
Usai makan malam, Sadid mengantarku pulang.
"Terimakasih Brenda, untuk malam yang Sempurna ini." ucap Sadid sambil mencium tangan ku.
"Aku juga berterima kasih, kamu sudah hadir dan memberikan kebahagiaan kepada ku." balas ku.
"kita sudah sampai, besok aku akan menjemput mu, semoga kamu mimpi indah." ucapnya sambil membelai rambut ku, saat sudah sampai di depan rumah.
"Baiklah, behati hatilah di jalan, aku masuk dulu." ucap ku sambil melambaikan tangan.
Sejak malam itu hari hari ku, menjadi amat menyenangkan, Sadid sungguh benar benar sosok lelaki dewasa yang amat pengertian.
kami menghabiskan banyak waktu luang untuk pergi sekedar untuk makan, nonton, berjalan jalan di mall, atau pergi ke pantai untuk menikmati, segarnya udara pantai. berlari larian di tepi pantai sungguh membuat ku merasa bahagia.
Beberapa bulan berlalu, tak terasa hampir setahun masa pacaran kami.
Keesokan harinya, Aku terbangun saat ada sebuah pesan masuk di handphone ku.
"Selamat pagi, apakah tidur mu nyenyak ? aku merindukan mu " Sadid
"Selamat pagi juga... Tidur ku sangat nyenyak berkat mu, aku pun merindukan mu." Brenda
"Hari ini aku ada jadwal operasi, aku akan menemui mu, saat makan siang, bagaimana ?" Sadid
__ADS_1
"Tentu, aku menunggu mu, Sampai bertemu nanti." Brenda
Aku langsung pergi mandi, dan sarapan pagi..
"Bagaimana perasaan anda hari ini Nona Brenda?" tanya bik Sora
"Cukup baik, Sadid membuat ku merasa bahagia saat bersamanya." sahut ku.
"Baiklah Nona, segera habiskan sarapan anda, karena hari ini, anda ada beberapa rapat penting. " Ucapnya sambil menyeritkan dahi.
"Astaga, sejak kapan kau tahu soal pekerjaan ku di kantor ?" ucap ku tertawa sambil tersenyum meledek.
"Nona Debora yang memberi tahu saya, karena handphone anda tidak bisa di hubungi oleh Nona Debora."
"Astaga, benar... Aku tidak membuka handphone ku yang satu lagi karena Handphone ku rusak beberapa hari yang lalu." kata ku sambil melongo.
"Nona Debora, sangat mengkhawatirkan anda Nona Brenda."
"Aku akan segera berangkat bekerja, tolong kau cari handphone ku yang satu lagi dikamar, aku lupa meletakkan nya dimana, dan tolong segera kau betulkan, aku membutuhkannya." ucap ku sambil berlari kecil menuju garasi, sesegera mungkin aku mengendarai BMW ku, menuju kantor.
"Baiik Nonaa, hati hati di jalan, jangan ngebuutt" ucap bik Sora dengan sedikit berteriak.
Aku melihatnya dari kaca spion, aku tersenyum melihat nya, dia sudah seperti Ibu ku.. Ahh Ibu, aku merindukan mu.
__ADS_1
Memang... setelah gerai ku yang ke100 aku memilih untuk tinggal sendiri. sebagai bentuk kedewasaan dan kemapanan ku, dan penghargaan terhadap diriku sendiri.
Aku sampai 10 menit lebih lambat dari biasanya, mungkin karena aku merindukan Ibu ku.
Para pegawai langsung berjejer menyambut ku.
"Selamat pagi Nona Brenda.." Mereka menyapa ku bersamaan.
"Selamat pagi, bagaimana kabar kalian pagi ini, mana Debora ?" ucap ku lebih ramah dari biasa nya.
"Kami baik Nona Brenda, Semoga Nona Brenda selalu berbahagia." Ucap mereka bersamaan.
"Anda mencari saya Nona Brenda." terdengar suara dari belakang ku.
Aku menoleh, Debora berlari kecil kearah ku.
"Ya Debora, maaf menyulitkan mu.. Benarkah ada rapat hari ini ?" tanya ku
"Benar Nona Brenda, Ini Berkasnya, mohon anda pelajari." ucapnya
"Perusahaan Boom&Food ?? Perusahaan apa ini? mengapa kau tidak pernah memberi tahu aku ?" tanya dengan ke heranan.
"Nona, Perusahaan ini pusatnya berada di Belanda. Dia adalah investor anda, ." u.
__ADS_1
Bersambung.......