Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Gun Woo


__ADS_3

Entah apa yang terjadi dalam hidup ku... kurasa tidak ini tidak benar. Bagaimana bisa pria sebanyak itu melamar ku ??


Tiba tiba seorang Pria mendatangi ku.


"Nona Brenda perkenalkan aku Jinan, aku Putera pertama dari pemilik perusahaan Shadow, perusahaan yang bergerak dibidang animasi dan tekhnologi. ku harap aku bisa mengenal mu lebih dekat." ucapnya


Lalu kemudian pandangan ku pindah menatap seorang Pria lain yang menghampiri ku.


"Hai !!!! kau kan baru saja datang.. bagaimana kau bisa menyerobot seperti ini. " ucap seorang Pria, sambil bersenggolan pundak seperti akan berkelahi.


Pandangan ku teralihkan lagi..


"Biarlah mereka berkelahi, jangan di hiraukan perkenalkan aku mattew, mr. mattew. aku sudah lama mengagumi mu, aku....." belum sempat dia meneruskan ucapan nya.


Tiba tiba beberapa orang pria mendorongnya dan hendak memperkenalkan diri pada ku, namun karena mereka saling dorong akhirnya aku jatuh ke lantai.


"Aaaduuuhhh, sakit kaki ku terkilir... " aku jatuh tersungkur, dan kaki ku terkilir.


"Lihat apa yang kalian lakukan ?? apakah seperti ini tingkah laku kalian untuk mendapatkan hati seorang wanita.???" Suara yang tidak asing bagi ku.


Dia membantu ku berdiri, ku lihat ternyata itu adalah Gun Woo.


"Ayo pergi dari sini." ucap nya.


"Hai, kau tidak bisa membawa nya bersama mu." ucap seorang Pria


"Benar, aku disini juga sudah menunggu cukup lama." sahut pria lain.


Gun Woo hanya menghela nafas panjang, menahan emosinya. tiba tiba Debora menengahi.


"Tuan tuan, maaf... keadaannya Nona Brenda terjatuh dan terkilir ini tidak memungkinkan Untuk Nona Brenda menemui anda semua, saya berjanji saya akan membuatkan jadwal Nona Brenda bertemu dengan anda satu per satu... bagaimana ??" ucapnya seraya melirik ku yang sudah keluar menjauh.


"Baiklah, aku akan pergi, aku juga tidak mau berbagi waktu dengan mereka." ucap mattew


"Ah, iya nona Debora baiklah ku tunggu jadwalnya." ucap pria lain.


Beberapa orang pria, pergi meninggalkan perusahaan Hoki Grup dan diikuti yang lain.


"Ah, Kasihan sekali Nona Brenda. jika harus memilih diantara mereka dalam sehari. Baiklah akan ku telfon Nona Brenda, bagaimana keadaannya ya??." ucap Debora.


Sayangnya Handphone Brenda tertinggal di meja Debora, entah sejak kapan.


*****


Brenda & Gun Woo


"Aduh... " keluh ku.

__ADS_1


"Sudahlah sebentar lagi kita akan sampai." sahut Gun Woo


Beberapa saat kemudian, kami sudah sampai dan dokter langsung memeriksa kaki ku, memasang gips dan memberikan obat.


Hati hati Nona Brenda, jangan terlalu banyak bergerak dulu, nanti akan bertambah lama masa penyembuhan nya.


"Baik dokter." sahut ku


Tak lama kemudian aku sudah diperbolehkan untuk pulang.


Saat di mobil, aku teringat kembali dengan apa yang terjadi di kantor hari ini.


"Bagaimana mungkin aku menikahi mereka, jika perlakuan terhadap ku saja begini. Yang perduli pada ku hanya kau." aku cemberut.


"Hahaha~ Jika menurut mu begitu.... maka menikah lah dengan ku." ucap Gun woo


"Bercanda mu tidak lucu Gun woo." ucap ku sambil menatap jendela mobil.


Tiba tiba Gun Woo memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Apakah aku tidak cukup pantas untuk mu, hingga kau pikir aku bercanda ??" ucap Gun woo yang masih menatap kedepan dan perlahan menoleh pada ku


Tatapan itu seperti menusuk ku. Darah ku seperti mengalir cukup deras.


