
Aku langsung berjalan keluar, aku diam di balkon villa. tak lama kemudian Gun Woo keluar dan memeluk ku dari belakang.
"ini sungguh indah kan Brenda ??" dia memberiku cincin.
"Kurasa kau terlalu cepat untuk melakukan ini denganku." Aku menolaknya dengan halus.
"Baiklah lain kali saja. ayo segera pergi.." ucap Gun Woo.
Ini sungguh pengalaman pertama ku ada seseorang lelaki sedekat ini dengan ku.
Dia menarik tangan ku, dan segera membawaku masuk ke dalam mobil.
Satu jam kemudian aku sampai dirumah.
aku lekas turun dan masuk, Gun Woo tidak mampir karena ada urusan mendadak.
Saat sampai dirumah...
"Nona Brenda, apa yang terjadi...??? kemana saja seharian ??" Debora langsung memberondong ku dengan pertanyaan.
"Aku tidak apa apa, aku hanya berjalan jalan di perkebunan dan tertidur di villa milik Gun Woo." jelas ku.
"Seung Gun Woo maksud anda ??? astaga nona Brenda... aku kira tadi anda hanya meminta infonya saja."
"Memang ada apa ?? apa ada yang serius dengan dia ?"
Debora terdiam tidak meneruskan ucapan nya, setelah melihat ****** di leher Nona nya.
"Halooo... ?"
"Ah, ya.. itu nona tadi sore seseorang menghubungi ku, dia bilang Tuan Rakhman ingin menemui anda malam ini di Taman Mawar. tapi aku tidak yakin siapa dia tuan Rakhman. tapi dia bilang bahwa yang menelfon itu bernama tuan Rama, orang suruhan tuan Rakhman, yang juga adalah teman kecil nona, dan ternyata bik Sora pun mengenalnya."
"ini pukul berapa ? aku akan pergi kesana.." aku langsung pergi untuk berganti pakaian dan tanpa basa basi aku langsung mengambil mobil dan segera pergi ke taman Mawar, meninggalkan Debora dan Bik Sora.
Setelah sampai, aku langsung merapikan pakaian ku.
"Semoga saja Rakhman masih berada disini."
lanjut ku.
Aku memutari taman ini sudah sekitar 10 kali tapi masih tidak bertemu dengannya. lalu tiba tiba.
"Hai Brenda.."
"Haa...aii.... Juve ? kamu Juve kan ?" ucap ku pangling.
"Yaa, ini Aku juve apakah kau lupa pada ku Brenda...??? "
"Ah, tidak...seingat ku kau berada di luar kota kan?"
"Ya, tapi aku sedang ingin kembali. Oh, ya.. senang bisa bertemu dengan mu disini. btw apakah kau sedang menunggu seseorang??"
"Ah, iya tapi rupannya dia sudah pulang."
__ADS_1
"apakah kau sudah makan malam ?? mumpung aku disini maukah kau menemani ku makan malam ?"
"Ini sudah agak larut, mungkin Rakhman sudah pulang, baiklah besok akan ku hubungi Rama." ucapku dalam hati.
"Baiklah Juve.. ayo pergi makan malam, aku juga belum makan malam" ucap ku.
"Apakah kau membawa mobil sendiri ?? "
"Iya, apakah aku harus meninggalkan nya disini saja dan semobil dengan mu ??"
"Itu ide yang bagus, ayo, silahkan masuk Dewiku... "
"Ah, kamu berlebihan."
Setelah itu... Juve mengendarai mobil nya dengan santai, lalu sisi disebelah utara taman... aku melihat seseorang yang dari belakang, caranya berjalan tidak asing bagi ku.
"Apakah itu Rakhman ?" ucap ku dalam hati.
Setelah kami mendahului nya, mata kami sempat bertatapan, dia membawa bucket bunga yang indah.
"Ah, ternyata bukan Rakhman.... tunggu, sepertinya aku pernah melihatnya.. tapi dimana ? hmm, entahlah.." aku berbicara pada diriku sendiri.
"Kau sepertinya memikirkan sesuatu Brenda?"
"Ah, ya.. ku pikir aku melihat orang yang akan ku temui, ternyata bukan."
"Apakah dia pacar mu ??"
Tiba tiba suasana menjadi tegang.
