
1 jam kemudian...
Sebuah gedung kosong..
" Kai, mengapa kau mengajak ku kemari ? " tanya Brenda keheranan.
" Kau diamlah dulu disini.. " ucap Kai.
"Hai, kau pikir aku berani kau tinggal sendiri disini ?" tanya Brenda
"Lalu ? Apa kau akan ikut ?" tanya Kai
"Tentu saja.... " ucap Brenda sambil memeluk lengan Kai.
"Astaga kita seperti sepasang kekasih jika kau terus menempel seperti ini.. " ucap Kai.
"Sudah, bukan waktunya menggoda ku, apa yang ingin kau lakukan disini ?" tanya Brenda
"Menyelamatkan nyawa seseorang, atau lebih... " ucap Kai.
"Kau akan berkelahi... " ucap Brenda
"Entahlah, tidak semua hal harus berakhir dengan kekerasan kan.. " ucap Kai.
"Ah, benar ... " ucap Brenda
***
Perlahan mereka berdua mulai masuk dan naik melewati lantai demi lantai, hingga terdengar suara hiruk pikuk dari lantai 7.
"Ah, Bren aku akan melihatnya... kau Diamlah dulu dulu disini aku takut jika ini berbahaya.. " ucap Kai.
Brenda mengangguk.
Kai mulai melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu.
Brenda menatap Kai yang berjalan dengan hati hati dan mulai mengintip.
" Bagaimana dia bisa melakukan hal ini ? Dia kan seorang Idol, yang kesehariannya sudah di sett, sedang ini adalah nyata... Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu padanya.. " pikir Brenda dalam hati mengkhawatirkan Kai.
"Aku harus membantunya.. " ucap Brenda lirih.
Perlahan Brenda mengikuti Kai dengan perlahan dan nyaris tidak disadari oleh Kai.
__ADS_1
Kai melihat di balik pintu, seorang wanita dengan tangan dan kaki terikat sedang menangis dan ditertawakan oleh beberapa orang pria. Dan di sebelahnya lagi seorang pria yang sedang tidak sadarkan diri dengan luka lebam di wajahnya.
"Wang ryu, sepertinya aku sedikit terlambat.. " ucap Kai dalam hati.
Brenda juga menyaksikan hal yang sama, namun berbeda dengan Kai. Brenda langsung mengenali siapa wanita itu .
"Serllyta .... " ucap Brenda
Seketika Kai kaget mendengar suara Brenda.
"Oh astaga... sejak kapan kau disini, bukankah aku meminta mu menunggu disana... " ucap Kai.
Brenda tidak memperdulikan ucapan Kai.
"Apa yang terjadi padanya ... " ucap Brenda.
Kai melirik Brenda.
"Kau mengenali siapa wanita itu ?" tanya Kai.
"Dia, wanita yang kemarin datang kerumah.. atau lebih tepatnya dia adalah adik dari wanita yang mengejar calon suami ku dulu. " ucap Brenda.
"Apa dia ada hubungannya dengan Frisya ?" tanya Kai
Brenda hendak menjawab namun terhenti.
"Kau mengenali suara itu Brenda ?" tanya Kai
"Itu suara mas Frisya... " ucap Brenda
Serllyta mendapatkan penyiksaan sejak dia tiba pagi tadi. Frisya dan orang orangnya tidak memberinya makan ataupun minum, sejak semalam.
"Oh Tuhan ku... apa ini akhir dari diriku... Seseorang tolong selamatkan aku.. " ucap Serllyta dalam hati sambil melebarkan pandangannya.
Serllyta menemukan Brenda dengan seorang pria disampingnya.
Serllyta seperti mendapatkan angin segar.
"Aku rasa aku mendapatkan jalan keluar.. " ucap Serllyta sambil menatap Frisya tajam.
Dengan sengaja Serllyta mengeraskan suaranya dan memberikan pertanyaan agar Frisya membuka kebohongannya sendiri.
" Frisya... Frisya bagaimana bisa kau akan terus membohongi Brenda... kau terus berwajah seolah olah kau adalah malaikat di hadapannya.. " ucap Serllyta
__ADS_1
"Kau bilang kau cinta pada Brenda... tidak !! kau tidak mencintai nya.. kau haya terobsesi dengannya.. " ucap Serllyta
"Hahaha... Kau mencoba untuk menggurui ku ?" tanya Frisya dingin.
" Kakak mu Mellyta, Gun Woo, dan orang tua itu.. " ucap Frisya.
"Orang tua itu " pikir Kai.
" Mereka hanya segelintir orang yang harus dikorbankan.. " ucap Frisya sambil melipat tangannya.
"Dikorbankan ?" pikir Brenda.
"Apa maksudnya Kai ?" tanya Brenda.
"Entahlah...Aku juga tidak mengerti." ucap Kai.
"Maksudmu ? Kau bahkan melenyapkan banyak orang hanya untuk bersama dengan Brenda ? Kau egois Fris.. " ucap Serllyta
"Hai !! nyawa mu ada di tangan ku, berani beraninya kau masih meninggikan suara mu !!" ucap Frisya.
Perlahan Wang ryu tersadar dari pingsannya.
"Akhirnya kau bangun juga.. katakan siapa yang meminta mu datang kemari ?" tanya Frisya
"Tuan.. mohon lepaskan aku, aku adalah asisten adik tuan Frisya. " ucap Wang ryu ketakutan.
"Kau asisten Kai ?" tanya Frisya
Wang ryu menunduk ketakutan.
"Ahh... Adik, aku pernah mendengar jika kau sangat menyayanginya... Apa kau juga membohonginya seperti pada Brenda yang Kau klaim kau cintai itu ?" ucap Serllyta.
Frisya terdiam.
"Apa ? Haha apa aku benar lagi? hahaha" tanya Serllyta sambil tersenyum puas.
"Diamlah !! apa kau mau dihajar lagi ? " ucap Frisya dengan nada menakutkan.
" Selama ini aku mencari keadilan untuk kakak ku... jadi jika harus mati karena itu.. aku tidak keberatan asal kau mendapatkan balasannya.. " ucap Serllyta
"Jadi... ( ucap Frisya dingin ) Apa kau ingin mendengarkan semuanya dan kemudian mati ?" tanya Frisya dengan wajah menakutkan.
Serllyta menunduk ketakutan melihat Frisya.
__ADS_1
"Bertahanlah diriku... ini tidak akan berlangsung lama, kau harus membuat Frisya memgatakan kejahatannya sendiri.. " ucap Serllyta pada dirinya sendiri.
*****