"Apa aku akan peduli dengan mu, jika aku hanya bercanda ??" lanjutnya lagi.


Aku menatap mata Gun woo, ku perhatikan wajah tampan yang amat menggoda ku ini.


Lalu tak lama kemudian bibir kami sudah bertemu. dia mencium ku dengan lembut, aku merasakan Hangat segar nafasnya...


"Brenda, apakah semua pria yang mendekati mu pernah melakukan ini padamu ?" ucapan Gun Woo ini seketika membuat darahku mendidih, aku sangat kesal.


Jangankan berciuman, dekat dengan seorang pria saja adalah hal yang langkah bagiku, karena selama ini yang ada dalam pikiran ku hanya belajar dan bagaimana cara mengembangkan perusahaan ku.


Aku merasa kesal dan langsung membuka pintu mobil dengan kasar dan hendak berjalan keluar. Namun sayangnya aku lupa jika kaki ku terluka, akhirnya aku merasakan sakit yang luar biasa pada kaki ku.


Setelah sakit kaki ku mulai mereda, aku melihat ke arah Gun woo.


"Apa yang kau lakukan ? mengapa hanya diam saja?" sahut ku.


"Brenda, maafkan aku atas ucapan ku yang menyinggung mu." ucapnya minta maaf.


Gum Woo memeluk ku dan kemudian kembali mendekatkan wajahnya padaku, seraya mencium ku kembali dengan hangat.


Tiba tiba, Gun Woo menghentikan kegiatannya dan melajukan mobilnya tanpa aba aba apapun.


Aku melongo, melihat Gun woo.

__ADS_1


"Berani beraninya dia ???" pikir ku dalam hati.


Aku langsung menggebrukkan tubuh ku pada jok mobil dan menatap ke arah kaca mobil.


"Apakah kau marah Brenda ??" Seraya Gun woo tersenyum kegelian.


Aku diam saja, mood ku benar benar berubah menjadi buruk.


"Bisakah kau melihat mobil di belakang, yang sedang mengejar mobil kita ??" ucapnya sambil menunjukan mobil di belakang kami.


"Mana... tidak ada, jangan membual." sahut ku kesal.


"kau melihatnya kurang jeli Brendaaaa, kauu dengar itu ???" jelasnya.


Wiiuuuu.....wiiiiuuuwww..Wiiuuuu.... suara Sirine mobil patroli polisi.


"Astaga, mobil kita di kejar polisi ???" aku terperanjat kaget.


"Yaa, karena kita tadi berhenti di tempat dilarang parkir." jelasnya.


"Ayooo.. cepattt Gun Woo.... aaaaaaaa... aku takutt.. hadeuh gimana ini... " Aku mendadak kepanikan sendiri.


"Kau ini lucu sekali Brenda.. aku tadi sengaja menurunkan kecepatan agar kau tahu, mengapa aku mendadak melajukan mobil ku." ucap nya.


Aku yang tadinya kesal, kini aku merasa lucu.


"Tenang saja Brenda, aku adalah pengemudi yang handal, berpeganglah dengan erat. kita akan mengebut." ucapnya sambil melirik mobil polisi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kami.


Setelah kejar kejaran dengan polisi, akhirnya kami lolos juga.


"Astaga, ini pengalaman yang tidak pernah ku lupakan." ucap ku sambil tertawa cekikikan.


"Apakah kau bahagia Brenda ??" tanya Gun woo.


"Yaa, aku bahagia... " seraya aku menatap Gun woo.


"Baiklah, kemana kita hari ini ??" tanya Gun Woo.


"Kemana pun asal bersama mu. " hahaha kami tertawa bersama.


"Kau gadis yang paling lucu yang pernah ku temui Brenda." ucap Gun Woo.


"Apakah kau baru saja menyadarinya ?" ucapku sambil terkekeh.


*******


Bersambung...

__ADS_1


HALLO KAKA READERS YANG SANTUY THANKS FOR READING MY NOVEL. JANGAN LUPA LIKE DAN BINTANG 5 NYA YAAAA...


__ADS_2