"Kau tahu Brenda Aku masih menunggu mu sampai hari ini."
"hm, Benarkah? seharusnya kau mencari wanita lain dan hidup bahagia dengannya."
"Andai melupakan mu itu mudah."
Aku terdiam, mendengar ucapan Juve.
dulu Juve adalah seorang lelaki pujaan semua gadis disekolah, tapi sayangnya Juve hanya menyukai ku, dan aku juga, walaupun kami tidak berpacaran, tapi kami berjanji kelak saat dewasa kami akan bersama, tapi karena hal itu aku jadi di jauhi oleh para gadis. mereka membully ku sampai akhirnya aku pindah sekolah.
Juve diam diam menatap ku yang terdiam.
"Kau masih belum berubah, masih tetap menawan seperti dulu Brenda..."
"Kau bisa saja." aku tersenyum malu.
"Kita makan di restaurant ini saja ya... disini sushi nya enak."
"Hahaha bahkan kau masih ingat makanan kesukaan ku. terimakasih Juve, tapi disini ini adalah restaurant langganan ku, sejak lama."
"Oh, benarkah, ternyata aku memang sangat mengenal mu Brenda. Semoga kelak kita berjodoh". seraya Juve tersenyum menggoda.
"Bagaimana bisa begini ??? di hari ulang tahun ku, mengapa banyak yang berusaha mendekati ku. apakah umur ku benar benar begitu dewasa?" ucap ku dalam hati.
__ADS_1
Kami pun mengobrol, bercanda dan nostalgia tentang masa masa SMA sebelum aku pindah. dimana Perpustakaan adalah tempat kami saling curi curi pandang.
Dua jam kemudian kami pulang, Dalam perjalanan aku tertidur, mungkin karena kelelahan, Juve membelai rambut ku, aku merasakannya tapi ku biarkan saja.
"Brenda Sayang kita sudah sampai..." suara Juve membangunkan ku.
"Ahh, apa katamu Juve ? apakah kamu mengatakan sesuatu ?" ucap ku sambil menyadarkan diri.
"Iya, kita sudah sampai.. kamu mau turun atau ikut ke apartemen ku ? Ini sudah larut.." lanjut Juve.
"hm, tentu saja aku akan turun. terimakasih untuk makan malamnya dan sudah mengantarku pulang."
"Jangan sungkan." jawab Juve.
Saat aku berbalik untuk masuk rumah, tiba tiba terdengar suara Juve memanggil.
"Brenda?? tunggu.."
"Ya, ada yang bisa ku bantu Juve ?"
" Aku hanya mau bilang, semoga kita bisa merajut kembali janji yang dulu pernah kita ucap."
Aku hanya tersenyum dan segera masuk ke dalam rumah.
"Mengapa Rakhman tidak ada disana ? bukankah Rama mengatakan jika Rakhman akan segera menemui ku." keluh ku kesal dalam hati.
Aku segera membersihkan tubuh ku dan tidur.
Keesokan harinya...
saat sampai di Perusahaan Hoki, aku melihat banyak Pria sedang berbicara dengan Debora, kelihatan sekali jika Debora Kewalahan menghadapi mereka.
"Maaf tuan ada apa ini ?" seraya melihat mereka satu persatu, kulihat disana ada Gun Woo, Rama, Juve, Richard dan masih banyak lagi. Mereka menatap ku.
"Ah, Nona Brenda... mereka ini adalah.." sambil melirik pria pria itu.
"Bisa aku bicara berdua dengamu Debora ?" aku memotong ucapan Debora.
"Baik Nona Brenda."
Aku dan Debora berjalan menuju Lobi.
"Apa yang terjadi Debora ?? mengapa mereka ada disini ??"
"Nona, mereka memaksa ku untuk menghubungi anda, tapi mereka juga tidak henti bertanya, jadi saya tidak bisa menghubungi anda. Mereka itu adalah anak anak dari kolega bisnis anda, mereka ingin melamar anda Nona." Jelas Debora.
"Haaah ?? melamar ku ?? sebanyak itu.." Aku terkejut mendengar nya.
**************
BERSAMBUNG.....
KAKAK LIKE NOVEL AKU YAA, DAN JANGAN LUPA KOMENTAR DAN BINTANG NYA YAA... ITU GRATIS LOO.. 😊**
__ADS_1