Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Tidak Buruk !


__ADS_3

Tiba tiba..


Dddrrrrttttt.... Dddrrrrttttt...


Brenda tersenyum.


" Kaaiiii.... " ucap Brenda


"Hai, apa kau menelpon ku ?" tanya Kai.


"Iya, aku menelpon..." ucap Brenda


"Astaga Brenda.. mengapa baru menelpon apa kau tidak merindukan ku ? " tanya Kai.


"Aku tidak bisa merindukan mu Kai, aku sudah memiliki pasangan.. " ucap Brenda


"Tapi kan aku teman mu, setidaknya bertanyalah bagaimana kabar ku.. " keluh Kai.


"Haha, kau cerewet sekali Kai... " ucap Brenda sambil terkekeh.


"Apa Frisya marah dan tidak memperbolehkan mu menghubungi ku ?" tanya Kai.


"Tidak, bukan karena itu dia marah.." ucap Brenda


"Oww.. pasti dia tahu jika kita melakukan sesuatu saat itu ya.. haha " ucap Kai


"Astaga.. !! apa itu menurut mu lucu ? ya sudah aku tidak ingin bicara lagi dengan mu.." ucap Brenda sambil mematikan teleponnya.


*****


Rumah Kai...


"Ya.. aku rasa kita tidak akan berbicara lagi di telepon Brenda... " ucap Kai sambil melihat alamat darimana nomor baru Brenda menelpon, karena Kai sebenarnya melacak keberadaan no handphone Brenda.


"Aku akan datang, terimakasih Tuhan.. " ucap Kai senang.


*****


Di tempat Brenda...


"Dia memang benar benar Kai, sungguh sangat menyebalkan.. tapi aku memang merindukan teman ku itu.. " ucap Brenda sambil menghabiskan ice cream nya.


*****


Keesokan harinya...


Brenda mencari cari keberadaan maminya.


"Loh mami, ngapain ??" tanya Brenda melihat maminya berkebun.


"Mami ingin kembali tinggal disini Bren... Mami merasa kenangan buruk tidak selalu berakhir buruk, disini ayah kamu pertama kali membelikan kita rumah dengan tabungannya, disini juga kamu tumbuh, biar mami hidup dengan bahagia disini sambil menunggu kehadiran cucu cucu mami . " ucap Mami sambil tersedu sedu.


"Mami... manis sekali, Brenda akan mulai membicarakan penikahan dengan mas Frisya, Mami tunggu sebentar lagi ya.." ucap Brenda ikut berlinang air mata.

__ADS_1


"Mami sudah masak kalo kamu mau makan, makan aja dulu mami masih sibuk.. " ucap Mami


"Iya Brenda sudah lapar.. " ucap Brenda


Beberapa saat kemudian Brenda menyelesaikan makannya dan bermaksud pergi ke taman untuk sebentar mengenang masa lalunya yang keliru.


"Mami, Brenda pergi ke taman sebentar yaa.." ucap Brenda


"Iya mami lihat tadi banyak anak panti main disana, kamu coba ajak mereka main juga.. " ucap Mami


"Baiklah Brenda akan mencoba menyapa mereka.. " ucap Brenda


Brenda berjalan menuju taman, benar saja dia menemukan banyak sekali anak anak panti disana.


"Hai, selamat pagi.. boleh kakak ikut bermain dengan kalian ?" tanya Brenda


"Kakak siapa ? aku Zio " ucap seorang anak laki laki kecil.


"Saya kakak Brenda, kamu lucu sekali, kamu siapa namanya ? " menatap mereka satu persatu.


"Aku lila, aku sela, aku kio " ucap anak anak itu bersahutan.


"Baiklah ayo bermain dengan kakak.." ucap Brenda


Mereka pun mulai bermain petak umpet, gobak sodor, dll.. saking senangnya Brenda sampai terjatuh sambil tertawa, berpelukan, mencium pipi anak anak itu, menurut Brenda ini adalah hari paling menyenangkan dalam hidupnya.


Tanpa dia sadari seseorang terus menatap Brenda dari kejauhan dengan senyum manisnya.


"Kakak Brenda.. apakah tuan itu adalah pacar kakak ?" tanya seorang anak sambil menunjuk orang itu.


"Kaii !!! ( Tersenyum ) sedang apa disini ?" tanya Brenda.


"Kau bilang, kau tidak akan bicara dengan ku di telepon, jadi aku datang. " ucap Kai.


"Ah, Kaii... Ayo kita kerumah ku dulu, kau bisa beristirahat.. " ucap Brenda


"Tidak usah, aku memang ingin bertemu saja sebentar.. " ucap Kai.


"Baiklah... apapun mau mu.. " ucap Brenda.


"Lalu kemana kita akan pergi ??" tanya Brenda.


"Kita bisa berjalan jalan disekitar sini.. " ucap Kai


"Baiklah.... " ucap Brenda


****



*****


Kai terlihat sangat manis kala itu dengan mantel coklat dan baju putih di dalamnya, sangat serasi dengan warna kulitnya.

__ADS_1


"Kapan pernikahan mu akan dilakukan ?"tanya Kai.


"Aku berharap segera, namun mas Frisya bilang sedang mengalami masalah ada yang mengganggu apa yang sudah dibangunnya selama ini.." ucap Brenda


Kai menghela nafas panjang.


"Apa kau mengkhawatirkan dia ?" tanya Kai


Brenda mengangguk ria.


"Apakah kau sesuka itu padanya ?" tanya Kai


Brenda kembali mengangguk.


"Kau tahu bahkan kenyataan jika di masa Lalu dia adalah seorang psikopat aku tidak perduli, bagi ku semua orang punya dosa dan masa lalu masing masing.." ucap Brenda


"Psikopat ? tahu darimana kau ?" tanya Kai.


"Kau tahu.. disinilah kami bertiga, Aku, kakak mu dan asistennya Rama dibesarkan." ucap Brenda


"Disini ? kalian bertiga ?" tanya Kai


Brenda mengangguk.


"Kalian sangat beruntung.. " ucap Kai.


"Hai !! tidak ada anak yang ingin jadi anak panti asuhan.." ucap Brenda


Kai terdiam.


"Aku akan membantu kakak ku sedikit agar dia bisa lekas menikah dengan mu dalam waktu dekat." ucap Kai.


"Membantu ?? haha menari ??" tanya Brenda sambil tertawa.


"Apa itu.. kau kira aku hanya bisa menari ? haha kau sungguh menyebalkan Brenda.. " ucap Kai.


"Oh, iya Kai... katamu ayah mu adalah seorang pembisnis... boleh aku tahu siapa dia ?" tanya Brenda


"Kau keterlaluan Brenda, kau bahkan baru saja menanyakannya." ucap Kai.


"Hehe, maafkan aku.. " ucap Brenda


"Beruntung senyum mu manis jadi bisa aku beri toleransi.." ucap Kai.


"Hahaha, apa apaan kau ini.. " ucap Brenda salting.


"Ayah ku, dia Kim Jong Min ho pemilik AKACORPS." ucap Kai.


"Uuuwwwaaah... hebat !!! ( memberi 2 jempol ) dia orang yang hebat tapi, mengapa kau malah menari " ucap Brenda sambil terkekeh.


"Astaga wanita ini menertawakan aku !!!" pekik Kai.


Brenda masih tertawa melihat tingkah Kai.

__ADS_1


*****


__ADS_2