu ternyata berkumpul beberapa orang, mereka seperti preman. Sedang aku seorang diri.
" Apa yang kalian mau dariku ?" ( Dalam bahasa inggris ) tanya Kai panik karena kalah jumlah.
" ( Tidak mengerti ) Kau bicara apa ? Beri kami sedikit uang... " ucap si preman.
" Mungkin mereka meminta uang " pikir Kai.
" Maaf aku tidak membawa banyak uang " ucap Kai .
"Hanya segini ? wah, cari mati ya.. " ucap si preman.
"Apa kurang " pikir Kai.
Kai melepaskan jam tangannya, dan memberikan pada mereka.
"Apa masih ada yang lain ? ah.. handphone mu boleh juga.. " ucap si preman sambil merampas handphone Kai.
Sontak Kai menolak.
"Jangan, jangan ambil ini... aku bisa memberi kalian apapun tapi jangan ini.. " ucap si preman
"Ngomong apaan sih.. banyak bacot lo.. " ucap si preman.
Bakkk !!!
__ADS_1
Bukk !!#
Bukkk...
Bukk !!!!
Mereka menghajar Kai hingga tidak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian seseorang datang dan membuat para preman itu ketakutan.
Seseorang itu langsung memvideokan keadaan Kai dan mengirimnya pada Frisya.
*******
1 setengah jam saat Frisya dan Brenda menuju hotel.
Suara pesan masuk...
" Tuan, lihatlah video ini... dan katakan apa yang harus saya lakukan ?" **Dio
Dio** adalah salah satu dari puluhan pengawal Frisya yang tersebar di berbagai tempat, namun sayangnya tersembunyi dan yang terkenal hanya Rama.
Frisya melihat pesan itu.
" Apakah Rama mengetahuinya ?" Frisya.
" Bawa dia segera ke rumah sakit dan jangan hubungi siapapun . " Frisya.
" Baik tuan " Dio.
*****
"Mungkin aku bisa sedikit bermain main dengan orang tua itu, haha " ucap Frisya sambil tersenyum senyum sendiri saat berjalan menuju kamarnya bersama Brenda.
"Apa yang mas Frisya pikirkan mengapa tersenyum sendiri ?" tanya Brenda heran.
"Tidak mengapa, aku hanya tersenyum mengingat apa yang akan kita lakukan selanjutnya setelah sampai dikamar, berdua." dia tersenyum menyeringai menggoda.
"Hahaha, apa saja bisa terjadi asal kamu yang memulainya mas." balik Brenda menggoda nya.
******
Kai pun dibawa pergi menuju rumah sakit, saat Kai dalam perawatan Dio segera pergi, Rama dihubungi saat seorang dokter mengenali Kai.
Rama segera berangkat, dan menghubungi Frisya, sayangnya Frisya lupa mematikan handphone nya, sehingga membuat malam pertamanya berantakan.
*******
__ADS_1
Kediaman tuan Kim.
"Wang ryu, apa Kai sudah pulang ?" tanya tuan Kim ayah Kai.
"Belum tuan, saya rasa sebentar lagi.. anda bisa beristirahat dulu nanti saya akan meminta tuan muda untuk menemui anda.. " ucap Wang ryu.
"Perasaan ku tidak enak, aku merasa harus melihat Kai baru perasaan ku akan tenang.. " ucap Ayah Kai
"Baiklah tuan, saya akan menemani anda hingga tuan muda datang.. " ucap Wang ryu.
Tiba tiba...
Drrrt.. Drrrt... ( Suara pesan masuk )
"Lihatlah, apa itu dari Ka ?" tanya Ayah Kai.
"Sebentar tuan " sambil mengambil handphone .
"Maaf tuan ini dari tuan Frisya.. " ucap Wang ryu.
"Anak psiko itu ? Biar aku lihat " ucap ayah Kai langsung mengambil handphone dari Wang ryu.
" Ini hadiah untuk orang tua yang berani bermain api dengan ku " Frisya.
**** Video Kai yang ada dalam keadaan tidak berdaya dengan beberapa luka.
"Apa yang dia lakukan pada Kai ?? Oh, dia pasti sudah gila melakukan ini pada adiknya.. " ucap Ayah Kai sambil memegangi dada sebelah kirinya.
"Tuan, anda baik baik saja ?" tanya wang ryu
"Ah, sakit sekali dada ku.. " keluh ayah Kai.
"Tunggu tuan saya akan ambil obat .." ucap wang ryu.
Beberapa saat kemudian Wang ryu kembali, Terlambat tuan Kim sudah tidak sadarkan diri. Wang ryu memanggil beberapa pengawal untuk membawa tuan Kim ke rumah sakit, namun sayangnya terlambat, dia sudah tidak bisa tertolong lagi.
*****
Rumah Duka...
Mata wang ryu tidak bisa berhenti menatap Frisya yang kala itu dengan santainya datang tanpa rasa bersalah, menemui para pelayat sedang tuannya berada dirumah sakit dan baru diketahuinya beberapa jam setelah kematian ayah Kai.
"Kelak kau akan mendapatkan balasannya, kau akan menderita karena menyakiti orang lain yang sebenarnya tidak bersalah padamu.. " ucap wang ryu dengan mata berkaca kaca.
********
__ADS_1